Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Perempuan Penggerak Utama Aksi Iklim Berbasis Komunitas

Media Indonesia
16/2/2026 22:43
Perempuan Penggerak Utama Aksi Iklim Berbasis Komunitas
(MI/HO)

DI tengah meningkatnya dampak perubahan iklim di Indonesia, mulai dari cuaca ekstrem hingga tekanan terhadap kualitas lingkungan hidup, kebutuhan atas aksi iklim yang berkelanjutan semakin mendesak. Namun, perubahan yang berdampak tidak selalu harus dimulai dari kebijakan berskala besar. Di banyak kasus, solusi justru tumbuh dari ruang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, dari rumah, komunitas, dan kebiasaan sehari-hari.

Dalam konteks itu, perempuan memegang peran kunci sebagai agen perubahan. Survei Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA, 2026) menunjukkan bahwa 82% Generasi Z di Indonesia peduli terhadap pelestarian lingkungan dan 85% memandang perlindungan alam sebagai prioritas nasional. Temuan ini menegaskan bahwa kesadaran iklim tumbuh kuat di level komunitas, yakni perempuan sering menjadi penggerak nilai, kebiasaan, dan keputusan sehari-hari yang berkelanjutan.

Berawal dari kegelisahan melihat ruang hijau di sekitarnya semakin menyempit, lahirlah Rosita Istiawan, pegiat lingkungan berbasis komunitas yang mengembangkan lebih dari 30 hektare hutan organik di kawasan Mega Mendung. Dari total luasan tersebut, terbentuk 20 kelompok tani dengan masing-masing beranggotakan 20-30 orang, yang sebagian besar merupakan perempuan.

Rosita meyakini bahwa pemberdayaan perempuan memiliki efek berlipat, karena yang dimulai dari satu orang dapat menyebar ke keluarga dan komunitas. Langkahnya pun bermula dari hal sederhana, menanam dan merawat lingkungan di sekitar rumah, yang kemudian berkembang dengan mengajak perempuan lain untuk terlibat menjaga, merawat, dan menumbuhkan kepedulian bersama. Konsistensi inilah yang akhirnya membentuk gerakan berbasis komunitas yang terus tumbuh dan berkelanjutan hingga hari ini. 

"Perubahan tumbuh ketika perempuan diberi ruang, kepercayaan, dan pembekalan untuk bergerak bersama komunitasnya. Kami percaya langkah sederhana yang dijalani secara konsisten bisa menciptakan dampak besar. Kami mengapresiasi dukungan Godrej yang memberi ruang bagi proses ini, sehingga kepedulian yang lahir dari komunitas dapat berakar kuat, menginspirasi lebih banyak orang, dan bertahan dalam jangka panjang," ujar Rosita Istiawan dalam keterangan tertulis, Senin (16/2).

Berangkat dari pemahaman tersebut, dalam rangka menyambut International Women's Day yang diperingati setiap 8 Maret, Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) memperkuat komitmennya melalui inisiatif Rooted in Purpose: Women Shaping Climate Outcomes. Inisiatif ini dirancang sebagai komitmen jangka panjang untuk memberdayakan perempuan sebagai penggerak utama aksi iklim berbasis komunitas, sekaligus memperluas dampak keberlanjutan yang relevan dengan konteks lokal Indonesia.

"Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci dalam menciptakan perubahan iklim yang berkelanjutan. Ketika perempuan diberdayakan, dampak yang tercipta tidak hanya berhenti pada satu aksi, tetapi meluas ke keluarga, komunitas, dan generasi berikutnya," ujar Wahyu Radita, Head of Corporate Communications, Sustainability & Culture Godrej Consumer Products Indonesia. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik