Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Badak Harapan Tiba di Lampung

Richaldo Y Hariandja
03/11/2015 00:00
Badak Harapan Tiba di Lampung
(AP/Tatan Syuflana)
SEEKOR badak sumatra bercula dua jantan yang didatangkan dari Kebun Binatang Cincinnati Zoo, Ohio, Amerika Serikat, telah tiba di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Provinsi Lampung, kemarin.

Satwa langka bernama Harapan itu dipulangkan ke habitat aslinya, untuk diupayakan agar bisa berkembang biak.

Saat ini, Harapan sedang dikarantina untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan barunya di hutan kawasan Suaka Rhino Sumatra (SRS) TNWK.

"Harapan tiba dini hari tadi pukul 02.20 WIB," kata Koordinator Humas Balai TNWK Lampung, Sukatmoko, di Lampung Timur, kemarin.

Menurut Sukatmoko, hewan bernama latin Dicerorhinus sumatrensis itu dalam kondisi baik setelah melakukan perjalanan sekitar 60 jam.

Dari Amerika, Harapan harus menempuh jalan pulang menggunakan tiga moda transportasi, yaitu udara, laut, dan darat.

"Harapan saat ini juga masih mendapat pengawasan pengasuhnya dari Cincinnati Zoo," katanya lagi.

Sukatmoko menjelaskan, Harapan yang berusia delapan tahun merupakan satu dari tiga badak sumatra yang lahir di Cincinnati Zoo dari hasil peranakan badak sumatra Emi dan Ipuh.

Perkawinan keduanya menghasilkan tiga badak, yaitu Andalas, Suci, dan Harapan.

Andalas dipulangkan ke Indonesia pada 2007, sedangkan Suci mati di Cincinnati Zoo pada Maret 2013.

Andalas yang lebih dulu dipulangkan ke Indonesia telah dikawinkan dengan Ratu.

Perkawinan itu menghasilkan seekor anak, Andatu, yang lahir pada 23 Juni 2012.

"Jadi, dengan tibanya Harapan, kini ada enam badak di SRS Way Kambas. Tiga jantan, tiga betina, yaitu Andalas, Harapan, Andatu, Dina, Rosa, dan Ratu," imbuh Sukatmoko.

Diharapkan dengan dipulangkan ke habitat aslinya, Harapan akan mengikuti jejak sang kakak, Andalas, menghasilkan keturunan.

"Untuk kelangsungan hidupnya, oleh beberapa pihak terkait, badak sumatra ini dipulangkan ke habitat aslinya di penangkaran badak SRS," kata Sukatmoko.

Rentan punah
Badak sumatra merupakan satu-satunya badak Asia yang memiliki dua cula.

Badak sumatra juga dikenal memiliki rambut terbanyak di antara seluruh subspesies badak di dunia, sehingga sering juga disebut Hairy rhino (badak berambut).

Satwa itu termasuk dalam klasifikasi kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar Lembaga Konservasi Dunia, IUCN.

Berdasarkan dokumen Rencana Aksi dan Strategi Konservasi (Dephut, 2007), populasi badak sumatra di alam diperkirakan kurang dari 300 ekor.

Namun, indikasi yang ada menunjukkan jumlah sebenarnya lebih rendah dari perkiraan tersebut.

Populasi terbesar dan paling memadai untuk berkembang biak saat ini terdapat di Sumatra.

Sementara populasi yang lebih kecil terdapat di Sabah dan Semenanjung Malaysia.

Para ahli memperkirakan tidak ada satu pun populasi badak sumatra yang jumlah individunya dalam satu wilayah jelajah melebihi 75 ekor.

Kondisi tersebut menyebabkan mamalia besar itu sangat rentan punah, baik oleh bencana alam, penyakit, perburuan, atau kerusakan genetis.

Di TNWK, sejumlah lembaga konservasi badak internasional dan pemerintah Indonesia mengembangkan konservasi badak sumatra. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya