Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam tata bahasa Indonesia, pemahaman mengenai struktur kalimat sangatlah fundamental, terutama dalam membedakan antara bentuk aktif dan pasif. Salah satu kunci utama untuk menguasai hal ini adalah dengan mengetahui contoh kata kerja pasif serta bagaimana penggunaannya dalam sebuah konteks kalimat. Kata kerja pasif memegang peranan penting dalam penulisan jurnalistik, akademik, maupun komunikasi formal karena sering digunakan untuk menekankan objek atau sasaran dari sebuah tindakan, bukan pelakunya.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai definisi, ciri-ciri, hingga daftar lengkap kata kerja pasif yang dapat Anda jadikan referensi untuk memperkaya kosakata dan memperbaiki struktur penulisan Anda.
Kata kerja pasif adalah verba yang subjeknya dikenai suatu pekerjaan, tindakan, atau perbuatan. Dalam struktur kalimat pasif, subjek berperan sebagai penderita atau sasaran, berbeda dengan kalimat aktif di mana subjek berperan sebagai pelaku. Secara sederhana, jika dalam kalimat aktif subjek melakukan sesuatu, maka dalam kalimat pasif subjek 'diperlakukan' atau menerima dampak dari aktivitas tersebut.
Penggunaan kata kerja pasif sering kali bertujuan untuk memfokuskan perhatian pembaca atau pendengar kepada kejadian yang dialami oleh objek, atau ketika identitas pelaku dianggap tidak terlalu penting atau tidak diketahui.
Untuk mengidentifikasi sebuah kata kerja apakah tergolong pasif atau tidak, terdapat beberapa karakteristik khusus yang melekat pada morfologi kata tersebut. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:
Sebelum masuk ke daftar contoh, penting untuk memahami bahwa kata kerja pasif dapat dibagi menjadi dua kategori besar berdasarkan maknanya:
Berikut adalah daftar contoh kata kerja pasif yang dikategorikan berdasarkan imbuhan pembentuknya untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya.
Imbuhan ini menunjukkan tindakan yang disengaja. Berikut daftarnya:
Imbuhan ini sering kali menunjukkan aspek ketidaksengajaan, kemampuan (dapat di-), atau keadaan yang sudah selesai.
Bentuk ini biasanya menyatakan bahwa subjek mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan atau tidak diharapkan.
Agar lebih memahami penggunaan contoh kata kerja pasif di atas, mari kita lihat bagaimana perubahannya dari bentuk aktif ke pasif dalam struktur kalimat yang utuh.
Dalam penulisan formal, sering terjadi kesalahan penggunaan kata kerja pasif, terutama pada kerancuan antara bentuk pasif di- dan pasif persona. Perhatikan kaidah berikut:
Jika pelakunya adalah kata ganti orang pertama (aku, saya) atau kedua (kamu, engkau, anda), hindari penggunaan struktur di- + oleh. Contoh yang salah: Buku itu dibaca oleh saya. Contoh yang benar: Buku itu saya baca atau Buku itu kubaca.
Sebaliknya, jika pelakunya adalah orang ketiga (dia, mereka, nama orang), maka penggunaan di- adalah wajib. Contoh: Buku itu dibaca oleh Budi (Benar).
Dengan memahami berbagai variasi dan aturan tata bahasa di atas, Anda kini dapat mengaplikasikan kata kerja pasif secara lebih efektif dalam komunikasi lisan maupun tulisan. Penguasaan terhadap bentuk kalimat ini akan membuat gaya bahasa Anda menjadi lebih variatif dan objektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved