Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SELEPAS pandemi Covid-19, banyak orang menyadari masalah kulitnya bertambah, komedo sepanjang tahun, kusam sekaligus sensitif termasuk premature skin aging.
Lantas gonta-ganti skincare menjadi aktivitas baru yang mau tak mau dilakukan bagi sebagian orang, sampai mereka akhirnya menemukan AYOM.
Sebenarnya kulit manusia adalah lingkungan yang kompleks dengan ekosistem yang dinamis, persis seperti bumi ini.
“Kulit memiliki kemampuan yang mengagumkan dalam melindungi tubuh, sehingga kita bisa terbebas dari masalah kulit modern, hanya jika kita beraksi mendukung kehidupan alaminya,” papar dr. Olivia Ong, M.Biomed.(AAM), Founder AYOM, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/9).
Perlu diketahui bahwa dr.Olivia selama 16 tahun berfokus di kedokteran estetika dan anti-aging, termasuk lifestyle, lingkungan dan sustainability berbasis penelitian, merawat lebih dari 10 ribui wajah dan memperhatikan fenomena pergeseran masalah kulit orang modern.
Saat memberi penjelasan, dr. Olivia Ong mengatakan bahwa ada hubungan makrokosmos dan mikrokosmos pada bumi dan kulit manusia yang ternyata sama-sama mengalami dampak modernisasi, tandus dan peningkatan suhu udara di bumi juga dialami kulit manusia.
Baca juga: Ilmu Dermatologi Bantu Pengembangan Skincare Hybrid
Kult manusia mengalami kerusakan akibat paparan bahan kimia atau sintetik, detergen, antiseptik, antibiotik, steroid berkepanjangan, sampai logam berat, sehingga mengeringkan alam kulit dan mengganggu keharmonisan skin microbiome. "Kulit dan bumi ini sama-sama sedang menangis," ucap dr.Olivia.
Sebagai Founder AYOM, dr.Olivia menjelaskan bahwa kata AYOM' yang berasal dari kata mengayomi yang telah hadir di tengah-tengah kita untuk melindungi kulit kita semua.
"AYOM mendengarkan kulit, bukan sekedar mengikuti keinginan instan manusia," katanya.
"AYOM membebaskan dirinya dari obat dan logam berat, detergen, paraben, sulfit, mineral oil, pewarna, parfum hingga alkohol dan memilih menggunakan banyak bahan dari alam dan postbiotics dalam kombinasi yang seimbang," papar dr.Olivia.
"AYOM adalah basic essential vegan skincare yang hypo-allergenic, water based, non-comedogenic, non-acnegenic, pH-balanced dan microbiome friendly," katanya.
"AYOM cocok untuk segala jenis dan warna kulit, sahabat kulit sensitif, aman untuk remaja, ibu hamil sampai menyusui. AYOM pun sudah menyandang sertifikat halal dan ber-BPOM," tegas dr.Olivia.
Astrid Satwika, beauty and lifestyle rnthusiast, mengutamakan kualitas, memilih AYOM. Ia menyatakan, “I can say AYOM is a breakthrough! Bisa digunakan segala usia karena formulanya mild enough to deliver a great result."
"Skin problem aku adalah dark spots, they visibly fades away dengan AYOM C-Serum & AYOM Bright Complexion combined,” ujar Astrid
Sementara Julie Estelle, public Figure, mengaku dirinya sempat kesulitan menemukan skincare yang tepat untuk kulitnya.
Julie mengungkapkan, “Jujur aku sempat amaze banget! Wah, ternyata AYOM cocok banget di kulit aku yang cukup sensitif! " (RO/OL-09)
PT Pertiwi Agung (Landson) meluncurkan Astria Ultra 12 mg dengan Natural Astaxanthin dan La Plante Vegan-PDRN, inovasi skincare berbasis sains dan antioksidan laut untuk tren beauty 2026.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Studi menunjukkan konsumsi gula berlebih dapat memperparah jerawat melalui lonjakan insulin. Lalu, seberapa efektif diet rendah gula untuk mengatasi jerawat menurut para ahli?
Air beras untuk wajah, cuci muka pakai air beras, manfaat air beras, skincare alami, kulit glowing, rice water skincare, perawatan wajah tradisional
Face oil dapat dikombinasikan ke dalam berbagai langkah rutin, mulai dari mencampurkannya dengan toner, serum, pelembap, hingga produk complexion (alas bedak).
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
SKK Migas menegaskan komitmennya memperkuat penggunaan barang dan jasa dalam negeri di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Pemerintah terus memperkuat kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan menjadikan pengadaan negara sebagai penggerak utama industri nasional.
Vannoe menghadirkan rangkaian solusi unggulan seperti videotron, kiosk, dan interactive flat panel (IFP) yang menyatukan teknologi, seni, dan kolaborasi.
Gelaran tahunan Government Procurement Forum & Expo (GPFE) atau forum dan pameran pengadaan keperluan pemerintah 2025 sukses diselenggarakan pada 23-25 Juli 2025.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melaksanakan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
"Masyarakat lebih memilih produk dari Tiongkok yang lebih murah, dibandingkan produk lokal. Terlebih kemarin ada info masuknya produk impor dari Tiongkok secara ilegal."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved