Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI menemukan spesies baru laba-laba kepik merah dengan ciri fisik yang sangat tidak biasa. Spesies ini memiliki warna merah menyala pada bagian kepala dan tubuh depan, sebuah karakteristik yang belum pernah tercatat sebelumnya pada kelompok laba-laba kepik. Temuan ini dilaporkan oleh laman ilmiah iflscience.com.
Laba-laba tersebut termasuk dalam genus Eresus, kelompok laba-laba yang dikenal memiliki warna tubuh mencolok sebagai bentuk perlindungan alami. Namun, spesies baru ini memiliki keunikan tersendiri karena warna merahnya menutupi hampir seluruh bagian kepala, berbeda dari spesies Eresus lain yang umumnya hanya memiliki warna mencolok pada bagian tubuh tertentu.
Spesies ini ditemukan di kawasan hutan pohon ek gabus di wilayah Maroko bagian utara. Peneliti pertama kali mengidentifikasinya pada 2021. Namun, diperlukan penelitian lanjutan selama beberapa tahun untuk memastikan bahwa laba-laba tersebut benar-benar merupakan spesies baru. Kepastian itu kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Animals terbitan mdpi.com.
Keunikan spesies ini tidak hanya terletak pada warnanya. Struktur tubuh, terutama bagian kepala serta alat reproduksi jantan, menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan spesies Eresus lain yang telah dikenal. Karakter morfologi ini menjadi salah satu indikator utama dalam proses klasifikasi ilmiah.
Selain analisis morfologi, peneliti juga melakukan pengujian genetik. Hasil analisis DNA menunjukkan perbedaan genetik yang jelas dibandingkan laba-laba kepik lain, sehingga memperkuat kesimpulan bahwa spesies tersebut berada pada cabang evolusi yang berbeda.
Warna merah cerah pada tubuh laba-laba ini diduga berfungsi sebagai sinyal peringatan bagi predator. Pola semacam ini umum ditemukan pada hewan kecil yang beracun atau tidak layak dimangsa, sehingga membantu mereka meningkatkan peluang bertahan hidup di alam liar.
Penemuan laba-laba kepik merah berkepala unik ini menegaskan bahwa keanekaragaman hayati masih menyimpan banyak misteri. Bahkan kelompok hewan yang telah lama menjadi objek penelitian ilmiah masih berpotensi menghadirkan spesies baru dengan ciri yang mengejutkan.
Para peneliti menilai temuan ini penting untuk memperdalam pemahaman mengenai proses evolusi, adaptasi, serta penyebaran spesies di kawasan Mediterania Afrika. Studi lanjutan masih diperlukan untuk mengungkap perilaku, populasi, dan peran ekologis laba-laba kepik merah ini di habitat alaminya.
(iflscience/mdpi/P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved