Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketika ada musibah atau sesuatu yang tidak sesuai harapan, banyak umat Islam mengucapkan qadarullah. Lalu, qadarullah artinya apa sebenarnya? Simak penjelasan mudah dan lengkap berikut ini.
Qadarullah terdiri dari dua kata:
Jadi qadarullah artinya “ketetapan Allah” atau “ini sudah takdir Allah”.
Kalimat lengkap yang sering diucapkan adalah:
قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
Qadarullāhi wa mā syā'a fa'ala
Artinya: “Allah telah menetapkan dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi.”
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
وَخُلِقَ كُلُّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا
Wa khalaqa kulli syai'in fa qaddarahu taqdīrā
Artinya: “Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu Dia menentukan ukuran-ukurannya dengan sungguh-sungguh.” (QS. Al-Furqan: 2)
Juga dalam QS. Al-Qamar ayat 49:
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
Innā kulla syai'in khalaqnāhu biqadar
Artinya: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).”
Rasulullah SAW bersabda:
"إِذَا أَصَابَ أَحَدَكُمْ مُصِيبَةٌ فَلْيَقُلْ: قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ"
Jika salah seorang dari kalian ditimpa musibah, maka ucapkanlah: Qaddarallāhu wa mā syā'a fa'ala
(HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani)
Kalimat qadarullah paling utama diucapkan ketika:
Namun jangan diucapkan untuk membenarkan maksiat. Misalnya: “Saya bolos sholat karena qadarullah” → ini salah besar.
Qadarullah artinya ketetapan atau takdir Allah yang pasti terjadi sesuai kehendak-Nya. Mengucapkannya menunjukkan kita ridha, sabar, dan percaya bahwa segala yang terjadi adalah yang terbaik menurut Allah SWT.
Semoga setiap musibah yang kita alami menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di sisi-Nya. Aamiin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved