Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Kanker Ovarium Sedunia yang diperingati setiap 8 Mei di tahun ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran, memperjuangkan akses yang setara terhadap perawatan, serta mendukung para penyintas dan mereka yang tengah berjuang melawan kanker ovarium. Adapun tema yang diusung dalam peringatan Hari Kanker Ovarium Sedunia tahun ini adalah 'No Woman Left Behind' atau 'Tidak Ada Perempuan yang Tertinggal'.
Guna mendukung kampanye positif ini, Holywings Peduli yang bekerja sama dengan HW Livehouse dan Tiger Semarang mengadakan kegiatan sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sIstem reproduksi wanita terutama ovarium atau biasa di kenal dengan nama lain indung telur.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto membuat kegiatan ini menjadi bentuk wujud nyata untuk ikut mendukung upaya mengetahui lebih dini mengenai edukasi sistem reproduksi wanita.
“Kami ingin masyarakat lebih peduli pada kesehatan, dengan adanya kegiatan Holywings Peduli ini Kami harap warga bisa termotivasi untuk melakukan cek kesehatan secara rutin,” ujar Andrew dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (13/5).
Sebagai informasi, pemeriksaan kesehatan ini berlangsung di Livehouse Semarang dan menyediakan layanan lengkap, meliputi cek gula darah, kolesterol, tekanan darah, hingga asam urat. Warga berkesempatan berkonsultasi dengan tenaga medis dari RS Siloam Semarang, yang memastikan pemeriksaan dilakukan secara akurat.
Salah seorang warga yang hadir, Handayani, menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberi warga kesempatan mengenali kondisi kesehatan mereka tanpa khawatir soal biaya.
“Kami sangat terbantu. Karena sebelumnya kurang peduli mengenai kesehatan wanita. Akhirnya setelah melihat seminar kesehatan sekarang dapat wawasan lebih jauh mengenai ovarium dan saya akan kasih tau juga ke saudara dan anak anak saya. Selain itu cek kesehatannya juga membantu kami. Biasanya sulit melakukan cek kesehatan lengkap seperti ini,” ujarnya. (E-4)
Tes darah Galleri yang dikembangkan perusahaan AS, Grail, berhasil mendeteksi lebih dari 50 jenis kanker dalam uji klinis di Amerika Utara.
Demi mendalami perannya sebagai Shella Selpi Lizah, seorang pejuang kanker ovarium, Mawar De Jongh rela menurunkan berat badan hingga 6 kilogram dalam waktu dua bulan.
Louise Altese-Isidori, 50, asal AS, didiagnosis kanker ovarium stadium 4B tanpa gejala apa pun.
Studi PAOLA-1 menunjukkan pasien HRD-positif yang menjalani maintenance therapy dengan Olaparib dan Bevacizumab memiliki masa bebas penyakit hingga 37 bulan.
Bahkan setelah menjalani operasi dan kemoterapi, tingkat kekambuhan kanker ovarium tetap tinggi dalam tiga tahun pertama.
Menurut data GLOBOCAN 2022, Indonesia termasuk dalam 10 besar negara dengan jumlah kasus kanker ovarium tertinggi di dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved