Selasa 07 Juni 2022, 16:46 WIB

Cerita Tiga Bisnis dengan Dampak Sosial Luar Biasa

mediaindonesia.com | Humaniora
Cerita Tiga Bisnis dengan Dampak Sosial Luar Biasa

Ist
Ple'pah memiliki pendekatan human-centred dengan memberdayakan masyarakat sekitar dalam proses mikro manufaktur.

 

PERTENGAHAN tahun 2022 menghadirkan optimisme peluang perbaikan ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan.

Mulai dari rantai pasok, sistem operasional hingga strategi bisnis, semua memberikan dampak positif dan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, pelanggan dan juga karyawan.

Secara konsep, bisnis yang berkelanjutan terlihat mudah namun banyak bisnis yang belum bisa konsisten dalam pengaplikasiannya. Banyak anggapan konsep tersebut hanya untuk perusahaan besar, bukan perusahaan kecil.

Hal ini lantaran dianggap ada biaya tertentu yang harus dikeluarkan untuk sustainability business model. Padahal, masing-masing bisnis bisa mengambil peranan sesuai dengan caranya sendiri.

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, KLHK Gandeng Komunitas Sepeda 

Beberapa di antaranya ada tiga bisnis jebolan program dan ekosistem wirausaha Diplomat Success Challenge (DSC) yang sukses dengan bisnisnya sekaligus memiliki dampak sosial yang luar biasa.

Pertama, Ple'pah yang mengolah limbah menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai tinggi 

Indonesia sudah dikenal sebagai tanah yang kaya akan sumber daya alamnya. Banyak yang telah memanfaatkan bahkan mengeksploitasi sumber daya alam secara komersial menjadi komoditas yang menguntungkan.

Namun, belum banyak yang bisa secara bijak memanfaatkannya secara peka agar tetap menjaga alam dan lingkungan.

Ple'pah adalah bisnis yang mengolah limbah organik yaitu sampah pelepah pinang menjadi wadah/kontainer makanan dan piring pengganti styrofoam.

Pelepah pinang yang tadinya dianggap sampah kini bertransformasi menjadi inovasi produk bernilai ekonomi tinggi. 

Produk-produk Ple'pah menggabungkan desain, teknologi, sosial dan lingkungan, menghasilkan inovasi desain kemasan bernilai tinggi. Kemasan siap pakai dari Ple'pah juga lebih aman digunakan saat bersentuhan dengan makanan karena materialnya yang non-toxic dan diproses secara natural.

Bahkan, sampah kemasan Ple'pahjuga bisa didaur ulang kembali.

Konsep keberlanjutan Ple'pah sendiri tidak hanya datang dari rantai pasok dan hasil akhir produk yang ramah lingkungan.

Dalam mengoperasikan bisnisnya, Ple'pah memiliki pendekatan human-centred dengan memberdayakan masyarakat sekitar dalam proses mikro manufaktur.

Dengan melibatkan warga lokal, lebih utamanya peran perempuan yang berdaya dan bisa berkarya, Ple'pah pun secara langsung memastikan bahwa bisnisnya dapat terus melaju.

“Untuk memastikan masa depan yang lebih baik, kami berusaha untuk melaksanakan bisnis yang bertanggung jawab di setiap rantai nilai produksi piring PLÉPAH,” ungkap Rengkuh Banyu Mahandaru, Founder Ple'pah  Indonesia.

Atas inovasinya, Ple'pah berhasil meraih penghargaan Good Design Indonesia 2021 dari ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Indonesia.

Tidak hanya penghargaan, dari sisi bisnis, Rengkuh mengaku, saat ini mereka telah mendapatkan pesanan setidaknya 3 kontainer setiap bulannya untuk pasar Jepang dan Amerika Serikat.

Kadua.  Pijakbumi yang membuat produk fashion ramah lingkungan yang semakin digandrungi

Pijakbumi menjadi salah satu pionir brand sepatu lokal dengan konsep ramah lingkungan.

Vania Audrey Pakpahan, Co-founder Pijakbumi yang juga mewakili brand ini dalam DSC 12 mengemukakan bahwa kesuksesan Pijakbumi saat ini adalah buah nyata dari konsistensi mengusung konsep eco-friendly dalam setiap inovasi produknya. 

“Konsistensi adalah yang kita usung di sini. Artinya, desain yang orisinil dikawinkan dengan ‘keras kepala’ nya kami dalam menggunakan material ramah lingkungan. Tidak mudah, namun konsistensi ini mendapat tempat tersendiri di tengah persaingan produsen sepatu,” ungkap Vania.

Saat ini, Pijakbumi menjadi brand sepatu yang cukup digandrungi, apalagi setelah dihantam pandemi selama 2 tahun ini semakin banyak orang yang peduli dengan lingkungan, terutama bagaimana caranya mengurangi emisi karbon.

Ketiga. Peek.Me Naturals mengolah bahan natural dengan manfaat nyata bagi kesehatan

Berawal dari upayanya mencari produk aromaterapi yang aman bagi buah hatinya yang memiliki asma, Arlin menemukan banyak manfaat dari bermacam minyak atsiri.

Banyak produk dengan manfaat dan nama yang unik yang telah dikembangkan. Antara lain, “Love Potion Spray” yang membantu relaksasi, “Bye Bye Odor” sebagai deodoran alami untuk atasi bau badan, hingga produk inovatif “Smell it Back” yaitu inhaler untuk latihan penciuman bagi penyintas Covid-19 dengan keluhan anosmia.

Berkat segudang inovasinya, Peek.Me Naturals pun masuk sebagai satu-satunya grand finalist dari Indonesia di ajang bergengsi Asia Social Innovation Awards pada tahun 2019 lalu.

Bahkan, Arlin Chondro, Founder Peek.Me Naturals juga merupakan salah satu inisiator dari berdirinya Indonesia Wellness Institute.

Selain mengembangkan produk berbahan minyak atsiri, Arlin dan tim juga kerap membagikan banyak konten bermanfaat seputar gaya hidup sehat melalui media sosial dan blognya.

“Dengan gaya hidup sehat yang didukung dengan manfaat holistik minyak atsiri, masyarakat akan merasakan hidup yang lebih sehat, tidak hanya secara fisik namun juga mental,” pungkas Arlin.

Diplomat Success Challenge 2022 segera bibuka

Program kompetisi sekaligus ekosistem wirausaha terbesar di Indonesia, Diplomat Success Challenge (DSC) yang merupakan inisiatif dari Wismilak Foundation akan segera membuka musimnya yang ke-13 bagi para entrepreneur muda Indonesia.

Tercatat sampai dengan tahun 2021, sebanyak lebih dari 70 ribu ide bisnis telah didaftarkan sejak awal program DSC diperkenalkan pada tahun 2010. Lebih dari 400 entrepreneur telah dibina, dan lebih dari 19 miliar hibah modal usaha telah diberikan.

“Mencapai titik di tahun 13 ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami. Tidak hanya dari sisi penyelenggara, kami menyaksikan lahirnya banyak entrepreneur baru dan inovatif tiap tahunnya dari generasi ke generasi," kata Edric Chandra, Program Initiator DSC.

"Melihat antusiasme 18.233 pendaftar pada DSC 12 tahun lalu, kami berharap akan semakin banyak lagi bisnis yang lebih inovatif di tahun ini. Nantikan segera pembukaan DSC 2022,” jelas Edric.

Selain menawarkan hibah modal usaha senilai Rp 2 miliar, DSC 2022 juga menawarkan banyak kesempatan berharga bagi wirausahawan muda untuk dapat berkembang.

Antara lain pengalaman mendapatkan pendampingan penuh serta bergabung dan berkolaborasi dengan jejaring wirausaha Diplomat Entrepreneur Network (DEN) yang kini memiliki lebih dari 400 anggota.

 

 

Baca Juga

DOK Pribadi.

Rayakan 60 Tahun Berdiri, Hotel Indonesia Kempinski Gelar Pameran Seni

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 17:02 WIB
Merayakan 60 tahun berdirinya Hotel Indonesia, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta kali ini mempersembahkan keelokan seni Indonesia melalui...
Dok MGN

Lampung Post Luncurkan Aplikasi One Click

👤Andi Apriadi/Muklis Efendi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:52 WIB
Transformasi itu merupakan bentuk kecintaan terhadap masyarakat dan ikut serta memajukan Provinsi...
Dok. Pribadi

ASI di Tengah Serbuan Susu Formula Bayi

👤dr Moretta Damayanti, SpA(K), MKes Dosen Bagian IKA Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:38 WIB
Sepatutnya semua (calon) orangtua mengetahui bahwa makanan terbaik bagi bayi ialah air susu ibu (ASI) dari ibu kandungnya sendiri. Bukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya