Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Matematika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang menantang, namun memahami konsep dasarnya dapat mempermudah penyelesaian masalah. Salah satu materi fundamental yang sering muncul dalam ujian sekolah maupun tes masuk perguruan tinggi adalah rumus deret aritmatika. Materi ini tidak hanya berkaitan dengan angka-angka abstrak, tetapi juga memiliki relevansi dalam perhitungan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung tabungan, pertumbuhan populasi, hingga estimasi keuntungan usaha.
Sebelum masuk ke dalam perhitungan yang kompleks, penting bagi kita untuk membedakan antara barisan dan deret. Kekeliruan dalam memahami kedua istilah ini sering kali menjadi penyebab utama kesalahan dalam menjawab soal. Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian, rumus, hingga langkah-langkah penyelesaian soal deret aritmatika secara komprehensif.
Dalam ilmu matematika, istilah "barisan" dan "deret" memiliki makna yang berbeda meskipun saling berkaitan erat. Memahami perbedaan ini adalah kunci sebelum menerapkan rumus.
Barisan aritmatika adalah susunan bilangan yang memiliki pola tetap, di mana selisih antara satu bilangan dengan bilangan setelahnya selalu sama. Selisih ini disebut dengan beda (b).
Contoh barisan: 2, 5, 8, 11, 14, ...
Pada contoh di atas, selisih antar angka adalah 3. Ini adalah barisan.
Sementara itu, deret aritmatika adalah jumlah dari suku-suku yang ada pada barisan aritmatika. Jika barisan hanya mendaftar angkanya, deret menjumlahkan angka-angka tersebut.
Contoh deret: 2 + 5 + 8 + 11 + 14 + ...
Jadi, ketika Anda diminta mencari "jumlah 10 suku pertama", maka Anda sedang mengerjakan soal deret aritmatika.
Untuk menyelesaikan soal-soal matematika terkait topik ini, Anda perlu menghafal dan memahami dua rumus utama. Rumus pertama digunakan untuk mencari suku ke-n ($U_n$), dan rumus kedua digunakan untuk mencari jumlah n suku pertama ($S_n$).
Sebelum menghitung jumlah total (deret), seringkali kita perlu mengetahui nilai suku terakhir atau suku tertentu. Rumusnya adalah:
Un = a + (n - 1)b
Keterangan:
Inilah rumus deret aritmatika yang utama. Ada dua variasi rumus yang bisa digunakan tergantung apa yang diketahui dalam soal.
Variasi 1 (Jika suku terakhir / $U_n$ diketahui):
Sn = n/2 (a + Un)
Variasi 2 (Jika suku terakhir tidak diketahui, namun beda diketahui):
Sn = n/2 {2a + (n - 1)b}
Keterangan:
Agar tidak bingung saat menghadapi soal cerita atau soal hitungan, ikuti langkah sistematis berikut ini:
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai rumus deret aritmatika, berikut adalah beberapa contoh soal beserta pembahasannya.
Diketahui sebuah deret aritmatika: 3 + 7 + 11 + 15 + ... . Hitunglah jumlah 20 suku pertama dari deret tersebut!
Pembahasan:
Diketahui:
a (suku pertama) = 3
b (beda) = 7 - 3 = 4
n (banyak suku) = 20
Ditanya: $S_{20}$?
Jawab:
Karena $U_n$ (suku terakhir) belum diketahui, kita gunakan rumus variasi kedua:
$S_n = n/2 \{2a + (n - 1)b\}$
$S_{20} = 20/2 \{2(3) + (20 - 1)4\}$
$S_{20} = 10 \{6 + (19)4\}$
$S_{20} = 10 \{6 + 76\}$
$S_{20} = 10 \{82\}$
$S_{20} = 820$
Jadi, jumlah 20 suku pertama adalah 820.
Seorang pegawai menerima gaji tahun pertama sebesar Rp3.000.000 per bulan. Setiap tahun, gaji tersebut naik sebesar Rp500.000. Berapakah jumlah total gaji yang diterima pegawai tersebut selama 10 tahun bekerja?
Pembahasan:
Diketahui:
a = 3.000.000
b = 500.000
n = 10
Ditanya: Total gaji selama 10 tahun ($S_{10}$)?
Jawab:
Gunakan rumus $S_n$:
$S_{10} = 10/2 \{2(3.000.000) + (10 - 1)500.000\}$
$S_{10} = 5 \{6.000.000 + (9 \times 500.000)\}$
$S_{10} = 5 \{6.000.000 + 4.500.000\}$
$S_{10} = 5 \{10.500.000\}$
$S_{10} = 52.500.000$
Jadi, total gaji yang diterima selama 10 tahun adalah Rp52.500.000 (Perhitungan ini mengasumsikan kenaikan gaji dihitung per tahun dan dijumlahkan sebagai total pendapatan tahunan dasar, disederhanakan untuk contoh deret).
Kunci utama dalam menguasai materi ini adalah ketelitian dalam menentukan nilai "beda" ($b$). Seringkali siswa salah menghitung jika deret tersebut berupa angka negatif atau desimal. Selalu ingat bahwa $b = U_2 - U_1$. Jika hasilnya negatif, pastikan tanda minus tersebut tetap diikutsertakan dalam perhitungan rumus.
Dengan memahami konsep dasar dan rutin berlatih menggunakan variasi soal, penggunaan rumus deret aritmatika akan menjadi lebih mudah dan intuitif. Materi ini merupakan pondasi penting untuk mempelajari tingkat matematika lanjut seperti kalkulus dan statistika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved