Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Islam adalah agama yang memberikan kemudahan (taysir) bagi umatnya dalam menjalankan ibadah, terutama ketika sedang menghadapi kesulitan atau dalam kondisi perjalanan jauh (safar). Salah satu bentuk keringanan (rukhsah) yang diberikan Allah SWT adalah kebolehan untuk menjamak (menggabungkan) dan mengqashar (meringkas) sholat. Bagi Anda yang sedang dalam perjalanan jauh, memahami niat sholat jamak qashar taqdim dzuhur dan ashar sangatlah penting agar ibadah tetap sah dan diterima.
Sholat jamak qashar taqdim merupakan pelaksanaan dua sholat fardu dalam satu waktu (di waktu sholat pertama) dengan meringkas jumlah rakaatnya. Dalam konteks Dzuhur dan Ashar, ini berarti mengerjakan sholat Dzuhur dan Ashar pada waktu Dzuhur, di mana masing-masing sholat dikerjakan sebanyak dua rakaat, bukan empat rakaat. Berikut adalah panduan lengkap mengenai niat, syarat, dan tata caranya.
Sebelum masuk ke bacaan niat, penting untuk memahami definisi dari istilah-istilah fikih berikut ini agar tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaannya:
Jadi, sholat jamak qashar taqdim Dzuhur dan Ashar artinya Anda mengerjakan sholat Dzuhur 2 rakaat dilanjutkan sholat Ashar 2 rakaat, yang semuanya dilakukan pada rentang waktu sholat Dzuhur.
Tidak semua perjalanan mengizinkan seseorang untuk melakukan sholat jamak qashar. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi sesuai kesepakatan para ulama:
Dalam pelaksanaannya, sholat dilakukan secara terpisah (dua kali salam). Anda mengerjakan sholat Dzuhur terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan sholat Ashar.
Lakukan sholat Dzuhur terlebih dahulu sebanyak 2 rakaat. Berikut adalah lafal niatnya:
أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhazh zhuhri rak'ataini qashran majmuu'an ilaihil 'ashru jam'a taqdiimin lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat sholat fardu Dzuhur dua rakaat diqashar dengan menjamak Ashar kepadanya, dengan jamak taqdim, karena Allah Ta'ala."
Setelah selesai sholat Dzuhur (salam), segera berdiri untuk melaksanakan sholat Ashar 2 rakaat dengan niat sebagai berikut:
أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَى الظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhal 'ashri rak'ataini qashran majmuu'an ilazh zhuhri jam'a taqdiimin lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat sholat fardu Ashar dua rakaat diqashar dengan menjamaknya kepada Dzuhur, dengan jamak taqdim, karena Allah Ta'ala."
Agar lebih jelas, berikut adalah urutan pelaksanaan sholat jamak qashar taqdim Dzuhur dan Ashar:
Landasan hukum diperbolehkannya meringkas sholat saat bepergian tercantum dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 101:
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا
Artinya: "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu." (QS. An-Nisa: 101)
Meskipun ayat tersebut menyebutkan kondisi "takut diserang", para ulama sepakat bahwa dalam kondisi aman pun rukhsah ini tetap berlaku sebagai sedekah (keringanan) dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang sedang dalam perjalanan.
Melaksanakan niat sholat jamak qashar taqdim dzuhur dan ashar adalah solusi syariat untuk menjaga sholat tetap terlaksana meskipun sedang dalam perjalanan jauh yang melelahkan. Kuncinya adalah memastikan syarat jarak terpenuhi dan menjaga kesinambungan (muwalat) antara sholat Dzuhur dan Ashar tanpa jeda yang panjang. Dengan memanfaatkan keringanan ini, seorang muslim tidak hanya mematuhi kewajiban tetapi juga mensyukuri kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved