Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
INVESTASI berkelanjutan Indonesia dalam kapasitas layanan publik membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan laporan Chandler Good Government Index (CGGI) 2025, Indonesia kini menempati peringkat ke-47 dunia, menandai peningkatan performa dalam aspek kepemimpinan dan kekuatan institusional.
Temuan ini dibahas dalam forum praktisi dan pembuat kebijakan Asia Pasifik yang diselenggarakan oleh Ho Chi Minh National Academy of Politics (HCMA), Academy of Public Administration and Governance (APAG), dan Chandler Institute of Governance (CIG) di Ha Noi, Viet Nam, Selasa (16/12).
Memasuki tahun kelima pelaporannya, CGGI mengukur kinerja 120 negara melalui tujuh pilar utama, termasuk kepemimpinan, regulasi, dan kekuatan institusi.
Indonesia menunjukkan tren positif yang stabil dalam lima tahun terakhir setelah sempat mengalami fluktuasi pada periode 2021–2024.
Peningkatan paling mencolok terlihat pada dua pilar utama:
Menuju visi Indonesia Emas 2045, riset CGGI menyoroti keberhasilan reformasi administrasi publik melalui modernisasi perencanaan dan penguatan tata kelola regulasi.
Pemanfaatan sarana kerja digital juga menjadi faktor kunci yang memperbaiki proses birokrasi dan meningkatkan kemampuan negara.
Director (Knowledge) CIG Dinesh Naidu menekankan bahwa capaian Indonesia merupakan bukti nyata pentingnya investasi pada tata kelola.
"Perkembangan yang dicapai Indonesia membuktikan, peningkatan kapasitas tata kelola pemerintah merupakan investasi yang bermanfaat. Peningkatan paling konsisten terlihat di sejumlah bidang, seperti memperkuat koordinasi, kelembagaan, dan sistem, serta perencanaan jangka panjang. Fondasi tersebut berperan penting meningkatkan mutu layanan publik," ujar Naidu.
Di kawasan Asia Pasifik, Indonesia bersaing di tengah dinamika yang beragam. Singapura masih memimpin di peringkat pertama global, diikuti Australia dan Selandia Baru.
Di kategori negara berkembang, Indonesia dan Mongolia tercatat sebagai negara dengan progres paling signifikan.
Menurut Naidu, tren global menunjukkan adanya "kompetisi tata kelola", di mana kemajuan satu negara menjadi tolok ukur bagi negara lain.
"Sebuah negara tidak boleh lagi hanya berjalan di tempat," tegasnya.
Melalui data CGGI, pemerintah di berbagai negara kini memiliki instrumen praktis untuk mengidentifikasi keunggulan dan area yang memerlukan perbaikan demi membangun sektor publik yang lebih efisien dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Z-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved