Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Setelah bertahun-tahun beredar versi salah dan versi anak-anak, berikut ini lirik dan terjemahan yang paling benar dan diakui masyarakat Banjar asli saat ini (2025).
Ampar-ampar pisang
Pisangku belum masak
Masak sabigi dihurung bari-bari
Masak sabigi dihurung bari-bari
Mangga lepak mangga lepok
Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api, apinya canculupan
Bengkok dimakan api, apinya canculupan
Nang mana batis kutung
Dikitip bidawang
Nang mana batis kutung
Dikitip bidawang
Ampar-ampar pisang
Pisangku belum masak
Masak sabigi dihurung bari-bari
Masak sabigi dihurung bari-bari
Susun-susun pisang
Pisangku belum masak
Masak sebuah, dipenuhi bari-bari
Masak sebuah, dipenuhi bari-bari
Manggalepak, manggalepok (bunyi dahan patah)
Patah kayu yang bengkok
Yang bengkok dilalap api, apinya hampir padam
Yang bengkok dilalap api, apinya hampir padam
Yang mana kaki buntung
Digigit biawak
Yang mana kaki buntung
Digigit biawak
[Intro]
C G C G C
[Verse 1]
C G
Ampar-ampar pisang, pisangku belum masak
G C
Masak sabigi dihurung bari-bari
G C
Masak sabigi dihurung bari-bari
[Verse 2]
C G
Mangga lepak mangga lepok, patah kayu bengkok
G C
Bengkok dimakan api, apinya canculupan
G C
Bengkok dimakan api, apinya canculupan
[Verse 3]
F C
Nang mana batis kutung
G C
Dikitip bidawang
F C
Nang mana batis kutung
G C
Dikitip bidawang
[Outro]
C G C
Strumming: ↓↓↑↑↓↑
Tempo: 105–110 bpm
Capo: Tanpa capo (opsional capo fret 2 bila ingin lebih tinggi)
Lagu ini diciptakan Hamiedan AC sekitar tahun 1940-an sebagai lagu sindiran untuk orang malas, sombong, dan tidak tahu diri.
“Pisangku belum masak, masak sabigi dihurung bari-bari” → Pisang di kebun cuma satu yang masak, itupun langsung dipenuhi burung bari-bari (burung pemakan buah). Artinya: orang malas tidak pernah panen banyak, hasil sedikit langsung diambil orang lain.
“Patah kayu bengkok, bengkok dimakan api, apinya canculupan” → Kayu sudah patah dan bengkok (sudah susah), masih dilalap api (masalah baru), apinya malah hampir padam (susah dapat solusi). Gambaran hidup orang yang selalu dapat musibah bertubi-tubi.
“Nang mana batis kutung dikitip bidawang” → Orang yang sombong sampai “kaki buntung” (meremehkan orang lain), akhirnya digigit biawak (celaka sendiri). Pesan moral: jangan sombong, nanti menyesal.
Sekarang kamu sudah punya versi paling benar dan lengkap dari lagu Ampar Ampar Pisang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved