Minggu 10 Juli 2022, 18:27 WIB

MUI: Idul Adha Momentum Internalisasi Hikmah Berkurban

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
MUI: Idul Adha Momentum Internalisasi Hikmah Berkurban

ANTARA
etugas jagal bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban sapi milik warga di Masjid Muyassarin, Kebayoran Lama, Jakarta, Minggu (10/7).

 

DEWAN Pimpinan MUI mengajak memaksimalkan ibadah dan memaknai Idul Adha 1443 Hijriah secara lebih mendalam.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud, menyampaikan bahwa Idul Adha merupakan momentum untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Hal itu tercermin dari padatnya ibadah selama hari-hari Idul Adha.

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Mulai Lontar Jumrah Aqabah

“Dimulai dari rangkaian ibadah haji yang dijalankan para ibadah haji, salat Idul Adha, ibadah kurban takbir, dan amal saleh lainnya yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia,” kata Marsudi dalam keterangannya, Minggu (10/7).

“Umat Islam harus memanfaatkan momentum tersebut sebaik-baiknya. Salah satunya dengan melaksanakan syiar agama dengan penuh kekhusyuan, menjaga ketertiban, dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” sambungnya.

Dia melanjutkan, ibadah kurban merupakan ibadah mahdlah yang hukumnya sunnah muakkadah. Ibadah ini menjadi syiar Islam untuk kemaslahatan sesama. Hikmah Idul Adha adalah memupus egoisme diri dan golongan untuk kepentingan yang lebih besar.

“Rangkaian ibadah kurban tersebut mendorong umat Islam menggali lebih mendalam dan internalisasi hikmah berkurban. Sehingga tercipta kehidupan religius dengan Allah dan terciptanya hubungan kemanusiaan yang lebih intens,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan menambahkan taushiyah MUI mengajak umat tetap bersatu di tengah perbedaan penentuan jadwal Idul Adha antara pemerintah dan Muhammadiyah.

“Terjadinya perbedaan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1443 H, MUI kembali mengimbau kepada umat Islam untuk menyikapinya dengan saling menghargai di antara elemen masyarakat dan pemerintah,” ungkap Buya Amir.

Dia menyampaikan, perbedaan waktu ini dapat menjadi media untuk mendewasakan umat Islam dalam menghadapi perbedaan hasil ijtihad.

“Mari tetap kita pupuk kekompakan sehingga selalu terwujud kerukunan antar elemen bangsa,” pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

Jennifer Opiola / Pinterest

Mengenal Teknik Pointilis pada Seni Rupa dan Langkah-langkah Membuatnya

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:15 WIB
Teknik pointilis tampak lebih kreatif dibanding teknik menggambar biasa, karena variatif warna yang terbentuk dan nilai yang...
MI/Joan Imanuella Hanna Pangemanan

Baby Business dan Open Your Heart to Country, Dongeng Karya Jasmine Seymour

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 06:45 WIB
Dongeng berjudul Baby Business itu berisi tentang upacara pengasapan bayi dengan adat Dharug yang bertujuan menyambut kelahiran sang bayi...
MI/Meilani Teniwut

Ini Manfaat Mendongeng di Era Digitalisasi

👤Meilani Teniwut 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 06:30 WIB
Orangtua memiliki peran penting untuk menfasilitasi kecintaan membaca buku dengan cara membaca lebih dari satu buku bersama dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya