Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Apa Itu Majas Personifikasi? Pengertian, Ciri, dan Contoh Lengkap

Irvan Sihombing
19/11/2025 14:04
Apa Itu Majas Personifikasi? Pengertian, Ciri, dan Contoh Lengkap
Ilustrasi(Antara)

Pernahkah kamu mendengar kalimat seperti "Angin berbisik di telingaku" atau "Bunga-bunga menari di taman"? Kalimat ini terdengar hidup, bukan? Itu karena menggunakan majas personifikasi. Tapi, apa itu majas personifikasi? Artikel ini akan menjelaskan pengertian, ciri-ciri, dan contoh majas personifikasi secara sederhana agar mudah dipahami.

Pengertian Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang membuat benda tak hidup seolah-olah memiliki sifat, perasaan, atau perilaku seperti manusia. Dengan kata lain, benda mati seperti angin, pohon, atau bunga digambarkan seakan-akan bisa berbicara, berpikir, atau bertindak. Majas ini sering digunakan dalam puisi, cerita, atau iklan untuk membuat tulisan lebih menarik dan hidup.

Misalnya, kalimat "Matahari tersenyum cerah" memberikan gambaran bahwa matahari, yang sebenarnya benda tak hidup, bisa tersenyum seperti manusia. Ini membantu pembaca membayangkan suasana yang ceria.

Ciri-Ciri Majas Personifikasi

Agar lebih mudah mengenali majas personifikasi, berikut adalah ciri-cirinya:

  • Menggambarkan benda tak hidup seperti manusia: Benda mati diberi sifat manusia, seperti berbicara, berjalan, atau merasa.
  • Menggunakan kata kerja atau sifat manusia: Contohnya, kata "bernyanyi", "menangis", atau "tersenyum" digunakan untuk benda tak hidup.
  • Menciptakan imajinasi yang kuat: Majas ini membuat pembaca bisa membayangkan sesuatu dengan lebih hidup dan emosional.
  • Biasanya ada dalam karya sastra: Sering ditemukan dalam puisi, lagu, atau cerita untuk menambah keindahan bahasa.

Contoh Majas Personifikasi

Berikut adalah beberapa contoh majas personifikasi yang mudah dipahami:

  1. Daun-daun melambai tertiup angin.
    Daun digambarkan seolah-olah bisa melambai seperti tangan manusia.
  2. Langit menangis di sore yang kelabu.
    Langit digambarkan menangis, padahal maksudnya adalah hujan turun.
  3. Jam dinding berdetak tanpa lelah.
    Jam dinding seolah-olah hidup dan terus bekerja seperti manusia.
  4. Bunga matahari mengintip dari balik pagar.
    Bunga digambarkan seperti manusia yang sedang mengintip.
  5. Ombak berlari mengejar pantai.
    Ombak digambarkan seolah-olah bisa berlari seperti manusia.

Mengapa Majas Personifikasi Penting?

Majas personifikasi membuat tulisan atau ucapan lebih menarik dan penuh emosi. Bayangkan jika kita hanya menulis "Angin bertiup kencang" dibandingkan "Angin mengamuk di malam yang gelap". Kalimat kedua terasa lebih dramatis dan hidup, bukan? Itulah kekuatan majas personifikasi. Selain itu, majas ini sering digunakan untuk:

  • Menarik perhatian pembaca atau pendengar.
  • Membuat puisi atau cerita lebih indah.
  • Menyampaikan pesan dengan cara yang kreatif.

Cara Membuat Kalimat dengan Majas Personifikasi

Ingin mencoba membuat kalimat dengan majas personifikasi? Berikut langkah sederhananya:

  1. Pilih benda tak hidup, misalnya pohon, sungai, atau awan.
  2. Bayangkan benda itu melakukan sesuatu seperti manusia, seperti bernyanyi, menari, atau berbicara.
  3. Gabungkan dengan kata-kata yang hidup, seperti "Pohon berbisik" atau "Sungai bernyanyi".

Contoh: Awan-awan berlari di langit biru. Mudah, bukan?

Kesimpulan

Jadi, apa itu majas personifikasi? Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang membuat benda tak hidup seolah-olah memiliki sifat manusia, seperti berbicara, merasa, atau bertindak. Ciri-cirinya meliputi penggunaan kata kerja atau sifat manusia untuk benda mati, menciptakan imajinasi kuat, dan sering digunakan dalam karya sastra. Contohnya seperti "Bunga menari" atau "Angin berbisik". Dengan majas ini, tulisan menjadi lebih hidup dan menarik.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya