Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Batas Sholat Subuh Jam Berapa? Ini Penjelasan Waktu Syuruq dan Dalilnya

Reynaldi Andrian Pamungkas
25/12/2025 16:25
Batas Sholat Subuh Jam Berapa? Ini Penjelasan Waktu Syuruq dan Dalilnya
Berikut batas sholat subuh jam berapa(freepik)

BAGI umat Muslim, menjaga sholat lima waktu agar tetap berada dalam waktunya adalah kewajiban yang mutlak. Salah satu pertanyaan yang sering muncul di benak masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak sengaja bangun terlambat, adalah batas sholat subuh jam berapa sebenarnya berakhir? Apakah saat langit mulai terang, atau saat matahari benar-benar muncul? Pemahaman yang keliru mengenai hal ini dapat menyebabkan seseorang meninggalkan sholat atau mengerjakannya di waktu yang dilarang.

Secara astronomis dan syariat, waktu sholat Subuh memiliki rentang yang spesifik, dimulai dari terbitnya fajar shadiq hingga terbitnya matahari (syuruq). Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai batasan waktu tersebut berdasarkan dalil Al-Qur'an dan Hadis, serta pandangan para ulama agar ibadah kita menjadi lebih sempurna.

Awal Waktu Subuh: Fajar Shadiq

Sebelum membahas batas akhirnya, kita perlu memahami kapan waktu Subuh dimulai. Waktu Subuh ditandai dengan munculnya fajar shadiq, yaitu cahaya putih yang membentang di ufuk timur. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 187:

...وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ...

Artinya: "...dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar..." (QS. Al-Baqarah: 187).

Para ulama membedakan antara fajar kadzib (fajar bohong) yang menjulang tinggi seperti ekor serigala dan kemudian gelap kembali, dengan fajar shadiq yang menyebar di ufuk. Sholat Subuh baru sah dilaksanakan ketika fajar shadiq telah terbit.

Batas Akhir Waktu Subuh: Terbit Matahari (Syuruq)

Lantas, batas sholat subuh jam berapa berakhir? Jawabannya adalah tepat saat piringan matahari mulai muncul di ufuk timur. Fenomena ini disebut dengan Syuruq atau terbit matahari. Jika matahari sudah terbit, maka waktu Subuh telah habis.

Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

وَقْتُ صَلاَةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ

Artinya: "Waktu sholat Subuh adalah dari terbit fajar sampai sebelum terbit matahari." (HR. Muslim).

Oleh karena itu, jam berapa pastinya batas tersebut bergantung pada lokasi geografis dan perputaran matahari pada bulan tersebut. Di Indonesia, waktu syuruq berubah-ubah sepanjang tahun. Misalnya, jika jadwal imsakiyah menunjukkan waktu Syuruq pukul 05.50 WIB, maka itulah detik terakhir seseorang bisa melaksanakan sholat Subuh. Lewat dari itu, sholat yang dikerjakan statusnya bukan lagi ada' (tunai pada waktunya), melainkan qadha (mengganti), kecuali bagi mereka yang memiliki udzur syar'i.

Salah Kaprah Waktu Syuruq dan Isyraq

Seringkali masyarakat bingung membedakan antara waktu Syuruq dan waktu Isyraq. Berikut perbedaannya:

  • Waktu Syuruq (Terbit): Saat piringan atas matahari mulai muncul. Ini adalah tanda habisnya waktu Subuh. Pada saat proses terbit ini, umat Islam dilarang melakukan sholat apapun (waktu tahrim) karena matahari terbit di antara dua tanduk setan.
  • Waktu Isyraq (Duha Awal): Sekitar 15-20 menit setelah Syuruq, ketika matahari sudah naik setinggi satu tombak. Ini adalah awal waktu diperbolehkannya sholat sunnah Isyraq atau sholat Dhuha.

Hukum Bangun Kesiangan (Qadha Subuh)

Bagaimana jika seseorang bangun tidur dan ternyata matahari sudah tinggi? Apakah ia tetap harus sholat Subuh? Jawabannya adalah wajib. Dalam Islam, ketiduran atau lupa adalah udzur yang menggugurkan dosa, namun tidak menggugurkan kewajiban sholatnya.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

مَنْ نَسِيَ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

Artinya: "Barangsiapa yang lupa sholat atau tertidur darinya, maka kaffarah (penebus)-nya adalah ia mengerjakannya apabila ia mengingatnya."

Jadi, jika Anda bangun pukul 06.30 pagi karena kelelahan yang sangat dan tidak disengaja, segeralah berwudhu dan laksanakan sholat Subuh saat itu juga. Jangan menunggu hingga waktu Zuhur atau menundanya. Namun, hal ini tidak berlaku bagi mereka yang sengaja begadang dan melalaikan alarm, karena unsur kesengajaan dapat mendatangkan dosa besar.

Keutamaan Menjaga Sholat Subuh Tepat Waktu

Mengetahui batas sholat subuh jam berapa seharusnya memotivasi kita untuk bangun lebih awal. Sholat Subuh memiliki keutamaan luar biasa, salah satunya adalah disaksikan oleh para malaikat. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 78:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: "Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS. Al-Isra: 78).

Kesimpulannya, batas akhir waktu sholat Subuh adalah saat terbitnya matahari (Syuruq). Pastikan Anda melihat jadwal sholat terupdate di daerah Anda masing-masing agar tidak terlewat. Jika waktu Syuruq tertera pukul 05.45, maka pastikan Anda telah menyelesaikan salam sebelum jam tersebut. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya