Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SELEPAS pandemi Covid-19, banyak orang menyadari masalah kulitnya bertambah, komedo sepanjang tahun, kusam sekaligus sensitif termasuk premature skin aging.
Lantas gonta-ganti skincare menjadi aktivitas baru yang mau tak mau dilakukan bagi sebagian orang, sampai mereka akhirnya menemukan AYOM.
Sebenarnya kulit manusia adalah lingkungan yang kompleks dengan ekosistem yang dinamis, persis seperti bumi ini.
“Kulit memiliki kemampuan yang mengagumkan dalam melindungi tubuh, sehingga kita bisa terbebas dari masalah kulit modern, hanya jika kita beraksi mendukung kehidupan alaminya,” papar dr. Olivia Ong, M.Biomed.(AAM), Founder AYOM, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/9).
Perlu diketahui bahwa dr.Olivia selama 16 tahun berfokus di kedokteran estetika dan anti-aging, termasuk lifestyle, lingkungan dan sustainability berbasis penelitian, merawat lebih dari 10 ribui wajah dan memperhatikan fenomena pergeseran masalah kulit orang modern.
Saat memberi penjelasan, dr. Olivia Ong mengatakan bahwa ada hubungan makrokosmos dan mikrokosmos pada bumi dan kulit manusia yang ternyata sama-sama mengalami dampak modernisasi, tandus dan peningkatan suhu udara di bumi juga dialami kulit manusia.
Baca juga: Ilmu Dermatologi Bantu Pengembangan Skincare Hybrid
Kult manusia mengalami kerusakan akibat paparan bahan kimia atau sintetik, detergen, antiseptik, antibiotik, steroid berkepanjangan, sampai logam berat, sehingga mengeringkan alam kulit dan mengganggu keharmonisan skin microbiome. "Kulit dan bumi ini sama-sama sedang menangis," ucap dr.Olivia.
Sebagai Founder AYOM, dr.Olivia menjelaskan bahwa kata AYOM' yang berasal dari kata mengayomi yang telah hadir di tengah-tengah kita untuk melindungi kulit kita semua.
"AYOM mendengarkan kulit, bukan sekedar mengikuti keinginan instan manusia," katanya.
"AYOM membebaskan dirinya dari obat dan logam berat, detergen, paraben, sulfit, mineral oil, pewarna, parfum hingga alkohol dan memilih menggunakan banyak bahan dari alam dan postbiotics dalam kombinasi yang seimbang," papar dr.Olivia.
"AYOM adalah basic essential vegan skincare yang hypo-allergenic, water based, non-comedogenic, non-acnegenic, pH-balanced dan microbiome friendly," katanya.
"AYOM cocok untuk segala jenis dan warna kulit, sahabat kulit sensitif, aman untuk remaja, ibu hamil sampai menyusui. AYOM pun sudah menyandang sertifikat halal dan ber-BPOM," tegas dr.Olivia.
Astrid Satwika, beauty and lifestyle rnthusiast, mengutamakan kualitas, memilih AYOM. Ia menyatakan, “I can say AYOM is a breakthrough! Bisa digunakan segala usia karena formulanya mild enough to deliver a great result."
"Skin problem aku adalah dark spots, they visibly fades away dengan AYOM C-Serum & AYOM Bright Complexion combined,” ujar Astrid
Sementara Julie Estelle, public Figure, mengaku dirinya sempat kesulitan menemukan skincare yang tepat untuk kulitnya.
Julie mengungkapkan, “Jujur aku sempat amaze banget! Wah, ternyata AYOM cocok banget di kulit aku yang cukup sensitif! " (RO/OL-09)
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
KECANTIKAN sejati berawal dari kesehatan kulit, bukan dari usaha menutupi kekurangan. Karenanya, penyanyi Anggun C Sasmi bahkan menolak tren penggunaan whitening cream.
Menurutnya, salah satu cara untuk menjaga kesehatan kulit yakni dengan memastikan kulit bersih dari sisa-sisa make up dan tabir surya atau sunscreen.
Minum air putih setelah bangun tidur membantu mencegah dehidrasi, meningkatkan energi, menjaga kesehatan kulit, dan membuat tubuh lebih siap menjalani aktivitas.
Membersihkan wajah setelah beraktivitas adalah langkah dasar untuk mengangkat kotoran, minyak dan sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.
Mikroplastik secara keseluruhan dia sebagai alergen. Terutama bagi mereka yang kulitnya itu sensitif dan sedang tidak bagus.
Pemerintah terus memperkuat kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan menjadikan pengadaan negara sebagai penggerak utama industri nasional.
Vannoe menghadirkan rangkaian solusi unggulan seperti videotron, kiosk, dan interactive flat panel (IFP) yang menyatukan teknologi, seni, dan kolaborasi.
Gelaran tahunan Government Procurement Forum & Expo (GPFE) atau forum dan pameran pengadaan keperluan pemerintah 2025 sukses diselenggarakan pada 23-25 Juli 2025.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melaksanakan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
"Masyarakat lebih memilih produk dari Tiongkok yang lebih murah, dibandingkan produk lokal. Terlebih kemarin ada info masuknya produk impor dari Tiongkok secara ilegal."
SANTRI sebagai generasi bangsa menjadi tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui memperkuat produk asli milik Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved