Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, teks narasi imajinatif sering menjadi materi yang menyenangkan namun menantang untuk dipelajari. Salah satu referensi yang paling banyak dicari oleh siswa maupun penulis pemula adalah contoh cerita fantasi. Cerita fantasi merupakan genre tulisan yang menonjolkan kekuatan imajinasi penulis, di mana hal-hal yang mustahil dalam dunia nyata menjadi mungkin dalam alur cerita. Mulai dari tokoh yang memiliki kekuatan super, latar tempat yang ajaib, hingga peristiwa magis yang tidak masuk akal.
Untuk memahami genre ini secara mendalam, kita tidak hanya perlu membaca narasi ceritanya saja, tetapi juga memahami struktur pembangunnya. Artikel ini akan mengulas secara lengkap mengenai pengertian, struktur, hingga berbagai contoh cerita fantasi pendek yang dapat dijadikan inspirasi.
Cerita fantasi adalah teks cerita fiksi yang berisi kisah yang sarat dengan khayalan dan imajinasi. Peristiwa yang terjadi di dalamnya tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Berdasarkan kesesuaiannya dengan kehidupan nyata, cerita fantasi dibagi menjadi dua jenis:
Sebelum masuk ke contoh, penting untuk memahami kerangka penyusunnya agar cerita menjadi padu. Struktur teks cerita fantasi terdiri dari tiga bagian utama:
Berikut adalah beberapa contoh cerita fantasi dengan beragam tema yang telah disusun berdasarkan strukturnya.
Orientasi:
Dian adalah seorang anak yang gemar membersihkan rumah. Suatu sore, saat ia sedang membereskan gudang tua milik kakeknya yang sudah lama tidak dibuka, matanya tertuju pada sebuah cermin besar berukiran emas yang tertutup debu tebal. Merasa penasaran, Dian mengelap permukaan cermin tersebut. Namun, anehnya, bayangan di cermin itu tidak memantulkan wajah Dian, melainkan sebuah pemandangan hutan yang berkilauan.
Komplikasi:
Tiba-tiba, tangan Dian terasa ditarik oleh kekuatan tak kasat mata ke dalam cermin. Dalam sekejap, ia sudah berada di hutan yang ia lihat tadi. Di sana, hewan-hewan bisa berbicara layaknya manusia. Seekor kelinci raksasa bernama Boro menghampirinya dan meminta tolong. "Hutan kami sedang dikuasai oleh Penyihir Kabut. Hanya manusia murni yang bisa mencabut pedang cahaya di bukit utara," kata Boro.
Dian yang ketakutan awalnya menolak, namun melihat penderitaan hewan-hewan di sana, ia memberanikan diri. Perjalanan menuju bukit utara tidak mudah. Dian dihadang oleh pasukan serigala bayangan. Dengan kecerdikannya, Dian menggunakan cermin saku yang ia bawa untuk memantulkan cahaya matahari, membuat serigala bayangan itu lenyap seketika.
Resolusi:
Sesampainya di puncak bukit, Dian berhasil mencabut pedang cahaya. Seketika itu juga, kabut tebal yang menyelimuti hutan menghilang. Penyihir Kabut pun musnah terkena pendaran cahaya pedang itu. Sebagai ucapan terima kasih, Boro memberikan sebuah batu delima kecil kepada Dian. Dian kemudian berjalan kembali ke arah gerbang cermin. Saat ia melangkah keluar, ia kembali berada di gudang kakeknya. Cermin itu kembali normal, namun batu delima di genggamannya menjadi bukti bahwa petualangannya nyata.
Orientasi:
Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang anak yatim piatu bernama Aris. Ia sangat miskin dan hanya memiliki hobi menggambar di atas tanah. Suatu hari, seorang kakek tua misterius memberinya sebuah pensil kayu yang tampak usang. "Gunakanlah dengan bijak, Nak. Apa yang kau gambar akan menentukan nasibmu," pesan kakek itu sebelum menghilang.
Komplikasi:
Aris mencoba menggambar seekor ayam goreng di atas kertas bekas karena ia sangat lapar. Ajaib! Gambar itu seketika berubah menjadi ayam goreng sungguhan yang hangat. Aris sangat gembira. Ia kemudian menggambar baju baru, sepatu, hingga rumah mewah. Namun, keserakahannya mulai muncul. Ia menggambar tumpukan emas yang sangat banyak.
Ternyata, pensil itu memiliki konsekuensi. Setiap kali ia menggambar benda mati untuk keserakahan, tubuhnya menjadi semakin kaku seperti kayu. Ketika Aris selesai menggambar tumpukan emas terakhir, kakinya sudah tidak bisa digerakkan. Ia menyadari bahwa ia perlahan berubah menjadi boneka kayu.
Resolusi:
Dalam ketakutan, Aris menangis dan menyesali perbuatannya. Ia teringat pesan kakek tua itu. Dengan sisa tenaga di tangannya yang mulai mengeras, ia mengambil penghapus dan menghapus gambar tumpukan emas, rumah mewah, dan baju-baju mahal itu. Ia menggantinya dengan menggambar pemandangan desa yang subur untuk warga desa yang kekeringan. Seketika, tubuhnya kembali normal. Hujan turun membasahi desa. Aris belajar bahwa keajaiban bukan untuk dinikmati sendiri, melainkan untuk berbagi.
Orientasi:
Raka adalah siswa SMP yang sangat menyukai sejarah, namun ia juga kecanduan gawai. Saat sedang mengikuti karyawisata ke Candi Borobudur, Raka terpisah dari rombongannya karena sibuk bermain game. Tiba-tiba, langit berubah menjadi gelap gulita dan petir menyambar tepat di depannya. Raka pingsan.
Komplikasi:
Saat terbangun, Raka tidak lagi berada di area wisata yang ramai. Ia berada di tengah hutan belantara, dan di hadapannya berdiri sekelompok prajurit dengan tombak dan pakaian zaman kerajaan kuno. Mereka mengepung Raka, mengira ia adalah mata-mata musuh karena pakaiannya yang aneh.
Raka dibawa menghadap sang Panglima Perang yang sedang terluka parah. Tabib kerajaan sudah menyerah. Raka teringat ia memiliki aplikasi pertolongan pertama (P3K) di ponselnya yang masih menyala. Meskipun tidak ada sinyal, ia bisa membuka panduan offline. Raka memberanikan diri meminta izin untuk mengobati Panglima. Dengan menggunakan pengetahuan modern tentang pembersihan luka dan balutan yang ia pelajari dari PMR serta panduan di ponselnya, ia merawat luka Panglima.
Resolusi:
Beberapa hari kemudian, kondisi Panglima membaik. Raka dianggap sebagai tabib sakti dari masa depan. Namun, Raka tahu ia tidak bisa selamanya di sana. Saat bulan purnama muncul, fenomena alam yang sama terjadi. Raka berpamitan kepada Panglima. Cahaya terang menyilaukan mata, dan Raka terbangun kembali di area Candi Borobudur, dikelilingi teman-temannya yang panik mencarinya. Di saku celananya, ia menemukan sebuah koin emas kuno bertuliskan aksara Jawa, kenang-kenangan dari masa lalu.
Berdasarkan contoh cerita fantasi di atas, kita dapat menyimpulkan beberapa ciri khas yang membedakannya dengan teks narasi lain:
Demikianlah pembahasan mengenai struktur dan berbagai contoh cerita fantasi. Dengan memahami pola dan karakteristiknya, Anda kini bisa mencoba menulis cerita imajinatif Anda sendiri. Kunci utamanya adalah jangan takut untuk bermimpi dan menuangkan segala ide liar ke dalam tulisan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved