Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA alam gerhana matahari bukan sekadar peristiwa astronomi biasa bagi umat Muslim. Di balik bayangan bulan yang menutupi sang surya, terdapat pesan spiritual mendalam tentang kebesaran Allah SWT.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk merespons fenomena ini dengan melaksanakan salat gerhana matahari atau yang secara spesifik disebut dengan Salat Kusuf.
Berbeda dengan salat sunnah pada umumnya, Salat Kusuf memiliki struktur gerakan yang unik, yakni adanya dua kali ruku dalam satu rakaat. Memasuki tahun 2026, pemahaman mengenai tata cara yang benar menjadi krusial agar ibadah yang dijalankan sesuai dengan tuntunan syariat dan tetap relevan secara keilmuan.
Seringkali masyarakat tertukar antara istilah Kusuf dan Khusuf. Secara linguistik dan terminologi fikih, Kusuf digunakan untuk menyebut gerhana matahari (al-kusuf al-syams), sedangkan Khusuf digunakan untuk gerhana bulan (al-khusuf al-qamar). Meskipun tata caranya hampir serupa, penyebutan niat dan waktu pelaksanaannya berbeda mengikuti kemunculan fenomena tersebut.
Niat adalah rukun utama dalam ibadah. Menurut mayoritas ulama, niat cukup diikrarkan di dalam hati. Namun, bagi Anda yang ingin melafalkannya untuk memantapkan fokus, berikut adalah pilihannya sesuai posisi dalam salat:
| Posisi | Lafal Niat (Latin) |
|---|---|
| Imam | Ushalli sunnatal kusufi rak'ataini imaman lillahi ta'ala. |
| Makmum | Ushalli sunnatal kusufi rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala. |
| Sendiri (Munfarid) | Ushalli sunnatal kusufi rak'ataini lillahi ta'ala. |
Salat Kusuf dilakukan sebanyak dua rakaat. Keunikannya terletak pada jumlah ruku yang berjumlah empat (dua ruku di setiap rakaat). Berikut adalah panduan step-by-step sesuai sunnah:
Bangkit dari sujud untuk rakaat kedua, kemudian ulangi urutan yang sama dengan rakaat pertama (dua kali berdiri dan dua kali ruku). Namun, durasi bacaan dan gerakan di rakaat kedua ini disunnahkan lebih pendek daripada rakaat pertama. Salat diakhiri dengan Tasyahud Akhir dan Salam.
Rasulullah SAW bersabda bahwa matahari dan bulan adalah tanda kekuasaan Allah yang tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Beliau menganjurkan umatnya untuk melakukan hal berikut hingga gerhana usai:
Satu hal yang sering ditanyakan adalah bagaimana jika gerhana berakhir sebelum salat selesai? Menurut para ulama, jika matahari sudah kembali terang benderang (inkisyaf) saat jemaah masih dalam posisi salat, maka salat tetap diselesaikan hingga salam, namun gerakan dan bacaannya boleh diringankan (dipercepat). Sebaliknya, jika salat sudah selesai namun gerhana masih berlangsung, umat Muslim dianjurkan lanjut berzikir dan berdoa hingga gerhana benar-benar usai.
Salat Gerhana Matahari adalah momentum refleksi bagi setiap Muslim. Melalui niat yang ikhlas dan tata cara yang sesuai sunnah, kita tidak hanya menjalankan ritual ibadah, tetapi juga menyelaraskan diri dengan keagungan alam semesta ciptaan-Nya. Pastikan Anda mengikuti urutan empat ruku tersebut agar salat sah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
1. Apakah bacaan salat gerhana matahari harus dikeraskan?
Untuk gerhana matahari, mayoritas ulama berpendapat bacaan dilakukan secara sirr (rahasia/pelan), berbeda dengan gerhana bulan yang dianjurkan jahr (keras).
2. Bolehkah salat gerhana dilakukan di rumah?
Boleh, terutama bagi wanita atau mereka yang memiliki uzur untuk ke masjid. Tata caranya tetap sama.
3. Kapan waktu mulai salat gerhana?
Waktu salat dimulai sejak piringan matahari mulai tertutup (kontak pertama) hingga matahari kembali utuh. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved