Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
AZAN zuhur merupakan panggilan ibadah yang berkumandang saat matahari mulai tergelincir dari tengah langit menuju arah barat, atau dikenal dengan istilah zawal. Bagi umat Muslim, suara azan bukan sekadar penanda waktu, melainkan seruan ilahiah untuk sejenak meninggalkan aktivitas duniawi dan menghadap Sang Pencipta.
Pada waktu zuhur, aktivitas manusia biasanya sedang berada di puncaknya, sehingga azan ini berfungsi sebagai pengingat (alarm) spiritual yang sangat krusial agar manusia tidak lalai dari kewajibannya.
Secara bahasa, azan berarti pemberitahuan atau seruan. Dalam konteks syariat, azan zuhur menandai masuknya waktu salat Zuhur yang terdiri dari empat rakaat. Memahami bacaan azan, menjawabnya, serta memanjatkan doa setelahnya memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam.
Waktu salat Zuhur dimulai sejak matahari tergelincir (bergeser dari titik kulminasi atau tengah langit) ke arah barat dan berakhir ketika bayangan suatu benda sama panjang dengan benda tersebut. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an mengenai perintah mendirikan salat berdasarkan pergerakan matahari.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 78:
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Artinya: "Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."
Lafaz azan zuhur sama dengan azan pada waktu salat lainnya (Asar, Magrib, dan Isya). Berikut adalah bacaan azan lengkap yang disunahkan untuk dikumandangkan dengan suara yang lantang dan merdu:
اَللّٰهُ اَكْبَرُ، اَللّٰهُ اَكْبَرُ
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar."
أَشْهَدُ اَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّااللهُ
Asyhadu an lā ilāha illallāh
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah."
أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh
Artinya: "Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
Hayya 'alaṣ-ṣalāh
Artinya: "Marilah mendirikan salat."
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
Hayya 'alal-falāh
Artinya: "Marilah menuju kemenangan."
اَللّٰهُ اَكْبَرُ، اَللّٰهُ اَكْبَرُ
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar."
لَا إِلٰهَ إِلَّااللهُ
Lā ilāha illallāh
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."
Setelah mendengar azan zuhur berkumandang, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa wasilah. Membaca doa ini merupakan sunah Rasulullah SAW yang menjanjikan syafaat bagi pembacanya di hari kiamat kelak. Berikut adalah bacaan doa setelah azan:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Allāhumma rabba hāżihid-da'watit-tāmmati, waṣ-ṣalātil-qā'imati, āti sayyidinā Muhammadanil-wasīlata wal-faḍīlata, wab'aṡhu maqāmam maḥmūdanil-lażī wa'adtah.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan salat yang tetap didirikan, kurniailah Nabi Muhammad wasilah (tempat yang luhur) dan kelebihan (kemuliaan), serta bangkitkanlah beliau pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan."
Selain mengetahui bacaan azan dan doanya, terdapat adab-adab yang perlu diperhatikan saat muazin mengumandangkan azan zuhur:
Setelah azan dan iqamah berkumandang, berikut adalah niat salat Zuhur bagi Anda yang menjalankannya, baik secara sendiri (munfarid) maupun berjamaah:
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhazh-zhuhri arba'a raka'aatin mustaqbilal-qiblati adaa'an lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat salat fardu Zuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhazh-zhuhri arba'a raka'aatin mustaqbilal-qiblati adaa'an ma'muuman lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat salat fardu Zuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Dengan memahami makna azan zuhur, menjawab panggilannya, serta melaksanakan salat tepat waktu, kita berharap mendapatkan keberkahan di tengah kesibukan hari dan termasuk dalam golongan hamba yang senantiasa menjaga hubungannya dengan Allah SWT. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved