Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Ganesha Rahman Liswantoro Raih Juara 1 Mapres ITB 2026, Ini Fakta Menarik di Balik Prestasinya

Naviandri
31/3/2026 12:05
Ganesha Rahman Liswantoro Raih Juara 1 Mapres ITB 2026, Ini Fakta Menarik di Balik Prestasinya
Ganesha Rahman Liswantoro, mahasiswa Program Studi Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB), meraih Juara 1 Mahasiswa Berprestasi (Mapres) ITB 2026.(Dok. Istimewa)

GANESHA Rahman Liswantoro, mahasiswa Program Studi Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB), meraih Juara 1 Mahasiswa Berprestasi (Mapres) ITB 2026. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan akademik dan eksplorasi multidisiplin yang dijalaninya.

Seleksi final sekaligus pengumuman Mahasiswa Berprestasi ITB 2026 digelar pada Sabtu (28/3) di Kampus Ganesha, Bandung.

Sebelum mengikuti ajang Mapres, Aga, sapaan akrabnya, dikenal sebagai mahasiswa yang aktif mencoba berbagai peluang, mulai dari organisasi, kompetisi, hingga pengembangan diri. Ia mengaku tidak pernah secara khusus menargetkan gelar Mapres, melainkan lebih fokus pada proses belajar dan pengalaman.

“Kalau ada hal yang menarik, aku coba ikut. Aku tidak pernah menyangka bisa menjadi mapres,” ucapnya.

Sejak kecil, Aga tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Ia menempuh pendidikan di sekolah unggulan di Jakarta dan sejak awal tertarik pada bidang akademik maupun nonakademik.

“Aku dari dulu merupakan tipe orang yang jack of all trades. Dari segala sisi tersebut, aku mencoba untuk bisa mengusahakan itu,” terangnya.

Selama masa sekolah, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika, kompetisi debat bahasa Inggris, hingga lomba musik internasional. Pengalaman tersebut membentuknya menjadi pribadi yang berkembang secara menyeluruh.

Di bangku kuliah, berbagai prestasi berhasil diraih, antara lain Juara 1 International Paper Competition “Youth Innovation Competition 2024”, Juara 1 Business Case Competition “Marine Icon 2024”, serta Juara 1 Business Plan Competition Youth Entrepreneur Project (YEP) 2025. Pada ajang yang sama, ia juga meraih penghargaan Best Feasible Project dan Best Presentation.

Selain kompetisi, Aga memperoleh Hibah Startup Mahasiswa dalam Program Mahasiswa Wirausaha 2025 serta beasiswa SOBAT BUMI dari Pertamina, yang mencerminkan pengembangan diri di bidang inovasi dan kewirausahaan.

Kuliah Menjadi Titik Balik

Aga mengaku jarang meraih kemenangan saat masih duduk di bangku SMA. Titik baliknya terjadi ketika menjalani Tahap Persiapan Bersama (TPB) di ITB, saat ia berhasil meraih juara pertama dalam sebuah kompetisi.

“Itu membuatku merasa tercerahkan. Ternyata seru juga ikut lomba-lomba,” tuturnya.

Pengalaman tersebut mengubah pandangannya terhadap kompetisi yang sebelumnya sering berujung kegagalan dan menjadi awal dari berbagai pencapaian berikutnya.

Prestasi Internasional dan Kontribusi Ilmiah

Salah satu capaian internasional Aga diwujudkan melalui penelitian sistem pendinginan baterai kendaraan listrik (electric vehicle battery thermal management system). Penelitian tersebut berkembang menjadi publikasi ilmiah dengan dirinya sebagai first author dalam paper berjudul “Alternative Liquid Cooling Agents for Optimization of Electric Vehicle Battery Thermal Management System: A Comprehensive Review”.

Penelitian itu dipresentasikan pada Konferensi TIME-E 2025 dan dipublikasikan dalam jurnal IEEE. Dalam forum tersebut, Aga menjadi satu-satunya mahasiswa sarjana (undergraduate) yang tampil di hadapan akademisi internasional.

“Awalnya minder, tapi itu menjadi motivasi untuk terus berkembang,” ujarnya.

Ia juga terlibat dalam penelitian teknologi fog capture, yakni teknologi pengubahan kabut menjadi air layak minum yang direncanakan diimplementasikan di kawasan Gunung Bromo. Saat ini, Aga tengah mengembangkan proyek stabilisasi drone berbasis computer vision untuk kebutuhan logistik kendaraan bergerak.

Metode Belajar: Efektif dan Berbasis Flow State

Selain aktif berkuliah, Aga juga terlibat dalam Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik (HMFT) ITB serta unit kegiatan mahasiswa Techno Entrepreneur Club (TEC) ITB.

Ia menekankan pentingnya metode belajar yang efektif dibandingkan durasi belajar yang panjang. Aga melakukan riset mandiri untuk menemukan metode belajar optimal, termasuk memanfaatkan kondisi flow state guna meningkatkan fokus dan produktivitas.

"Waktu belajar tidak harus panjang, tetapi harus efisien. Belajar yang awalnya butuh waktu 4 jam bisa jadi 1 jam. Bagi saya flow state menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja belajar. Flow state itu suatu keadaan ketika kamu benar-benar fokus dalam suatu pekerjaan. Berdasarkan riset, itu bisa membuat kerja otak jauh lebih optimal,” jelasnya.

Ia juga menerapkan prinsip Pareto (80/20) dengan memprioritaskan aktivitas yang memberikan dampak terbesar serta menjaga keseimbangan melalui waktu istirahat yang cukup.

“Untuk tidur aku usahakan 8 jam, karena itu non-negotiable,” katanya.

Belajar dari Kegagalan

Sebelum masuk ITB, Aga sempat mengalami masa sulit setelah gagal melanjutkan studi ke luar negeri. Pengalaman tersebut menjadi titik refleksi untuk mengevaluasi metode belajar dan fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan.

“Kegagalan itu bukan kebalikan dari sukses, tapi bagian dari sukses dan keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi merupakan kombinasi dari beberapa faktor penting. Sukses itu sama dengan kerja keras × metode × opportunity,” paparnya.

Menurutnya, banyak orang hanya berfokus pada kerja keras dan keberuntungan tanpa memperhatikan metode yang digunakan, padahal metode yang tepat menjadi kunci hasil maksimal.

Ke depan, Aga bercita-cita menjadi engineer di bidang instrumentasi dan kontrol, baik di industri maupun robotika. Ia berencana fokus berkarier di industri terlebih dahulu sebelum melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.

Dari perjalanannya, Aga berpesan kepada mahasiswa untuk tidak takut mencoba dan menghadapi kegagalan.

“Kalau kamu sedang berusaha, kamu pasti akan gagal. Tapi jangan berhenti. Terus jalan dan pastikan kamu menggunakan metode yang benar,” sambungnya. (AN/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya