Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ikuti Imbauan Tanpa Kembang Api, Hotel Accor Group Siapkan Bubble Party Perayaan Tahun Baru 2026

Fathurrozak
24/12/2025 14:39
Ikuti Imbauan Tanpa Kembang Api, Hotel Accor Group Siapkan Bubble Party Perayaan Tahun Baru 2026
Jajaran manajemen jaringan hotel di bawah Accor Group Hotel bersama jajaran Media Indonesia di kantor Media Indonesia, Jakarta, Rabu (24/12/2025).(MI/ Fathurrozak)

PERAYAAN Tahun Baru 2026 yang dilakukan dengan tetap bersimpati dengan kondisi pascabencana banjir Sumatra juga dilakukan oleh jaringan hotel di bawah Accor Group Hotel. Jaringan hotel Novotel, Ibis, Mercure, Pullman, hingga Sofitel mengikuti imbauan soal perayaan pergantian tahun dengan tanpa pesta kembang api.

 

General Manager Ibis Jakarta Raden Saleh Irma Riesan mengungkapkan telah menyiapkan alternatif acara perayaan malam Tahun Baru 2026. “Dengan tidak adanya kembang api, kami mencari alternatif lain. Seperti menggunakan bubble party.  Di rundown juga disisipkan ada acara berdoa bersama untuk korban bencana di Sumatera. Jadi memang kami mengubah rancangan dari yang tadinya kembang api menjadi alternatif lain,” kata Irma Riesan saat berkunjung dengan jajaran manajemen Accor Group lainnya, ke redaksi Media Indonesia, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu, (24/12).

 

Ia menambahkan bahwa tidak adanya pesta kembang api, dapat menjadi peluang tersendiri bagi perhotelan. “Malah mungkin dengan tidak adanya kembang api, ini jadi opportunity buat hotel. Orang-orang yang mencari hiburan atau keramaian party karena tidak ada kembang api di tempat keramaian publik, akhirnya mereka mencari di hotel. Karena di hotel ada entertainment lain selain kembang api itu sendiri.”

 

Optimistis Okupansi Tinggi

Manajemen Accor Group juga optimistis tingkat okupansi hotel di jaringan Accor Group akan tetap tinggi, bahkan diprediksi menembus angka di atas 90%. “Tahun baru selalu menjadi puncak okupansi tertinggi karena berbarengan dengan libur sekolah dan Natal,” jelas Irma.

 

Meskipun saat ini rata-rata pemesanan kamar masih berada di kisaran 50-60%, tren pasar Jakarta menunjukkan lonjakan pemesanan biasanya terjadi pada last minute, yakni satu minggu hingga tiga hari sebelum hari H.

 

Pembukaan Hotel Baru

Menatap tahun depan, industri perhotelan tetap percaya diri meskipun dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

 

“Tahun ini memang tidak secemerlang tahun sebelumnya karena efisiensi, tapi kami tetap agile dan adaptif. Bisnis hotel masih sangat dilirik pengusaha, terbukti dengan pipeline pembukaan hotel baru di tahun 2026 dan 2027,” tambahnya.

 

Accor sendiri baru saja membuka hotel terbaru mereka, Novotel Jakarta Pulomas, Jakarta Timur. Optimisme ini juga didukung oleh stabilitas politik di tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo. “Tahun kedua biasanya akan lebih rileks dibanding tahun pertama yang cenderung ketat. Kami yakin ekonomi akan terus bergerak,” tutupnya. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya