Media Indonesia dan Metro TV Siap Menapaki Puncak Carstensz
Briyanbodo Hendro/H-1
07/8/2015 00:00
(MI/BRIYANBODO HENDRO)
TEBING setinggi sekitar 45 meter angkuh berdiri di hadapan kami. Air terjun dengan aliran deras mengalir di sampingnya.
"Nanti pas di Carstensz, tinggi tebingnya sekitar 10 kali lipat dari ini atau tinggi sekitar 400 meter," ujar Tedi Ixdiana, climber dari Indonesia Climbing Expedition di Curug Cimarinjung, Ciletuh, Sukabumi, pekan lalu.
Media Indonesia dan Metro TV berkesempatan untuk mendaki Carstensz Pyramid bersama 16 jurnalis dari media lokal lain dan delapan jurnalis asing pada acara Journalist to Carstensz. Rencananya, rombongan berangkat pada 9-21 Agustus mendatang.
Perjalanan itu terselenggara atas kerja sama Kementerian Kooordinator Bidang Maritim, Kementerian Pariwisata, TNI, Basarnas, Yayasan Somatua Papua, serta sejumlah organisasi pecinta alam lainnya.
Carstensz Pyramid ialah puncak gunung tertinggi di Tanah Air di ujung Indonesia timur. Puncak dari pegunungan Jayawijaya yang memiliki ketinggian 4.884 di atas permukaan laut itu juga termasuk tujuh puncak tertinggi di dunia. Puncaknya yang bersalju walau berada di khatulistiwa jadi daya tarik tersendiri bagi pendaki berbagai belahan dunia.
"Jadi, latihan kita kali ini meliputi pengenalan simpul dan jerat, praktik teknik-teknik pendakian melalui tebing seperti ascending, descending, traversing, hingga tyrolean, dan terakhir teknik evakuasi dasar," lanjut Tedi.
"Bruukkkkk!!!" Tiba-tiba terdengar suara benturan keras.
Ternyata kamera seorang rekan terbentur ke dinding tebing saat melakukan teknik ascending atau menaiki tebing dengan tali-temali. Kami memang tak hanya berlatih mendaki dan menuruni tebing, tapi juga dilatih membawa kamera dan merekam gambar saat di tebing.
"Jurnalis yang ke Carstensz pasti akan berat perjuangannya dibanding pendaki umumnya. Selain berjuang menggapai puncak, mereka dituntut membawa beban lebih seperti kamera, membuat laporan dan merekam gambar yang pastinya butuh teknik khusus dan tenaga ekstra."
Pendakian itu membawa misi memperkenalkan Carstenz Pyramid jadi destinasi wisata minat khusus sekaligus menyambut hari Kemerdekaan ke-70 RI.
Maximus Tipagau, Ketua Yayasan Somatua, mengatakan kelak pendakian ke Carstensz dibatasi hanya 100 orang per tahun.
Pendakian pun akan diarahkan melalui jalur pendakian di desa-desa sekitar, seperti Ugimba dan Sugapa, sehingga pendaki dapat mengenal sisi lain kehidupan lokal masyarakat Papua.
Itu diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi desa-desa wisata tersebut serta pemerintah dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, di samping pemberitaan positif mengenai Papua.
Media Indonesia akan diwakili Briyanbodo Hendro yang juga anggota Media Indonesia Adventure Team serta Metro TV yang akan diwakili oleh Edy Prasetyo, Wildan Indrawan, dan Rheza Ardiansyah.
Media Indonesia berencana menerbitkan tulisan berseri mengenai perjalanan di sana, dan Metro TV akan membuat rekaman dokumenter yang akan tayang pada program 1.000 meter dan 360.
"Jika kondisi memungkinkan, kita pun berencana live report dari sana," ujar Edy Prasetyo, produser Metro TV yang akan turut pendakian nanti, di Jakarta, kemarin.