Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN adalah fenomena cuaca di mana tetesan air jatuh dari atmosfer ke permukaan bumi. Hujan terbentuk ketika uap air yang terkumpul di atmosfer mengembun menjadi tetesan air yang cukup besar dan berat untuk jatuh karena gravitasi.
Hujan adalah bagian penting dari siklus air yang mendukung kehidupan di bumi, karena memberikan pasokan air untuk tanaman, sungai, dan sumber air lainnya.
Hujan dapat terjadi dalam berbagai intensitas, seperti gerimis, hujan ringan, hujan sedang, atau hujan lebat, tergantung pada jumlah dan ukuran tetesan air yang jatuh.
Hujan dapat terjadi secara teratur dalam musim-musim tertentu atau sebagai fenomena cuaca yang lebih mendalam, seperti badai.
Proses terjadinya hujan merupakan bagian dari siklus air yang melibatkan perubahan keadaan air di atmosfer. Hujan terjadi ketika uap air di udara berubah menjadi tetesan air yang jatuh ke permukaan bumi.
Proses pertama dalam siklus hujan adalah evaporasi, yaitu penguapan air dari permukaan laut, sungai, danau, atau tumbuhan yang disebut transpirasi. Panas matahari menyebabkan air menguap menjadi uap air dan naik ke atmosfer.
Setelah uap air naik, suhu udara semakin dingin dan menyebabkan uap air tersebut kondensasi (berubah menjadi titik air kecil). Titik-titik air ini berkumpul membentuk awan. Awan terdiri dari jutaan tetesan air yang sangat kecil yang melayang di udara.
Tetesan air yang terbentuk dalam awan saling bergabung menjadi tetesan yang lebih besar. Proses ini terjadi karena adanya kompresi udara atau gabungan tetesan air yang lebih kecil menjadi tetesan yang lebih besar melalui tumbukan.
Awan yang terisi uap air dan tetesan air akan terus terangkat ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi, terutama jika udara di sekitar lebih dingin. Kenaikan massa udara ini menyebabkan awan semakin berat dan terkonsentrasi.
Setelah air dalam awan berkumpul dan membentuk tetesan yang lebih besar, tetesan air tersebut menjadi terlalu berat untuk tetap melayang di udara. Pada tahap ini, tetesan air mulai jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan.
Proses terakhir adalah presipitasi, di mana tetesan air yang terbentuk di awan jatuh ke bumi karena gaya gravitasi. Tetesan air ini menjadi hujan yang turun dalam bentuk cair. Hujan dapat berupa gerimis, hujan lebat, atau bahkan hujan salju jika suhu cukup rendah.
Proses terjadinya hujan melibatkan penguapan air, kondensasi uap menjadi awan, penggabungan tetesan air di awan, dan akhirnya tetesan air yang cukup besar untuk jatuh ke bumi sebagai hujan. Proses ini merupakan bagian dari siklus air yang mendukung kehidupan di bumi. (Z-12)
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
BMKG memprakirakan cuaca hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang di Batam pada siang hingga malam hari, Jumat (20/2).
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG menyampaikan prakiraan cuaca di Jakarta akan ujan hari ini, Senin 16 Februari 2026 siang hingga sore hari.
BMKG menyatakan bahwa dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved