Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Pernahkah Anda melihat hewan kecil panjang yang merayap di dinding kamar saat malam hari? Hewan mirip kelabang kecil ini sering disebut lenyai. Banyak orang takut karena mitos-mitos aneh yang melekat padanya. Tapi, apa sebenarnya lenyai itu? Artikel ini akan ungkap fakta dan mitosnya agar Anda tidak lagi bingung atau panik.
Hewan mirip kelabang kecil ini, atau lenyai, adalah jenis kelabang tanah dari keluarga Geophilidae. Tubuhnya ramping, panjangnya hanya 2-6 cm, dengan banyak kaki yang membuatnya bergerak cepat. Di Indonesia, lenyai dikenal dengan nama berbeda seperti leunyai di Sunda, reno atau rena di Jawa. Hewan ini suka hidup di tempat lembab, seperti bawah kasur, dinding rumah, atau tumpukan daun di luar.
Yang bikin lenyai unik adalah darahnya yang berwarna hijau menyala. Saat terancam, lenyai bisa keluarkan cairan bercahaya seperti api kecil. Di luar negeri, hewan mirip kelabang kecil ini disebut "fire centipede" karena efek cahayanya yang menyeramkan.
Dengan ciri ini, lenyai mudah dibedakan dari kelabang biasa yang lebih besar dan beracun kuat.
Mitos lenyai sudah lama beredar di masyarakat Indonesia. Banyak cerita yang bikin orang bergidik, tapi sebenarnya hanya khayalan belaka. Mari kita bahas satu per satu agar Anda bisa bedakan mana fakta dan mana bohongan.
Ada cerita lama bahwa lenyai suka merayap ke telinga orang tidur, lalu bertelur di dalam kepala hingga menggerogoti otak. Ini mitos paling seram! Faktanya, lenyai tidak tertarik pada manusia. Hewan mirip kelabang kecil ini hanya makan serangga kecil seperti kecoa atau semut. Mereka tak punya alat untuk gali telinga atau bertelur di tubuh manusia.
Beberapa orang bilang, kalau lenyai masuk rumah, itu pertanda sial atau ada roh gentayangan. Di daerah pedesaan, lenyai dianggap utusan makhluk halus. Tapi, ilmu pengetahuan bilang lain. Lenyai hanya cari tempat aman dari predator. Mereka masuk rumah karena ada kelembaban tinggi, bukan karena kutukan.
Banyak yang takut kalau darah hijau lenyai menyentuh kulit, bisa sebabkan penyakit aneh. Sebenarnya, cairan itu hanya pewarna alami untuk pertahanan diri. Bau menyengatnya bikin musuh mundur, tapi tak berbahaya bagi manusia. Hanya bisa iritasi ringan kalau terkena luka terbuka.
Selain mitos, lenyai punya sisi menarik dari sains. Hewan mirip kelabang kecil ini adalah predator ulung di alam. Mereka hidup di Asia Tenggara, Afrika, hingga Amerika, dan bantu jaga keseimbangan ekosistem dengan makan hama.
Lenyai suka tempat gelap dan basah. Di rumah, mereka sering muncul di kamar mandi atau dapur. Betinanya protektif, lingkarkan tubuh untuk jaga telur. Lenyai karnivora, buru mangsa kecil pakai rahang tajam, tapi gigitannya tak sekuat lipan rumah.
Tidak berbahaya serius. Gigitan lenyai seperti sengat semut, cuma bengkak sebentar. Anak kecil atau orang alergi mungkin perlu obat. Tapi, lenyai jarang gigit kecuali diganggu.
Tak suka lenyai berkeliaran? Ikuti tips sederhana ini untuk buat rumah tak nyaman bagi mereka.
Dengan langkah ini, lenyai akan pilih pindah ke tempat lain. Ingat, jangan bunuh sembarangan karena mereka bantu kurangi serangga lain.
Hewan mirip kelabang kecil seperti lenyai memang bikin penasaran dengan mitosnya yang seram. Tapi, setelah tahu fakta ilmiah, Anda bisa santai saja. Lenyai justru teman alam yang berguna. Kalau sering muncul di rumah, coba tips di atas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved