Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM peneliti dari University of Tokyo berhasil menemukan mikroba hidup yang terperangkap di dalam batuan beku berusia sekitar 2 miliar tahun. Mikroba itu ditemukan setelah mereka membelah inti batuan yang diambil dari kedalaman bawah tanah di Afrika Selatan. Penelitian ini dilakukan di kawasan Bushveld Igneous Complex, Afrika Selatan, salah satu formasi batuan beku terbesar di dunia.
Selama proses pengeboran sedalam hampir 15 meter, para ilmuwan mengekstraksi sampel inti batu sepanjang 30 sentimeter yang ditemukan terjepit rapat di antara celah-celah batuan. Sampel tersebut sepenuhnya terisolasi dari permukaan sejak terbentuk miliaran tahun lalu.
Urat batuan yang padat oleh mineral lempung ternyata menjadi penjaga alami, yang mencegah mikroba di dalamnya keluar atau mati. Kondisi tertutup itu membuat organisme mikroskopis tetap terperangkap dan bertahan dari masa ke masa, hingga akhirnya ilmuwan membuka batu tersebut di laboratorium. Saat batu dibelah, mikroba purba itu muncul.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Microbial Ecology. BBC Discover Wildlife sebut sebagai contoh tertua mikroba hidup yang pernah ditemukan dalam batu purba.
Biasanya, studi mikrobiologi geologis dilakukan dengan mengambil sampel cairan dari batuan. Namun, metode itu tidak dapat diterapkan pada batuan Bushveld yang solid, sehingga tim menggunakan teknik drill core method. Melalui pembelahan fisik inti batuan mafik tersebut, ilmuwan menemukan lembaran halus dengan urat-urat yang penuh dengan mikroorganisme kuno. Penulis utama penelitian, Yohey Suzuki mengaku tak menyangka batu berusia sedemikian tua mampu menopang kehidupan.
Namun, penemuan ini membawa dugaan lebih jauh dari sekadar sejarah Bumi. Studi tersebut memunculkan hubungan menarik dengan Mars. Temuan NASA dari Mars Reconnaissance Rover menyebutkan Planet Merah kemungkinan memiliki air antara 2 dan 2,5 miliar tahun lalu, sebelum atmosfernya menipis dan seluruh permukaannya membeku. Jika air benar-benar ada pada masa tersebut, Mars mungkin pernah memiliki kondisi mirip dengan tempat mikroba purba di Afrika Selatan ditemukan.
“Kami tidak tahu apakah batu berusia 2 miliar tahun dapat dihuni, sebelumnya, mikroba tertua yang ditemukan berada di lapisan batuan berusia sekitar 100 juta tahun di bawah dasar laut.” ujarnya. Penemuan mikroba yang terperangkap dalam batu purba ini memberikan gambaran baru kehidupan dapat bertahan dalam kondisi ekstrem dalam jangka waktu yang sangat panjang. (Greenmatter/BBC/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved