Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Mengenal tokoh ulama besar seperti Syekh Ali Jaber tentu membuat kita penasaran dengan keluarganya. Siapa adiknya Syekh Ali Jaber? Jawabannya adalah Syekh Shadiq Jaber, seorang ulama terkenal dari Suriah yang juga meninggalkan jejak mendalam di Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan bahas siapa dia, latar belakangnya, dan kontribusinya yang luar biasa. Cerita ini bisa menginspirasi kita untuk lebih mencintai ilmu agama.
Adiknya Syekh Ali Jaber adalah Syekh Shadiq Jaber, lahir di Suriah pada tahun 1929. Beliau adalah saudara kandung dari Syekh Ali Jaber, ulama legendaris yang dikenal sebagai guru besar di Indonesia. Syekh Shadiq tumbuh di keluarga yang penuh dengan ilmu agama. Sejak kecil, dia sudah belajar Al-Quran dan hadis dari ayahnya. Ini membuatnya menjadi ulama muda yang pintar dan berdedikasi.
Kehidupan Syekh Shadiq penuh petualangan. Beliau pindah ke Indonesia untuk menyebarkan ajaran Islam. Di sini, banyak orang yang belajar darinya. Adiknya Syekh Ali Jaber ini dikenal ramah dan sabar dalam mengajar. Murid-muridnya bilang, beliau seperti pohon rindang yang melindungi semua orang dari panasnya dunia.
Keluarga Jaber berasal dari kota Homs, Suriah. Ayah mereka adalah seorang guru agama yang saleh. Syekh Ali Jaber, sang kakak, lahir lebih dulu dan menjadi panutan bagi adiknya. Syekh Shadiq belajar di madrasah-madrasah terkenal di Suriah. Dia hafal Al-Quran sejak usia 12 tahun dan mahir dalam fiqih serta tafsir.
Setelah itu, adiknya Syekh Ali Jaber melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar di Mesir. Di sana, beliau bertemu banyak ulama besar. Pengalaman ini membuat ilmunya semakin luas. Pada 1950-an, beliau datang ke Indonesia atas undangan teman-temannya. Sejak itu, hidupnya berdedikasi untuk umat Islam di tanah air kita.
Saat tiba di Indonesia, Syekh Shadiq langsung mengajar di pesantren-pesantren besar. Beliau tinggal di Jakarta dan sering berkeliling ke daerah lain. Adiknya Syekh Ali Jaber ini juga membantu saudaranya dalam menyebarkan dakwah. Mereka berdua seperti tim yang saling melengkapi. Syekh Shadiq fokus pada pengajaran lanjutan, sementara Syekh Ali lebih ke pengajaran dasar.
Salah satu cerita menarik adalah bagaimana beliau mengajar ribuan santri tanpa lelah. Bahkan saat sakit, beliau tetap datang ke kelas. Ini menunjukkan betapa besar cintanya pada ilmu dan murid-muridnya.
Apa saja yang diberikan Syekh Shadiq kepada kita? Pertama, beliau menerjemahkan banyak buku agama dari Arab ke bahasa Indonesia. Ini memudahkan orang biasa memahami ajaran Islam. Kedua, adiknya Syekh Ali Jaber mendirikan lembaga pendidikan Islam di Jakarta. Lembaga ini masih ada sampai sekarang dan melahirkan banyak ulama muda.
Ketiga, beliau sering memberi ceramah di radio dan majalah. Suaranya yang lembut membuat banyak orang terinspirasi. Syekh Shadiq wafat pada tahun 2001, tapi warisannya tetap hidup. Banyak muridnya yang sekarang menjadi pemimpin agama di Indonesia.
Mengetahui siapa adiknya Syekh Ali Jaber bukan hanya soal sejarah. Ini tentang belajar dari teladannya. Di zaman sekarang, di mana gadget mengalihkan perhatian, cerita Syekh Shadiq mengajak kita kembali ke akar ilmu agama. Beliau membuktikan bahwa dengan kesabaran, siapa pun bisa menjadi guru bagi banyak orang.
Beberapa pelajaran sederhana dari hidupnya: Pertama, jangan pernah berhenti belajar, meski sudah tua. Kedua, bagikan ilmu dengan ikhlas, tanpa pamrih. Ketiga, keluarga adalah pondasi utama dalam perjuangan. Syekh Shadiq dan kakaknya menunjukkan itu dengan baik.
Semoga cerita tentang adiknya Syekh Ali Jaber ini membuka mata kita untuk lebih menghargai ulama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved