Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM dinamika komunikasi digital yang semakin berkembang, muncul berbagai istilah baru yang sering digunakan oleh generasi muda, salah satunya adalah "last chat". Bagi sebagian orang, istilah ini mungkin terdengar asing atau hanya dipahami secara harfiah.
Namun, last chat artinya jauh lebih dalam daripada sekadar terjemahan bahasanya, terutama ketika dikaitkan dengan konteks hubungan asmara, pertemanan, atau interaksi di media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Telegram.
Secara harfiah, "last chat" berasal dari bahasa Inggris yang berarti "pesan terakhir". Namun, dalam penggunaan bahasa gaul atau slang di Indonesia, istilah ini sering kali merujuk pada pesan terakhir yang dikirimkan seseorang sebelum terjadinya pemutusan komunikasi, fenomena ghosting, atau sekadar pesan penutup yang tidak berbalas dalam waktu yang lama. Artikel ini akan mengupas tuntas makna, konteks penggunaan, serta dampak psikologis dari fenomena last chat.
Untuk memahami istilah ini secara menyeluruh, kita perlu melihatnya dari dua sudut pandang berbeda:
Jika diterjemahkan secara langsung, last berarti "terakhir" dan chat berarti "obrolan" atau "pesan". Jadi, secara teknis, last chat adalah pesan paling baru atau paling akhir yang muncul di riwayat percakapan Anda dengan seseorang. Dalam fitur aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, last chat biasanya merujuk pada baris percakapan yang terlihat di menu utama sebelum Anda membuka ruang obrolan tersebut.
Dalam konteks pergaulan anak muda dan hubungan percintaan, arti last chat mengalami pergeseran makna. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana percakapan berhenti. Ini bisa menjadi indikator status hubungan seseorang. Misalnya, seseorang mungkin berkata, "Coba lihat last chat kamu sama dia," yang bermaksud untuk mengecek siapa yang terakhir mengirim pesan dan bagaimana nada percakapan tersebut berakhir. Seringkali, last chat menjadi tolak ukur gengsi atau ketertarikan seseorang dalam fase pendekatan (PDKT).
Penggunaan istilah ini paling sering ditemukan dalam konteks asmara. Berikut adalah beberapa skenario di mana istilah last chat menjadi sangat relevan:
Mengapa posisi last chat menjadi begitu penting bagi sebagian orang? Hal ini berkaitan erat dengan psikologi komunikasi digital. Ketika pesan Anda menjadi last chat yang menggantung (tidak dibalas), timbul perasaan ketidakpastian.
Manusia pada dasarnya mencari pola dan penyelesaian (closure). Ketika sebuah percakapan berhenti mendadak tanpa kata penutup yang jelas, otak cenderung terus memikirkannya. Fenomena ini dikenal dengan sebutan Zeigarnik Effect, di mana seseorang cenderung mengingat tugas atau hal yang belum selesai lebih baik daripada yang sudah selesai. Dalam hal ini, chat yang tidak berbalas dianggap sebagai "tugas yang belum selesai".
Agar lebih memahami bagaimana istilah ini digunakan dalam percakapan sehari-hari, berikut adalah beberapa contoh kalimat yang sering muncul di media sosial:
Menghadapi situasi di mana pesan Anda menjadi last chat yang diabaikan bisa menyakitkan dan membingungkan. Berikut adalah langkah bijak yang bisa Anda lakukan:
Memahami last chat artinya tidak hanya sekadar tahu terjemahan katanya, melainkan juga memahami etika dan dinamika emosional di baliknya. Dalam era digital, cara kita berkirim pesan menjadi representasi dari hubungan itu sendiri. Baik itu sebagai penanda akhir sebuah hubungan atau sekadar jeda dalam percakapan, penting untuk menyikapinya dengan dewasa dan tidak membiarkan status pesan menentukan harga diri Anda. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved