Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TANGGAL 29 Oktober ternyata bukan sekadar hari biasa. Di berbagai negara dan organisasi internasional, tanggal ini diperingati sebagai momen penting yang mencakup isu sosial, kesehatan, teknologi, hingga budaya.
1. International Day of Care and Support (Hari Perawatan dan Dukungan Internasional)
Peringatan ini ditetapkan oleh PBB melalui resolusi A/RES/77/317. Tujuannya adalah mengakui dan menghargai pekerjaan perawatan, baik yang dibayar maupun tidak dibayar, serta memastikan hak-hak para pekerja sektor ini terlindungi.
Organisasi seperti International Trade Union Confederation (ITUC) ikut mendorong agar pekerjaan perawatan, yang selama ini banyak dilakukan oleh perempuan, mendapatkan pengakuan dan dukungan lebih besar.
2. World Stroke Day (Hari Stroke Sedunia)
Setiap tahun pada 29 Oktober, dunia memperingati Hari Stroke Sedunia. Peringatan ini diinisiasi oleh World Stroke Organization (WSO) sejak tahun 2006 sebagai bagian dari kampanye global untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit stroke.
Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di dunia. Melalui hari ini, berbagai organisasi kesehatan mengajak masyarakat mengenali gejala stroke, menerapkan gaya hidup sehat, serta memberikan dukungan bagi para penyintas.
3. Internet Day (Hari Internet Internasional)
Tanggal 29 Oktober juga dikenal sebagai Hari Internet atau World Internet Day. Hari ini memperingati momen bersejarah pada 1969, ketika pesan elektronik pertama dikirim melalui jaringan antara dua komputer di California, Amerika Serikat (AS), yang merupakan cikal bakal internet modern.
Walaupun tidak ditetapkan secara resmi oleh badan dunia, Internet Day populer sebagai “fun holiday” yang dirayakan komunitas digital di banyak negara.
Situs Time and Date menyebut, peringatan ini menjadi refleksi atas peran besar internet dalam kehidupan manusia, mulai dari pendidikan, komunikasi, hingga ekonomi digital.
4. National Indigenous People’s Thanksgiving Day (Filipina)
Di Filipina, tanggal 29 Oktober diperingati sebagai Hari Ucapan Syukur Masyarakat Adat Nasional (National Indigenous People’s Thanksgiving Day). Peringatan ini disahkan melalui undang-undang tahun 1997 sebagai bentuk penghargaan terhadap masyarakat adat yang memiliki kontribusi penting bagi budaya dan sejarah bangsa.
Hari ini menjadi simbol pengakuan terhadap hak, kebijaksanaan lokal, dan keberagaman etnis yang menjadi bagian dari jati diri bangsa Filipina.
Meskipun bukan peringatan global, tanggal ini memperlihatkan bagaimana 29 Oktober juga bermakna secara nasional di kawasan Asia Tenggara.
5. Republic Day (Hari Republik Turki)
Di Turki, 29 Oktober menjadi hari besar nasional yang dikenal sebagai Republic Day (Cumhuriyet Bayram). Hari ini memperingati berdirinya Republik Turki pada 1923, setelah runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah, dengan Mustafa Kemal Ataturk sebagai tokoh utama di balik transformasi negara tersebut.
Setiap tahun, masyarakat Turki merayakannya dengan parade militer, pesta kembang api, konser, dan upacara kenegaraan di seluruh kota besar. (berbagai sumber/Z-1)
Program ini mengubah kebiasaan khas masyarakat Indonesia, yaitu berkaraoke, menjadi bentuk terapi wicara yang menyenangkan.
Stroke, saat ini, masih menjadi penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia, bahkan tercatat tertinggi di Asia Tenggara.
Enam makanan yang mendukung peningkatan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) terbukti membantu neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk pulih setelah cedera.
Di Indonesia, pasien stroke yang menjadi peserta BPJS Kesehatan, khususnya JKN-KIS, dapat memperoleh pengobatan tanpa biaya.
Stroke adalah kondisi medis darurat yang dapat menimpa siapa saja dan merupakan penyebab disabilitas nomor satu serta kematian ketiga terbesar di dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved