Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam kehidupan sehari-hari, umat Muslim dianjurkan untuk senantiasa mendoakan keberkahan bagi saudaranya. Salah satu ucapan yang memiliki makna mendalam dan fungsi spiritual yang kuat adalah Allahumma Barik. Frasa ini sering kali terdengar ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan, indah, atau membahagiakan pada diri orang lain. Tidak hanya sekadar pujian, ucapan ini merupakan benteng spiritual yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk melindungi dari pengaruh buruk pandangan mata atau yang dikenal dengan istilah penyakit 'Ain.
Memahami arti, penggunaan konteks yang tepat, serta cara menjawab ucapan ini sangat penting agar kita dapat mengamalkan sunnah dengan sempurna. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai makna, tulisan Arab, serta keutamaan doa tersebut.
Secara bahasa, Allahumma Barik memiliki arti "Ya Allah, berkahilah". Ucapan ini merupakan doa permohonan kepada Allah SWT agar memberikan keberkahan (ziyadatul khair) atau bertambahnya kebaikan kepada objek atau orang yang didoakan.
Berikut adalah tulisan Arab dari doa tersebut yang benar:
اللّهُمَّ بَارِكْ
Doa ini bisa bervariasi tergantung kepada siapa doa tersebut ditujukan (dhamir/kata ganti). Berikut adalah rincian variasinya:
Salah satu alasan utama mengapa kalimat ini sangat ditekankan penggunaannya adalah fungsinya sebagai penawar atau pencegah penyakit 'Ain. Penyakit 'Ain adalah pengaruh buruk yang timbul dari pandangan mata yang disertai rasa kagum atau dengki, yang bisa menyebabkan mudharat pada orang yang dipandang, baik secara fisik maupun mental.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:
"Jika salah seorang dari kalian melihat pada saudaranya, atau melihat pada dirinya, atau melihat pada hartanya, sesuatu yang menakjubkan, maka hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya, karena sesungguhnya penyakit 'Ain itu benar (nyata)."
Dengan mengucapkan Allahumma Barik atau Barakallahu fiik saat memuji, kita menetralisir potensi bahaya dari pandangan kagum kita dengan menyandarkan segala keindahan tersebut kembali kepada Allah SWT sebagai pemilik keberkahan.
Seringkali masyarakat bingung membedakan penggunaan antara Allahumma Barik dan Barakallah. Meskipun keduanya memiliki akar kata yang sama yang berarti memberkahi, penggunaannya sedikit berbeda dalam konteks budaya dan sunnah:
Jika Anda mendapatkan doa ini dari orang lain, adab yang baik adalah membalas doa tersebut dengan doa yang serupa atau lebih baik. Berikut adalah cara menjawabnya:
Konsep memohon keberkahan dan perlindungan dari keburukan (termasuk hasad dan 'Ain) sangat kental dalam ajaran Islam. Di dalam Al-Qur'an, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berlindung dari kejahatan orang yang dengki.
Hal ini termaktub dalam Surat Al-Falaq ayat 5:
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Artinya: "Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."
Selain itu, menjaga diri dengan zikir dan doa juga sejalan dengan perintah Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 152 untuk senantiasa mengingat-Nya. Dengan membiasakan lisan mengucapkan kalimat thayyibah seperti Allahumma Barik, kita tidak hanya menjaga orang lain dari bahaya pandangan mata kita, tetapi juga menjaga hati kita agar senantiasa bersih dan penuh zikir kepada Allah.
Mengucapkan Allahumma Barik adalah praktik sederhana namun memiliki dampak besar dalam menjaga hubungan sosial dan spiritual. Ia mengubah rasa kagum menjadi doa, dan mengubah potensi kedengkian menjadi keberkahan. Mulailah membiasakan diri mengucapkan doa ini setiap kali melihat kelebihan pada diri pasangan, anak, harta, maupun pencapaian orang lain agar hidup senantiasa diliputi keberkahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved