Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Perkembangbiakan hewan adalah proses alami yang dilakukan hewan untuk menghasilkan keturunan agar jenisnya tidak punah. Setiap hewan memiliki cara perkembangbiakan yang berbeda-beda, ada yang melalui perkawinan dan ada pula yang tanpa perkawinan.
Secara garis besar, perkembangbiakan hewan dibagi menjadi dua yaitu generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual).
Perkembangbiakan generatif terjadi melalui perkawinan antara hewan jantan dan betina. Sel kelamin jantan (sperma) bertemu dengan sel kelamin betina (sel telur) sehingga terbentuk zigot.
Hewan bertelur dan telurnya dierami sampai menetas. Contoh:
Janin berkembang di dalam rahim induk dan dilahirkan dalam keadaan hidup. Contoh:
Telur dierami di dalam tubuh induk, lalu anak keluar sudah menetas. Contoh:
Tidak melibatkan perkawinan, keturunan dihasilkan dari satu induk saja.
Tubuh induk membelah menjadi dua bagian yang sama. Contoh: Amoeba, Paramecium.
Tumbuh tunas kecil yang kemudian lepas menjadi individu baru. Contoh: Hydra, spons.
Tubuh terpotong-potong, setiap potongan tumbuh jadi individu baru. Contoh: Cacing planaria, bintang laut.
Sel telur berkembang menjadi individu baru tanpa dibuahi sperma. Contoh: Kutu daun, lebah jantan, beberapa jenis kadal.
| Perkembangbiakan Generatif | Perkembangbiakan Vegetatif |
|---|---|
| Melibatkan 2 induk (jantan & betina) | Hanya 1 induk |
| Keturunan bervariasi (ada rekombinasi gen) | Keturunan identik dengan induk |
| Lebih lambat | Lebih cepat |
Dengan berkembang biak, hewan dapat melanjutkan keturunan, menjaga keseimbangan ekosistem, dan mencegah kepunahan spesies. Proses perkembangbiakan hewan ini juga menjadi salah satu materi IPA penting di sekolah dasar dan menengah.
Semoga penjelasan tentang perkembangbiakan hewan ini mudah dipahami ya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved