Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Contoh Kata Kerja Pasif: Ciri, Jenis, dan Penggunaannya

Irvan Sihombing
19/1/2026 16:15
Contoh Kata Kerja Pasif: Ciri, Jenis, dan Penggunaannya
Ilustrasi(Xinhua)

Dalam tata bahasa Indonesia, pemahaman mengenai struktur kalimat sangatlah fundamental, terutama dalam membedakan antara bentuk aktif dan pasif. Salah satu kunci utama untuk menguasai hal ini adalah dengan mengetahui contoh kata kerja pasif serta bagaimana penggunaannya dalam sebuah konteks kalimat. Kata kerja pasif memegang peranan penting dalam penulisan jurnalistik, akademik, maupun komunikasi formal karena sering digunakan untuk menekankan objek atau sasaran dari sebuah tindakan, bukan pelakunya.

Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai definisi, ciri-ciri, hingga daftar lengkap kata kerja pasif yang dapat Anda jadikan referensi untuk memperkaya kosakata dan memperbaiki struktur penulisan Anda.

Pengertian Kata Kerja Pasif

Kata kerja pasif adalah verba yang subjeknya dikenai suatu pekerjaan, tindakan, atau perbuatan. Dalam struktur kalimat pasif, subjek berperan sebagai penderita atau sasaran, berbeda dengan kalimat aktif di mana subjek berperan sebagai pelaku. Secara sederhana, jika dalam kalimat aktif subjek melakukan sesuatu, maka dalam kalimat pasif subjek 'diperlakukan' atau menerima dampak dari aktivitas tersebut.

Penggunaan kata kerja pasif sering kali bertujuan untuk memfokuskan perhatian pembaca atau pendengar kepada kejadian yang dialami oleh objek, atau ketika identitas pelaku dianggap tidak terlalu penting atau tidak diketahui.

Ciri-Ciri Kata Kerja Pasif

Untuk mengidentifikasi sebuah kata kerja apakah tergolong pasif atau tidak, terdapat beberapa karakteristik khusus yang melekat pada morfologi kata tersebut. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:

  • Menggunakan Imbuhan Awalan 'di-': Ini adalah ciri paling umum. Kata dasar yang diberi awalan di- akan berubah makna menjadi pasif. Contoh: dimakan, dibaca, ditulis.
  • Menggunakan Imbuhan Awalan 'ter-': Awalan ini bisa bermakna pasif (sudah terjadi/tidak sengaja). Contoh: termakan, terbawa, tertendang.
  • Menggunakan Imbuhan Konfiks 'ke-an': Bentuk ini sering menunjukkan keadaan yang tidak disengaja atau penderitaan. Contoh: kehujanan, kecurian.
  • Kata Ganti Orang yang Melekat: Pada beberapa kasus, kata kerja pasif terbentuk dari kata ganti orang (ku-, kau-) yang diikuti kata kerja dasar. Contoh: kubawa, kauambil (bentuk pasif dari 'aku membawa' dan 'engkau mengambil').

Jenis-Jenis Kata Kerja Pasif

Sebelum masuk ke daftar contoh, penting untuk memahami bahwa kata kerja pasif dapat dibagi menjadi dua kategori besar berdasarkan maknanya:

  1. Pasif Tindakan (Actional Passive): Menunjukkan sebuah aksi yang dilakukan oleh pelaku terhadap objek. Biasanya menggunakan imbuhan di-. Contoh: Buku itu dibaca oleh adik.
  2. Pasif Keadaan (Statal Passive): Menunjukkan kondisi atau keadaan objek setelah dikenai tindakan, atau tindakan yang terjadi secara tidak sengaja. Biasanya menggunakan imbuhan ter-. Contoh: Pintu itu terbuka lebar.

Kumpulan Contoh Kata Kerja Pasif

Berikut adalah daftar contoh kata kerja pasif yang dikategorikan berdasarkan imbuhan pembentuknya untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya.

1. Contoh Kata Kerja Pasif Berimbuhan 'di-'

Imbuhan ini menunjukkan tindakan yang disengaja. Berikut daftarnya:

  • Dibuat
  • Diminum
  • Dibersihkan
  • Disapu
  • Dicuci
  • Dijual
  • Dibeli
  • Ditolong
  • Dipukul
  • Ditendang
  • Disimpan
  • Dibuang
  • Dihukum
  • Diberikan
  • Diterima

2. Contoh Kata Kerja Pasif Berimbuhan 'ter-'

Imbuhan ini sering kali menunjukkan aspek ketidaksengajaan, kemampuan (dapat di-), atau keadaan yang sudah selesai.

  • Tersenyum (dalam konteks tertentu bisa menjadi pasif keadaan)
  • Tersandung
  • Terinjak
  • Terbawa
  • Tertulis
  • Tersimpan
  • Terlihat
  • Terdengar
  • Terlupakan
  • Terabaikan
  • Terpukul (bisa bermakna tidak sengaja memukul atau dapat dipukul)

3. Contoh Kata Kerja Pasif Berimbuhan 'ke-an'

Bentuk ini biasanya menyatakan bahwa subjek mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan atau tidak diharapkan.

  • Kehujanan (terkena hujan)
  • Kepanasan (terkena panas)
  • Kecopetan (terkena copet)
  • Ketahuan (dapat diketahui)
  • Ketinggalan (tertinggal)
  • Kelaparan (mengalami rasa lapar)
  • Kebanjiran (terkena banjir)

Penerapan dalam Kalimat: Transformasi Aktif ke Pasif

Agar lebih memahami penggunaan contoh kata kerja pasif di atas, mari kita lihat bagaimana perubahannya dari bentuk aktif ke pasif dalam struktur kalimat yang utuh.

Contoh 1

  • Kalimat Aktif: Pemerintah membangun jembatan baru di desa itu.
  • Kalimat Pasif: Jembatan baru di desa itu dibangun oleh pemerintah.

Contoh 2

  • Kalimat Aktif: Ibu tidak sengaja menginjak mainan adik.
  • Kalimat Pasif: Mainan adik terinjak oleh ibu.

Contoh 3

  • Kalimat Aktif: Hujan deras membasahi mereka sepanjang jalan.
  • Kalimat Pasif: Mereka kehujanan sepanjang jalan.

Contoh 4 (Pasif Persona/Kata Ganti)

  • Kalimat Aktif: Aku sudah membaca surat itu.
  • Kalimat Pasif: Surat itu sudah kubaca.

Kesalahan Umum dalam Menggunakan Kata Kerja Pasif

Dalam penulisan formal, sering terjadi kesalahan penggunaan kata kerja pasif, terutama pada kerancuan antara bentuk pasif di- dan pasif persona. Perhatikan kaidah berikut:

Jika pelakunya adalah kata ganti orang pertama (aku, saya) atau kedua (kamu, engkau, anda), hindari penggunaan struktur di- + oleh. Contoh yang salah: Buku itu dibaca oleh saya. Contoh yang benar: Buku itu saya baca atau Buku itu kubaca.

Sebaliknya, jika pelakunya adalah orang ketiga (dia, mereka, nama orang), maka penggunaan di- adalah wajib. Contoh: Buku itu dibaca oleh Budi (Benar).

Dengan memahami berbagai variasi dan aturan tata bahasa di atas, Anda kini dapat mengaplikasikan kata kerja pasif secara lebih efektif dalam komunikasi lisan maupun tulisan. Penguasaan terhadap bentuk kalimat ini akan membuat gaya bahasa Anda menjadi lebih variatif dan objektif.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik