Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Arti Jazakallah Khairan, Tulisan Arab, dan Cara Menjawabnya yang Benar

Thalatie K Yani
12/12/2025 11:29
Arti Jazakallah Khairan, Tulisan Arab, dan Cara Menjawabnya yang Benar
Ilustrasi(Pinterest)

Dalam interaksi sehari-hari umat Muslim, ucapan Jazakallah Khairan sering kali terdengar sebagai pengganti kata terima kasih. Istilah ini bukan sekadar ungkapan rasa syukur antarmanusia, melainkan sebuah doa yang memiliki makna mendalam. Meskipun sudah umum digunakan, masih banyak yang belum memahami secara utuh mengenai arti, cara penulisan, variasi penggunaan berdasarkan gender, serta bagaimana cara menjawabnya sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Pengertian dan Arti Jazakallah Khairan

Secara etimologi, kalimat Jazakallah Khairan berasal dari Bahasa Arab. Untuk memahaminya, kita perlu membedah kata per kata dari kalimat tersebut:

  • Jaza (جَزَا): Berarti memberi ganjaran, membalas, atau memberi imbalan.
  • Ka (كَ): Merupakan dhomir (kata ganti) untuk 'kamu' (laki-laki tunggal).
  • Allah (اللهُ): Merujuk pada Allah SWT.
  • Khairan (خَيْرًا): Berarti kebaikan.

Jadi, arti Jazakallah Khairan secara harfiah adalah "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan". Ungkapan ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan sekadar mengucapkan "syukron" (terima kasih), karena di dalamnya terkandung doa agar Allah SWT yang memberikan balasan terbaik atas kebaikan orang tersebut.

Tulisan Arab Jazakallah Khairan

Agar tidak salah dalam membaca dan memaknainya, berikut adalah penulisan Arab yang benar untuk ucapan Jazakallah Khairan:

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا

Seringkali, ungkapan ini ditambahkan dengan kata Katsiran (banyak), menjadi Jazakallah Khairan Katsiran, yang artinya "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak".

Perbedaan Penggunaan: Jazakallah, Jazakillah, dan Jazakumullah

Dalam tata bahasa Arab (Nahwu Shorof), penggunaan kata ganti orang (dhomir) sangat mempengaruhi bentuk kata kerja. Oleh karena itu, pengucapan doa ini harus disesuaikan dengan siapa lawan bicara kita. Berikut adalah panduan lengkap perbedaannya:

1. Jazakallah Khairan (Untuk Laki-laki Tunggal)

Digunakan jika Anda berbicara kepada satu orang laki-laki.

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا

2. Jazakillah Khairan (Untuk Perempuan Tunggal)

Digunakan jika Anda berbicara kepada satu orang perempuan. Perbedaannya terletak pada akhiran 'ki'.

جَزَاكِ اللهُ خَيْرًا

3. Jazakumullah Khairan (Untuk Jamak/Banyak Orang)

Digunakan jika Anda berbicara kepada sekelompok orang (jamak), baik laki-laki semua maupun campuran laki-laki dan perempuan.

جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا

Cara Menjawab (Balasan) Jazakallah Khairan

Ketika seseorang mendoakan kita dengan ucapan Jazakallah Khairan, sunnahnya adalah kita membalas doa tersebut dengan doa yang serupa. Hal ini sebagaimana diajarkan dalam Islam untuk saling membalas penghormatan dengan yang lebih baik atau setidaknya yang serupa.

Berikut adalah jawaban yang tepat berdasarkan hadis sahih:

1. Wa Iyyaka (Untuk Laki-laki)

Artinya: "Dan kepadamu juga."

وَإِيَّاكَ

2. Wa Iyyaki (Untuk Perempuan)

Artinya: "Dan kepadamu juga."

وَإِيَّاكِ

3. Wa Iyyakum (Untuk Jamak)

Artinya: "Dan kepada kalian juga."

وَإِيَّاكُمْ

Selain jawaban singkat di atas, Anda juga bisa membalas dengan kalimat lengkap seperti "Wajazakallahu Khairan" (Dan semoga Allah membalasmu juga dengan kebaikan).

Dalil dan Keutamaan Mengucapkan Terima Kasih

Mengucapkan terima kasih dan mendoakan orang yang berbuat baik adalah anjuran Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah bersabda:

مَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ، فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

"Barangsiapa yang berbuat baik kepada kalian, maka balaslah. Jika kalian tidak mampu membalasnya, maka doakanlah dia hingga kalian merasa bahwa kalian telah membalasnya." (HR. Abu Daud dan An-Nasa'i).

Selain itu, rasa syukur kepada manusia adalah jembatan menuju syukur kepada Allah SWT. Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang pandai bersyukur. Hal ini sejalan dengan firman Allah mengenai pentingnya bersyukur agar nikmat tersebut ditambah, sebagaimana tercantum dalam Surat Ibrahim ayat 7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"."

Dengan membiasakan mengucapkan Jazakallah Khairan, kita tidak hanya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (Hablum Minannas), tetapi juga menjalankan sunnah Nabi dan memperkuat hubungan spiritual kita dengan Allah SWT melalui doa-doa yang baik.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya