Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM berbagai kesempatan, baik itu saat bulan Ramadan, pengajian rutin di kantor, maupun kegiatan keagamaan di sekolah, kebutuhan akan materi ceramah yang padat dan berisi sangatlah tinggi.
Menyampaikan kultum singkat yang menginspirasi bukan hanya soal durasi waktu yang pendek, melainkan bagaimana pesan kebaikan dapat tersampaikan dengan efektif dan membekas di hati para pendengar. Kultum atau 'Kuliah Tujuh Menit' yang baik haruslah memiliki landasan dalil yang kuat serta relevansi dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi Anda yang sedang mencari referensi materi, berikut adalah kumpulan contoh kultum singkat dengan berbagai tema yang dapat dijadikan panduan. Materi ini disusun secara sistematis mulai dari pembukaan, dalil Al-Qur'an, isi materi, hingga penutup.
Tema mengenai kesabaran adalah salah satu materi yang paling relevan dan selalu dibutuhkan umat Muslim dalam menghadapi dinamika kehidupan. Sabar bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti kekuatan iman seseorang.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Hadirin yang dirahmati Allah, dalam menjalani kehidupan, ujian adalah sebuah keniscayaan. Namun, Allah memberikan senjata ampuh bagi orang beriman, yaitu sabar.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 153:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar."
Sabar dalam Islam terbagi menjadi tiga bagian utama: sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar dalam menerima takdir atau musibah. Seringkali kita merasa lelah dengan ujian yang datang bertubi-tubi. Namun, ayat di atas menegaskan bahwa pertolongan Allah itu dekat bagi mereka yang menjadikan sabar dan salat sebagai penolong. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi bersabar dan mendekatkan diri kepada Allah akan mendatangkan ketenangan dan solusi yang tidak disangka-sangka.
Seringkali manusia terjebak pada keinginan untuk memiliki apa yang belum ada, hingga lupa mensyukuri apa yang sudah di genggaman. Kultum ini mengajak pendengar untuk rehat sejenak dan melihat kembali nikmat Allah.
Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur, sebagaimana tercantum dalam Surat Ibrahim ayat 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat'."
Syukur bukan hanya ucapan Alhamdulillah di lisan. Syukur yang sejati melibatkan tiga aspek: hati yang meyakini bahwa segala nikmat berasal dari Allah, lisan yang memuji-Nya, dan anggota tubuh yang menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan. Jika kita merasa hidup sempit, cobalah evaluasi rasa syukur kita. Jangan sampai kita menjadi golongan yang kufur nikmat, karena ancaman Allah sangatlah nyata.
Waktu adalah modal utama manusia yang tidak bisa diputar kembali. Materi ini sangat cocok untuk mengingatkan jamaah agar produktif dan tidak menyia-nyiakan usia.
Peringatan tentang waktu sangat tegas disampaikan Allah dalam Surat Al-Asr ayat 1-3:
وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Artinya: "Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
Imam Syafi'i pernah berkata, "Waktu itu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya (menggunakannya dengan baik), maka ia yang akan menebasmu." Banyak manusia yang tertipu oleh waktu luang. Mereka menunda amal baik dengan dalih "nanti saja". Padahal, kematian tidak pernah menunggu kesiapan kita. Mari manfaatkan sisa umur ini untuk memperbanyak amal saleh dan memberikan manfaat bagi sesama.
Amal yang banyak tidak akan berarti apa-apa di hadapan Allah jika tidak didasari oleh keikhlasan. Ini adalah materi fundamental dalam akidah dan akhlak.
Perintah untuk ikhlas terdapat dalam Surat Al-Bayyinah ayat 5:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Artinya: "Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."
Ikhlas itu ibarat roh dalam jasad amal perbuatan. Tanpa ikhlas, amal itu mati. Ikhlas berarti memurnikan tujuan hanya untuk Allah, bukan karena ingin dipuji (riya), bukan karena ingin didengar orang (sum'ah), dan bukan karena tendensi duniawi lainnya. Orang yang ikhlas tidak akan sakit hati ketika tidak dihargai manusia, karena ia tahu bahwa balasan terbaik hanya ada di sisi Allah SWT.
Agar materi di atas dapat tersampaikan dengan baik dan menjadi kultum singkat yang menginspirasi, perhatikan beberapa tips berikut:
Demikianlah beberapa contoh materi kultum yang dapat Anda gunakan. Semoga kita semua senantiasa diberikan kemudahan untuk menyampaikan kebaikan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved