Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam penggunaan Bahasa Indonesia sehari-hari, kita sering dihadapkan pada keraguan mengenai penulisan kata yang tepat, salah satunya adalah pemilihan antara jaman atau zaman. Kerancuan ini sering terjadi karena pengaruh pelafalan lisan yang terbawa ke dalam ragam tulis. Bagi Anda yang sedang menyusun karya ilmiah, surat resmi, atau artikel jurnalistik, memahami bentuk baku dari kata ini sangatlah krusial. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang benar dan baku adalah zaman, bukan jaman.
Kata "jaman" dianggap sebagai bentuk tidak baku. Penggunaan kata "jaman" lebih sering ditemukan dalam percakapan informal atau ragam cakapan (lisan), di mana huruf 'z' sering kali meluluh menjadi 'j' dalam lidah penutur lokal di beberapa daerah di Indonesia. Namun, untuk keperluan formal dan akademis, penggunaan kata zaman adalah mutlak dan tidak bisa ditawar.
Untuk memahami lebih dalam, kita perlu merujuk pada definisi resmi. Dalam KBBI V (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima), kata zaman memiliki beberapa arti penting, yaitu:
Kata ini sering digunakan untuk menjelaskan periodisasi sejarah, seperti zaman prasejarah, zaman penjajahan, hingga istilah populer saat ini seperti zaman digital. Dengan menggunakan kata baku, tulisan Anda akan terlihat lebih profesional, kredibel, dan mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang.
Mengapa penulisannya menggunakan huruf 'z'? Hal ini dikarenakan kata zaman merupakan kata serapan dari Bahasa Arab. Dalam kaidah penyerapan bahasa asing ke Bahasa Indonesia, bunyi atau huruf asli sering kali dipertahankan jika memungkinkan, terutama untuk kata benda yang sudah umum.
Dalam Bahasa Arab, kata ini ditulis sebagai:
زَمَان
Kata zaman (dibaca: zamaan) memiliki makna waktu atau masa. Karena berasal dari huruf zay (ز), maka transliterasi yang tepat ke dalam Bahasa Indonesia adalah menggunakan huruf 'z', bukan 'j'.
Konsep waktu sendiri sangat penting dalam sejarah peradaban dan agama. Bahkan, dalam Al-Qur'an, Allah SWT bersumpah demi masa atau waktu. Salah satu surat yang paling terkenal membahas tentang waktu adalah Surat Al-'Asr. Anda dapat membaca tafsir dan terjemahannya secara lengkap di Surat Al-'Asr.
Adapun bunyi ayat pertama yang menyebutkan tentang masa adalah:
وَالْعَصْرِ
Artinya: "Demi masa." Hal ini menunjukkan betapa krusialnya konsep waktu (zaman) sehingga diserap secara utuh ke dalam Bahasa Indonesia dengan ejaan yang mendekati aslinya.
Agar Anda tidak lagi keliru dalam membedakan penggunaan jaman atau zaman, berikut adalah daftar perbandingan penggunaan dalam kalimat yang benar dan salah:
Kata zaman memiliki fleksibilitas tinggi dan sering disandingkan dengan kata lain untuk membentuk istilah baru yang spesifik. Berikut adalah beberapa istilah umum yang menggunakan kata baku zaman:
Kesalahan penulisan jaman atau zaman umumnya disebabkan oleh faktor fonologis atau bunyi bahasa. Dalam dialek Jawa dan Sunda, pelafalan huruf 'z' (yang merupakan konsonan frikatif) memang agak sulit dilakukan oleh sebagian penutur asli yang lebih terbiasa dengan konsonan 'j'.
Fenomena ini disebut sebagai adaptasi fonologis. Contoh lain yang serupa adalah kata izin yang sering diucapkan dan ditulis salah menjadi ijin, atau ziarah menjadi jiarah. Namun, sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kita wajib kembali pada pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) dan KBBI, terutama dalam forum resmi dan tulisan publik.
Jadi, jawaban atas pertanyaan jaman atau zaman adalah zaman. Menggunakan kata baku bukan hanya soal mematuhi aturan tata bahasa, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap asal-usul kata dan upaya melestarikan Bahasa Indonesia yang tertib. Mulailah membiasakan diri menulis 'zaman' dalam pesan singkat, status media sosial, maupun dokumen pekerjaan Anda agar terbiasa menggunakan bahasa yang tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved