PEJUANG
kemerdekaan Indonesia dan diplomat ulung Agus Salim meninggal dunia di
Jakarta. Tokoh ini menempuh pendidikan dasar di Europeesche Lagere
School (ELS) dan Hoogere Burgerschool (HBS). Ia berhasil menjadi lulusan
terbaik HBS se-Hindia Belanda.
Setelah lulus, ia bekerja sebagai
penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di
Indragiri. Pada 1906, Agus Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi, untuk
bekerja pada konsulat Belanda di sana.
Agus Salim mulai terjun
dalam dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam. Ia laksana bintang
cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia pada masa-masa awal
kemerdekaan sehingga dijuluki the Grand Old Man.
Ia
pernah menjabat menteri luar negeri pada masa kabinet Amir Syarifuddin
dan kabinet Hatta. Setelah mengundurkan diri dari dunia politik, ia
aktif menulis buku, seperti Keterangan Filsafat tentang Tauhid,
Takdir, dan Tawakal.
Agus Salim meninggal dunia pada 4 November 1954 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta