Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI, Marinus Gea, melakukan kunjungan perdana ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Selasa (10/3). Dalam kunjungan tersebut, politisi tersebut menekankan pentingnya transformasi karakter dan optimisme bagi anak binaan dalam menatap masa depan.
Marinus menegaskan bahwa masa pembinaan di LPKA harus dipandang sebagai fase pembelajaran, bukan sekadar hukuman atas kekeliruan di masa lalu.
Dalam dialognya bersama anak-anak binaan, Marinus menyampaikan pesan menyentuh mengenai proses pendewasaan. Menurutnya, kesalahan yang dilakukan pada usia dini adalah bagian dari dinamika hidup yang bisa diperbaiki.
“Berbuat salah ketika masih anak-anak merupakan bagian dari proses pendewasaan diri. Yang terpenting adalah bagaimana pengalaman masa lalu itu dijadikan pelajaran hidup untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Marinus Gea dalam keterangan yang diterima, Selasa (10/3).
Ia menegaskan bahwa keberadaan anak-anak di LPKA bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan kesempatan untuk belajar disiplin, memperkuat karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan di masa depan.
“Kalian berada di sini bukan akhir dari segalanya. Justru ini adalah bagian dari proses belajar dan membangun kedisiplinan. Tekunlah belajar, karena bekal yang kalian dapatkan di sini akan membuat kalian lebih siap menghadapi kehidupan di luar,” kata Marinus.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi fasilitas dan pembinaan yang diberikan kepada anak-anak di LPKA, termasuk pemenuhan hak-hak mereka dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
“Saya mengapresiasi fasilitas yang ada di sini, mulai dari pemenuhan hak anak, kesehatan, hingga pendidikan. Anak-anak di sini harus diperlakukan seperti anak sendiri di rumah, karena mereka adalah generasi masa depan bangsa,” ungkapnya.
Marinus juga mendorong para petugas LPKA untuk terus berperan sebagai figur orang tua bagi anak-anak binaan.
“Petugas di sini bukan hanya menjaga, tetapi juga menjadi orang tua yang mendengar cerita mereka, memberikan arahan, dan menegur ketika diperlukan,” ujarnya.
Ia mengingatkan para anak binaan agar tidak terjebak pada masa lalu, melainkan fokus membangun masa depan.
“Jangan melihat masa lalu sebagai penghalang. Lihatlah masa depan kalian. Tidak ada yang mustahil untuk masa depan kalian,” kata Marinus.
Dalam momentum bulan Ramadan, ia juga mengajak anak-anak binaan menjadikan waktu pembinaan sebagai refleksi spiritual sekaligus kesempatan memperbaiki diri.
“Ramadan adalah momentum refleksi spiritual. Gunakan waktu ini untuk belajar, membangun karakter, dan terus bermimpi. Kalian berhak memiliki masa depan dan memiliki kesempatan menjadi pemimpin di tengah masyarakat,” tuturnya.
Marinus juga mengapresiasi berbagai kreativitas yang ditunjukkan oleh anak-anak binaan selama menjalani pembinaan.
“Saya melihat banyak kreativitas di sini. Bekal yang kalian pelajari bisa menjadi jalan untuk meraih masa depan, bahkan tidak menutup kemungkinan kalian bisa menjadi pengusaha besar,” katanya.
Diakhir, Ia mengatakan bahwa pihaknya di DPR RI akan memperjuangkan berbagai kebutuhan LPKA kepada mitra kerja terkait, termasuk Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, agar proses pembinaan terhadap anak-anak dapat berjalan lebih optimal.
Hidupkan kembali pengetatan remisi seperti PP 99. Terdapat dugaan adanya praktik jual-beli remisi. Sanksi pidana bagi Setnov cerminkan ketidakadilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved