Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
EMAS merupakan logam berat yang langka di Bumi, terbentuk di luar angkasa saat dua bintang neutron bertabrakan. Namun, seberapa langka sebenarnya emas di planet kita, dan berapa banyak jumlahnya saat ini?
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), manusia telah menambang sekitar 206.000 ton emas sepanjang sejarah. Mayoritasnya digunakan untuk perhiasan. Sementara itu, Dewan Emas Dunia (World Gold Council) mencatat angka yang lebih tinggi, yakni 238.391 ton emas telah ditambang, cukup untuk membentuk kubus emas setinggi 22 meter.
Dari total emas tersebut:
Meski sebagian besar emas yang ekonomis telah ditambang, masih ada cadangan emas yang layak dieksplorasi. USGS memperkirakan terdapat sekitar 70.550 ton emas yang masih tersimpan di dalam kerak Bumi dan dapat ditambang secara ekonomis. Negara dengan cadangan terbesar antara lain Rusia, Australia, dan Afrika Selatan. Namun, Tiongkok menjadi negara penghasil emas terbesar pada 2024.
Dewan Emas Dunia, yang bekerja sama dengan konsultan Metals Focus, memisahkan antara:
Mereka mencatat cadangan emas dunia sekitar 60.370 ton, dan sumber daya sekitar 145.626 ton.
Gabungan data USGS dan World Gold Council menunjukkan total emas yang telah ditambang dan yang diketahui ada di kerak bumi mencapai 277.000 hingga 299.000 ton. Namun, angka ini masih menyimpan ketidakpastian.
Fakta yang mengejutkan, sebagian besar emas di Bumi tidak berada di kerak atau permukaan, melainkan terkunci jauh di inti planet. Konsentrasi emas di kerak Bumi hanya sekitar 4 bagian per miliar—setara 0,004 gram per ton batuan. Totalnya sekitar 441 juta ton emas tersebar tipis di kerak, menurut The Royal Mint.
Namun, itu belum seberapa dibanding jumlah emas yang berada di inti bumi. Para ahli memperkirakan 99% emas dunia terkubur di inti, cukup untuk melapisi seluruh permukaan Bumi setebal 0,5 meter.
Menurut Dr. Chris Voisey, ahli geologi endapan bijih dari Monash University, saat Bumi masih berupa massa cair miliaran tahun lalu, emas tenggelam ke inti karena berat jenisnya tinggi. Sisa 0,5% emas yang kini ditambang berasal dari tabrakan meteorit dalam peristiwa Late Heavy Bombardment sekitar 4,1 hingga 3,8 miliar tahun lalu.
“Emas yang kita temukan saat ini berasal dari material luar angkasa yang datang setelah kerak bumi terbentuk,” jelas Voisey dalam wawancara dengan Live Science.
Menurut Voisey, sulit—jika bukan mustahil—untuk mengetahui jumlah pasti emas yang ada di Bumi atau yang belum ditemukan. Pengiriman emas dari luar angkasa juga saat ini dianggap sangat kecil dan tidak signifikan.
"Emas di Bumi tidak bertambah, hanya berpindah lokasi karena proses geologi," ujarnya.
Dengan demikian, meski emas tampak berlimpah dalam bentuk perhiasan dan investasi, kenyataannya logam mulia ini masih menjadi salah satu sumber daya paling langka dan sulit diakses di planet kita. (Live Science/Z-2)
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Prediksi harga emas Antam Rabu 4 Februari 2026 diperkirakan menguat di kisaran Rp3,02–Rp3,14 juta per gram menyusul rebound harga emas dunia dan aksi bargain hunting investor global.
Analisis prediksi harga emas pada 3 Februari 2026 berdasarkan data global dan lokal. Lihat faktor penggerak harga, perkiraan level harga emas Antam & prospek XAU/USD terbaru.
Analisa harga emas Sabtu 31 Januari 2026. Usai anjlok ke Rp3,12 juta per gram, akankah emas Antam rebound akhir pekan ini? Cek prediksi dan faktor pemicunya.
Prediksi harga emas Antam untuk Jumat, 30 Januari 2026. Tren bullish berlanjut, harga diproyeksikan tembus Rp3,2 juta per gram menyusul rekor global.
HARGA emas hari ini dan perak terus mencatatkan rekor kenaikan pada Kamis (29/1) akibat pembelian aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi, serta setelah kebijakan The Fed AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved