Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Gerhana Matahari atau Kusuf Sesuai Sunnah

 Gana Buana
09/2/2026 22:10
Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Gerhana Matahari atau Kusuf Sesuai Sunnah
Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Gerhana Matahari atau Kusuf(Moeslim Choice)

FENOMENA alam gerhana matahari bukan sekadar peristiwa astronomi biasa bagi umat Muslim. Di balik bayangan bulan yang menutupi sang surya, terdapat pesan spiritual mendalam tentang kebesaran Allah SWT.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk merespons fenomena ini dengan melaksanakan salat gerhana matahari atau yang secara spesifik disebut dengan Salat Kusuf.

Berbeda dengan salat sunnah pada umumnya, Salat Kusuf memiliki struktur gerakan yang unik, yakni adanya dua kali ruku dalam satu rakaat. Memasuki tahun 2026, pemahaman mengenai tata cara yang benar menjadi krusial agar ibadah yang dijalankan sesuai dengan tuntunan syariat dan tetap relevan secara keilmuan.

Apa Perbedaan Salat Kusuf dan Salat Khusuf?

Seringkali masyarakat tertukar antara istilah Kusuf dan Khusuf. Secara linguistik dan terminologi fikih, Kusuf digunakan untuk menyebut gerhana matahari (al-kusuf al-syams), sedangkan Khusuf digunakan untuk gerhana bulan (al-khusuf al-qamar). Meskipun tata caranya hampir serupa, penyebutan niat dan waktu pelaksanaannya berbeda mengikuti kemunculan fenomena tersebut.

Bagaimana Niat Salat Gerhana Matahari yang Benar?

Niat adalah rukun utama dalam ibadah. Menurut mayoritas ulama, niat cukup diikrarkan di dalam hati. Namun, bagi Anda yang ingin melafalkannya untuk memantapkan fokus, berikut adalah pilihannya sesuai posisi dalam salat:

Posisi Lafal Niat (Latin)
Imam Ushalli sunnatal kusufi rak'ataini imaman lillahi ta'ala.
Makmum Ushalli sunnatal kusufi rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala.
Sendiri (Munfarid) Ushalli sunnatal kusufi rak'ataini lillahi ta'ala.

Bagaimana Urutan Tata Cara Salat Gerhana Matahari?

Salat Kusuf dilakukan sebanyak dua rakaat. Keunikannya terletak pada jumlah ruku yang berjumlah empat (dua ruku di setiap rakaat). Berikut adalah panduan step-by-step sesuai sunnah:

Rakaat Pertama

  • Takbiratul Ihram: Memulai salat dengan takbir sebagaimana salat biasa.
  • Iftitah & Ta'awudz: Membaca doa pembuka dan memohon perlindungan.
  • Berdiri Pertama: Membaca Surah Al-Fatihah dan surah yang panjang (disunnahkan sepanjang surah Al-Baqarah) dengan suara pelan (sirr).
  • Ruku Pertama: Melakukan ruku dalam waktu yang lama, kira-kira selama membaca 100 ayat surah Al-Baqarah.
  • Berdiri Kedua: Bangkit dari ruku (I'tidal), namun tidak langsung sujud. Membaca Al-Fatihah kembali dan surah yang lebih pendek dari yang pertama.
  • Ruku Kedua: Melakukan ruku kembali dengan durasi yang sedikit lebih pendek dari ruku pertama.
  • I'tidal: Bangkit dari ruku kedua.
  • Sujud: Melakukan dua kali sujud dengan durasi yang lama.

Rakaat Kedua

Bangkit dari sujud untuk rakaat kedua, kemudian ulangi urutan yang sama dengan rakaat pertama (dua kali berdiri dan dua kali ruku). Namun, durasi bacaan dan gerakan di rakaat kedua ini disunnahkan lebih pendek daripada rakaat pertama. Salat diakhiri dengan Tasyahud Akhir dan Salam.

Amalan Sunnah Saat Terjadi Gerhana

Rasulullah SAW bersabda bahwa matahari dan bulan adalah tanda kekuasaan Allah yang tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Beliau menganjurkan umatnya untuk melakukan hal berikut hingga gerhana usai:

  • Memperbanyak Zikir: Mengagungkan asma Allah atas fenomena alam yang luar biasa.
  • Sedekah: Mengeluarkan sebagian harta (Mata Uang Rupiah) untuk membantu sesama sebagai bentuk tolak bala.
  • Khutbah: Jika dilakukan berjemaah, imam memberikan khutbah yang berisi ajakan bertaubat dan meningkatkan takwa.

Skenario Khusus dalam Salat Kusuf

Satu hal yang sering ditanyakan adalah bagaimana jika gerhana berakhir sebelum salat selesai? Menurut para ulama, jika matahari sudah kembali terang benderang (inkisyaf) saat jemaah masih dalam posisi salat, maka salat tetap diselesaikan hingga salam, namun gerakan dan bacaannya boleh diringankan (dipercepat). Sebaliknya, jika salat sudah selesai namun gerhana masih berlangsung, umat Muslim dianjurkan lanjut berzikir dan berdoa hingga gerhana benar-benar usai.

Persiapan Salat Gerhana

  • Memantau jadwal gerhana matahari melalui data BMKG atau lembaga astronomi kredibel.
  • Menuju masjid terdekat untuk melaksanakan salat secara berjemaah.
  • Menyiapkan sedekah terbaik.
  • Membawa mushaf jika ingin membaca surah panjang saat salat sendiri.

Kesimpulan

Salat Gerhana Matahari adalah momentum refleksi bagi setiap Muslim. Melalui niat yang ikhlas dan tata cara yang sesuai sunnah, kita tidak hanya menjalankan ritual ibadah, tetapi juga menyelaraskan diri dengan keagungan alam semesta ciptaan-Nya. Pastikan Anda mengikuti urutan empat ruku tersebut agar salat sah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

People Also Ask (FAQ)

1. Apakah bacaan salat gerhana matahari harus dikeraskan?
Untuk gerhana matahari, mayoritas ulama berpendapat bacaan dilakukan secara sirr (rahasia/pelan), berbeda dengan gerhana bulan yang dianjurkan jahr (keras).

2. Bolehkah salat gerhana dilakukan di rumah?
Boleh, terutama bagi wanita atau mereka yang memiliki uzur untuk ke masjid. Tata caranya tetap sama.

3. Kapan waktu mulai salat gerhana?
Waktu salat dimulai sejak piringan matahari mulai tertutup (kontak pertama) hingga matahari kembali utuh. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya