Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam memahami 99 nama Allah yang indah atau Asmaul Husna, kita akan menemukan nama Al Sami. Secara bahasa dan istilah, Al Sami artinya Yang Maha Mendengar. Kata ini berasal dari akar kata bahasa Arab sami'a yang berarti mendengar. Namun, pendengaran Allah SWT tentu berbeda dengan makhluk-Nya. Sifat Al Sami menegaskan bahwa Allah SWT mendengar segala sesuatu, baik yang diucapkan secara lisan, dibisikkan, maupun yang masih terbesit di dalam hati.
Pendengaran Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Tidak ada satu suara pun di alam semesta ini yang luput dari pendengaran-Nya, mulai dari suara keras halilintar hingga langkah kaki semut hitam di atas batu hitam pada malam yang kelam. Pemahaman mengenai Al Sami artinya Maha Mendengar ini merupakan fondasi tauhid yang penting bagi setiap muslim untuk senantiasa menjaga lisan dan hati mereka.
Sifat Allah sebagai Al Sami disebutkan berulang kali di dalam Al-Qur'an, sering kali disandingkan dengan sifat Al-Alim (Maha Mengetahui) atau Al-Basir (Maha Melihat). Berikut adalah beberapa dalil yang menguatkan sifat tersebut:
Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada yang serupa dengan Allah dan Dia memiliki sifat Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Asy-Syura: 11). Selengkapnya baca di Surat Asy-Syura.
Ayat ini mengisahkan doa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS saat membangun Ka'bah, memohon agar amal ibadah mereka diterima karena Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya.
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): 'Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui'." (QS. Al-Baqarah: 127). Selengkapnya baca di Surat Al-Baqarah.
Allah SWT juga menegaskan bahwa Dia mendengar dialog atau pengaduan hamba-Nya.
قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ
Artinya: "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Mujadilah: 1). Selengkapnya baca di Surat Al-Mujadilah.
Memahami bahwa Al Sami artinya Yang Maha Mendengar membawa implikasi spiritual yang mendalam. Sifat ini tidak memerlukan alat pendengaran seperti telinga yang dimiliki manusia. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa pendengaran Allah adalah kesempurnaan persepsi terhadap segala bunyi tanpa perantara udara atau gendang telinga.
Makna ini mencakup dua aspek utama:
Sebagai seorang mukmin, sekadar mengetahui arti Asmaul Husna tidaklah cukup. Kita dianjurkan untuk meneladani sifat-sifat Allah sesuai dengan kapasitas kemanusiaan kita. Berikut adalah langkah-langkah konkret untuk meneladani sifat Al Sami:
Kesadaran bahwa Allah Maha Mendengar akan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam berbicara. Ia tidak akan mengucapkan kata-kata kotor, umpatan, ghibah (menggunjing), atau fitnah, karena ia tahu bahwa setiap kata direkam dan didengar oleh Allah SWT.
Meneladani Al Sami berarti melatih diri untuk menjadi pendengar yang baik bagi sesama. Dengarkanlah keluh kesah orang lain, nasihat orang tua, atau ilmu yang disampaikan oleh guru dengan penuh perhatian. Jangan terburu-buru memotong pembicaraan orang lain.
Sifat Al Sami mengajarkan kita untuk peka terhadap suara-suara di sekitar yang membutuhkan bantuan. Mendengar tangisan tetangga yang kelaparan, seruan azan, atau panggilan orang yang membutuhkan pertolongan adalah bentuk implementasi sosial dari sifat ini.
Gunakanlah indra pendengaran yang telah dianugerahkan Allah untuk hal-hal yang bermanfaat, terutama mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an dan kajian ilmu agama. Hal ini akan menumbuhkan ketenangan hati dan meningkatkan keimanan.
Menjadikan "Ya Sami" sebagai wirid atau zikir harian memiliki banyak keutamaan. Para ulama menyebutkan bahwa memperbanyak zikir ini dapat menajamkan pendengaran batin, memudahkan terkabulnya doa, serta menjauhkan diri dari gangguan jin dan manusia. Dengan merenungi bahwa Al Sami artinya Maha Mendengar, seorang hamba akan merasa selalu diawasi, sehingga kualitas ibadahnya akan semakin khusyuk dan ikhlas hanya karena Allah SWT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved