Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH Pahlawan Nasional Cut Meutia di Gapong (Desa) Masjid, Kemukiman Pirak, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengalami rusak parah. Padahal rumah kayu adat Aceh itu dibangun kembali berkisar tahun 80 an di pekarangan bekas rumah dasar Cut Meutia,
Lokasi pekarangan rumah itu seluas sekitar 1 hektare (Ha) persis di pinggir sawah nan luas. Diantara maksud membangun kembali di lokasi dasar itu untuk mengenang sejarah perjuangan Cut Meutia hingga akhir hayat di Rimba Pase.
Rumah panggung berkonstruksi kayu memiliki banyak tiang bulat itu sudah sekitar 4 tahun terbiarkan bocor bagian atap dan lapuk kayu papan lantai itu. Lalu tiga unit bangunan kayu lumbung padi berukuran raksasa juga sidak bocor bagian atap.
Sedangkan jengki (alat penumbuk padi) terbengkalai tidak terurus atau terbiarkan rusak. Selain kondisi rumah sudah rusak, fasilitas pendukung lainnya juga banyak yang dalam keadaan uzur karena sering diguyur hujan.
Pengamatan Media Indonesia, Jumat (27/6) kondisi atap bagian tombak layar rumah sudah menganga karena sering tertembus angin diguyur hujan. Sedikitnya ada tiga bangunan berkontraksi kayu kwalitas super yang rusak berat, yaitu bangunan jeungki penumbuk padi dan bangunan lumbung padi bergaya Aceh.
Muslim, penjaga rumah Cut Meutia, mengaku telah berulangkali melaporkan kondisi kerusakan parah pada beberapa bagian bangunan Rumah Cut Meutia. Namun hingga sekarang belum ada realisasinya.
"Sudah empat tahun terakhir ini terjadi bocor atap berbahan daun rumbia. Kerusakan lainnya seperti lapuk lantai, rusak lumbung padi. Dari 3 lumbung padi hanya satu unit masih bagus, sedangkan dua lainnya sudah rusak berat" tutur Muslim.
Sejarawan Aceh, M Adli Abdullah, kepada Media Indonesia, mengatakan pemerintah seharusnya lebih peduli dengan bukti sejarah perjuangan para pahlawan nasional seperti Cut Meutia. Karena itu bukan hanya sekedar melihat peninggalan masa lalu, tapi juga pendidikan sejarah untuk masa depan yang lebih baik.
"Hargailah jasa mereka yang telah melahirkan negeri ini. Membiarkan Cagar budaya terbengkalai tidak terurus merupakan hal yang tidak patut. Segera bangun kembali dimana kerusakan bangunan itu. Jangan sampai rusak berkepanjangan seperti budaya dan peradaban tidak bertuan" tutur Adli Abdullah yang juga Dosen Hukum Adat senior dari Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh.(H-2)
Seorang petani di Bener Meriah, Aceh, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar saat mencoba mengusir satwa tersebut dari kebunnya.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Sebanyak 35 rumah rusak berat serta tertimbun akibat tanah longsor yang terjadi pada November 2025.
Garuda Indonesia menghibahkan satu unit pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh. Hibah ini dirancang sebagai sarana praktik langsung bagi calon jemaah.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved