Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam masyarakat Indonesia, khususnya yang masih memegang teguh budaya Jawa, fenomena tubuh sekecil apapun sering kali dikaitkan dengan sebuah pertanda alam. Salah satu yang paling sering dibahas adalah kedutan mata kiri atas menurut primbon. Meskipun secara medis hal ini merupakan respons saraf biasa, namun dalam kitab Primbon Jawa, kedutan pada area wajah memiliki tafsir tersendiri yang berkaitan dengan masa depan seseorang.
Apakah Anda baru saja atau sedang mengalami kedutan pada kelopak mata kiri bagian atas? Jangan buru-buru cemas. Berbeda dengan kedutan di area lain yang mungkin menandakan kesedihan, kedutan di area ini justru mayoritas membawa kabar angin yang positif. Berikut adalah ulasan lengkap dan mendalam mengenai tafsir kedutan mata kiri atas berdasarkan literatur Primbon Jawa serta tinjauan dari sisi medis.
Kitab Primbon Jawa mengkategorikan kedutan (kedaulatan) sebagai salah satu bentuk komunikasi tubuh terhadap apa yang akan terjadi. Khusus untuk area mata kiri bagian atas, berikut adalah beberapa arti yang dipercaya secara turun-temurun:
Arti pertama dan yang paling populer dari kedutan mata kiri atas menurut primbon adalah sinyal pertemuan. Konon, Anda akan segera bertemu dengan sanak saudara atau kerabat jauh yang sudah lama tidak Anda jumpai. Pertemuan ini biasanya bersifat membahagiakan dan akan mengobati rasa rindu yang mendalam. Jika Anda sedang merantau atau terpisah jarak dengan keluarga, ini bisa menjadi isyarat akan adanya reuni atau kunjungan.
Kabar baik lainnya adalah mengenai finansial. Kedutan di kelopak mata kiri atas sering dikaitkan dengan datangnya rezeki. Berbeda dengan hasil kerja keras rutin, rezeki yang dimaksud di sini sering kali bersifat tak terduga (windfall). Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari mendapatkan bonus pekerjaan, memenangkan undian, atau bahkan seseorang membayar hutang yang sudah lama Anda lupakan.
Selain materi, kedutan di area ini juga berhubungan dengan reputasi sosial. Primbon menyebutkan bahwa seseorang yang mengalami kedutan mata kiri atas akan mendapatkan pujian dari orang-orang di sekitarnya. Hal ini bisa terjadi karena prestasi kerja, perilaku baik yang Anda lakukan, atau pencapaian yang akhirnya diakui oleh publik. Ini adalah momen di mana citra diri Anda sedang berada di posisi yang sangat baik.
Tafsir yang mungkin jarang diketahui orang adalah aspek perlindungan. Beberapa penafsiran kuno menyebutkan bahwa kedutan ini adalah isyarat bahwa Tuhan atau semesta sedang melindungi Anda dari musibah yang seharusnya menimpa. Anda mungkin akan lolos dari sebuah kesulitan atau penyakit yang sedang mewabah di lingkungan sekitar.
Istilah 'mata kiri atas' bisa mencakup area yang lebih spesifik. Primbon Jawa membagi lagi area ini menjadi beberapa titik detail dengan makna yang sedikit berbeda:
Sebagai media yang objektif, Media Indonesia juga perlu menyandingkan kepercayaan tradisional dengan fakta ilmiah. Dalam dunia medis, kedutan mata disebut dengan istilah myokymia. Ini adalah kejang otot kelopak mata yang repetitif dan tidak terkontrol. Jika kedutan mata kiri atas menurut primbon adalah pertanda nasib, maka menurut medis ini adalah sinyal tubuh yang kelelahan.
Berikut adalah beberapa penyebab medis utama terjadinya kedutan:
Meskipun kedutan mata kiri atas menurut primbon membawa pesan positif, Anda tetap harus waspada jika kedutan tersebut berlangsung terus-menerus. Segera konsultasikan ke dokter spesialis mata atau saraf jika:
Mempercayai arti kedutan mata kiri atas menurut primbon adalah hak personal setiap individu sebagai bagian dari kekayaan budaya. Mayoritas tafsirnya yang positif tentu dapat menjadi sugesti yang baik dan membangun optimisme dalam menjalani hari. Namun, bijaklah dalam menyikapinya dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan mata Anda. Jika kedutan tersebut adalah sinyal tubuh meminta istirahat, maka segeralah beristirahat agar kesehatan tetap terjaga sembari menanti kabar baik yang dijanjikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved