Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GULA adalah zat pemanis yang umumnya berbentuk kristal berwarna putih atau cokelat, berasal dari tebu, bit gula, kelapa, aren, atau sumber alami lainnya.
Secara kimia, gula termasuk dalam kelompok karbohidrat sederhana yang mudah diserap tubuh dan menjadi sumber energi utama.
Glukosa adalah bahan bakar utama otak dan otot. Jika asupan terlalu sedikit, tubuh akan cepat lemas, lesu, dan kehilangan tenaga.
Kadar gula rendah membuat otak kekurangan energi sehingga memicu sakit kepala, pusing, bahkan sulit berkonsentrasi.
Hipoglikemia bisa membuat tubuh bergetar, tangan gemetar, serta keluar keringat dingin meski tidak sedang beraktivitas berat.
Kurangnya gula memengaruhi kinerja hormon serotonin dan dopamin, sehingga emosi lebih mudah meledak dan suasana hati tidak stabil.
Otak menggunakan sekitar 20 persen energi tubuh, terutama dari glukosa. Kekurangan gula bisa menurunkan fokus, memperlambat respon, dan membuat mudah lupa.
Kadar gula darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan pandangan kabur atau berkunang-kunang.
Jika hipoglikemia berat dan tidak segera ditangani, dapat memicu kejang karena otak benar-benar kekurangan energi.
Dalam kondisi ekstrem, kadar gula yang sangat rendah bisa membuat seseorang pingsan bahkan berisiko koma.
Gula adalah karbohidrat sederhana yang berfungsi sebagai sumber energi cepat bagi tubuh, tetapi harus dikonsumsi dalam jumlah wajar agar tidak menimbulkan masalah kesehatan. (Z-4)
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan pasokan gula konsumsi berada pada level aman.
Gula dapat ditemukan secara alami pada makanan seperti buah, sayur, dan susu, maupun ditambahkan ke berbagai produk olahan sebagai gula tambahan.
Riset menemukan konsumsi fruktosa dapat memicu sel imun bereaksi lebih kuat terhadap racun bakteri, meningkatkan risiko peradangan bahkan pada orang sehat.
Food Policy Fellowship 2025 yang diselenggarakan oleh Pijar Foundation bekerja sama dengan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, resmi ditutup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved