Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Berbagai Terobosan Perusahaan asal Jepang Kurangi Plastik

Media Indonesia
12/3/2026 18:37
Berbagai Terobosan Perusahaan asal Jepang Kurangi Plastik
(MI/HO)

BERDASARKAN proyeksi World Bank, volume sampah plastik nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 9,9-12,4 juta ton per tahun atau sekitar 13,98% dari total timbulan sampah. Menyadari besarnya tantangan tersebut, Grup Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) meyakini bahwa lingkungan yang bersih merupakan fondasi penting bagi terciptanya keluarga yang lebih sehat. 

Melalui Ajinomoto Health Provider, perusahaan menghadirkan berbagai rangkaian inisiatif lingkungan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, di antaranya inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan. Pada 2020, perusahaan asal Jepang itu menerapkan berbagai terobosan seperti penggunaan material daur ulang dengan menggunakan kemasan monomaterial serta pengurangan ketebalan kemasan guna meminimalkan penggunaan plastik pada beberapa produk.

"Kami menjadi perusahaan pertama yang menggunakan kemasan produk MSG yang mengandung bahan kertas dengan memperkenalkan paper packaging, yaitu kemasan yang mengganti sebagian material plastik dengan kertas sehingga mampu menurunkan penggunaan plastik hingga 30%. Untuk produk lain seperti Masako, penerapan gerakan No Inner Plastic serta pengurangan header part berhasil menghemat penggunaan plastik sebesar 8,4%," tutur Grant Senjaya, Head of Corporate Communication Ajinomoto Indonesia, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3).

Sementara itu, inovasi kemasan Sajiku berbahan monomaterial memberikan efisiensi penggunaan plastik hingga 9,5% per kemasan. Secara keseluruhan, berbagai inovasi kemasan tersebut memungkinkan Ajinomoto mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton pada 2025. 

Selain menyediakan infrastruktur pengelolaan sampah, Ajinomoto juga menjalin kerja sama dengan berbagai bank sampah, seperti Bank Sampah Gunung Emas (Jakarta Timur), Bank Sampah Induk Patriot Bekasi, Karawang, Mojokerto, dan Surabaya, serta TPS 3R di wilayah Karawang dan Mojokerto. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat. 

Dari seluruh inisiatif tersebut, Ajinomoto berhasil menangani 352 ton sampah sepanjang tahun 2025. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya membantu lingkungan, tetapi pada beberapa komunitas juga membuka peluang ekonomi melalui skema pengumpulan sampah.

Ajinomoto menyadari bahwa edukasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program berkelanjutan ini. Melalui program Berseri (Bersih dan Sehatkan Negeri) dengan menjalankan tujuan utama penarikan sampah plastik multilapis (MLP) dan Greenducation. 

Guna meningkatkan kesadaran pemilahan sampah, Greenducation di Jakarta Timur, Bekasi, dan Karawang meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memisahkan sampah plastik dengan sampai lain. Ini dilakukan agar tidak mencemari lingkungan sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih berdaya guna. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya