Selasa 28 Desember 2021, 06:00 WIB

Menyelesaikan Permasalahan Akustik Masjid di Indonesia

Menyelesaikan Permasalahan Akustik Masjid di Indonesia | Humaniora
Menyelesaikan Permasalahan Akustik Masjid di Indonesia

ANTARA
Petugas masjid mengecek peralatan pengeras suara yang ditempatkan di puncak menara Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

 

MENURUT catatan Kementerian Agama, Indonesia memiliki lebih dari 279 ribu masjid dan lebih dari 329 ribu mushala. Sayangnya, jumlah masjid yang banyak itu tidak diimbangi dengan kualitas akustik (tata suara) yang baik. Padahal, akustik ruang menentukan tingkat kenyamanan dan ketahanan suatu bangunan yang berkaitan dengan bunyi.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2019 dengan judul The Perception of Sound Quality in a Mosque menunjukkan akustik masih menjadi salah satu permasalahan yang sering dijumpai pada banyak masjid di Indonesia. Pada penelitian itu terungkap 45% dari responden survei menganggap masih terdapat permasalahan akustik di masjid.

Masjid ialah tempat ibadah yang di dalamnya terdapat aktivitas terkait dengan suara manusia seperti khotbah, salat berjemaah, mengaji, dan aktivitas-aktivitas lainnya. Sejumlah aktivitas tersebut menunjukkan seberapa pentingnya kondisi akustik yang baik dalam masjid. Di Indonesia, desain akustik masjid sering kali tidak menjadi prioritas saat dibangun. Lebih buruk lagi, masih banyak anggapan bahwa kualitas akustik di dalam masjid dapat diselesaikan dengan adanya sound system.

Padahal, saat kita berbicara akustik di dalam masjid, sebenarnya terdapat dua aspek yang saling berkaitan, yaitu kondisi pantulan di dalam sebuah masjid dan sistem tata suara. Pada umumnya interior sebuah masjid didesain dengan material keras sehingga suara akan banyak memantul di dalam ruangan. Di satu sisi, gema yang panjang itu akan menimbulkan kesan ruangan yang besar atau megah. Akan tetapi, kondisi itu akan membuat suara terdengar menjadi tidak jelas. Pada kondisi ruangan dengan gema yang terlalu panjang itu, keberadaan sistem tata suara tidak akan menyelesaikan permasalahan kondisi akustik di dalam masjid.

Salah satu tantangan dalam menyelesaikan kondisi akustik di dalam masjid ialah kondisi akustik di dalam masjid yang unik satu sama lain sehingga tidak ada satu solusi yang dapat diterapkan pada semua masjid. Permasalahan akustik di dalam masjid dapat dipengaruhi banyak faktor, seperti bentuk masjid, material di dalam masjid, kondisi kebisingan di dalam masjid, pemilihan speaker, posisi pemasangan speaker, dan pemilihaan sistem tata suara.

Permasalahan kondisi akustik di dalam masjid dapat diselesaikan tenaga ahli yang memiliki pemahaman terkait dengan dua cabang keilmuan, yaitu sistem tata suara dan akustik ruang. Pada saat ini, orang-orang yang memiliki kedua kemampuan itu masih terbatas sehingga permasalahan akustik masjid tidak dapat diselesaikan secara cepat. Salah satu kunci dalam menyelesaikan permasalahan akustik masjid di Indonesia ialah memperbanyak tenaga-tenaga ahli di bidang sistem tata suara dan akustik masjid.

 

Pelatihan

Atas dasar tersebut, kelompok keahlian fisika bangunan Institut Teknologi Bandung (ITB) mencoba untuk membuat sebuah pelatihan yang fokus pada penguasaan kedua ilmu tersebut. Training for Trainer: Menyelesaikan Permasalahan Akustik Masjid di Indonesia merupakan serangkaian pelatihan yang diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman terhadap akustik dan sistem tata suara secara komprehensif.

Acara yang diikuti lebih dari 300 peserta itu diselenggarakan pada setiap Jumat, pada 30 Juli-20 Agustus 2021 lalu. Peserta kegiatan itu tersebar di seluruh Nusantara. Kegiatan itu didukung Dewan Masjid Indonesia, Asosiasi Masjid Kampus Indonesia, PT TOA Galva Prima Karya, dan Asosiasi Akustik dan Vibrasi Indonesia.

Acara itu juga terdaftar dalam rangkaian kegiatan International Year of Sound 2021 (IYS 2021). IYS 2021 merupakan inisiatif global untuk menunjukkan betapa pentingnya tata suara, baik dari sisi pengetahuan maupun teknologi, dalam segala aspek kehidupan di dunia. International Year of Sound terdiri dari sejumlah aktivitas terkoordinasi, baik dalam skala regional, nasional, maupun internasional.

Kegiaran pelatihan itu terdiri dari empat sesi. Dalam salah satu sesi, Ir R Sugeng Joko Sarwono MT PhD selaku ketua pelaksana kegiatan itu menjelaskan konsep desain akustik masjid, fenomena-fenomena akustik ruang di dalam masjid, dan interaksi antara sistem tata suara dan ruangan masjid.

Dalam materi itu dijelaskan bahwa sebuah masjid memiliki kondisi akustik yang unik dan memiliki empat persyaratan utama. Pertama, suara di dalam masjid harus terdengar jelas. Hal itu berkaitan dengan aktivitas di masjid yang banyak terkait dengan suara manusia. Kedua, suara pada sebuah masjid haruslah terasa datang dari arah kiblat. Adanya pengaturan sistem tata suara akan mengakibatkan suara bisa saja terdengar tidak dari arah kiblat dan akhirnya memengaruhi kekhusyukan dalam beribadah.

Ketiga, sebuah masjid haruslah terasa sebagai sebuah tempat ibadah yang berkesan besar dan agung. Kondisi itu didapatkan karena adanya gema di dalam ruangan. Keempat, suara di dalam masjid harus terdengar cukup keras dan merata di semua tempat. Kondisi itu dapat tercapai dengan mempertimbangkan sistem tata suara dan kondisi kebisingan lingkungan.

Sesi terakhir dari pelatihan itu diadakan pada 20 Agustus 2021 dan mengangkat tema konsep pengukuran dan simulasi akustik. Pengukuran dan simulasi akustik ialah metode untuk mengidentifikasi permasalahan akustik yang terjadi di dalam ruang sehingga rekomendasi yang tepat dapat diberikan.

Pada sesi itu dibahas beberapa parameter akustik ruang, nilai baku mutu, dan teknik pengukuran dengan peralatan yang mudah didapatkan. Pada sesi itu juga dikenalkan perangkat lunak pengukuran dan simulasi open source yang dapat dipergunakan seluruh peserta pelatihan.

Pada akhir pelatihan, seluruh peserta mendapatkan buku Peningkatan Kualitas Akustik Masjid yang berisi pengetahuan praktis yang komprehensif untuk menyelesaikan permasalahan akustik yang ada di masjid. Diharapkan, dengan bekal pengetahuan yang lengkap dari pelatihan dan buku itu, para peserta dapat mengatasi permasalahan akustik yang ada di masjid. Para peserta diharapkan juga mampu menjadi narasumber di daerah masing-masing apabila terjadi permasalahan akustik di dalam masjid.

Adanya pelatian-pelatihan seperti itu akan menghasilkan banyak tenaga ahli yang mampu berperan penting dalam menciptakan kondisi akustik masjid yang baik. Pada akhirnya, ratusan ribu masjid dan musala di Indonesia tidak akan secara optimal dalam menjalankan fungsi tanpa kondisi akustik yang baik. (M-4)

 

Tentang Penulis

 

Anugrah Sabdono Sudarsono 

-Dosen Fakultas Teknologi Industri ITB,

Kelompok Keahlian Fisika Bangunan

-Kepala Laboratorium Akustik ITB

Baca Juga

MI/Adi Kristiasi

Puncak Peringatan Hari Lansia 2022 Digelar di Tasikmalaya

👤Adi Kristiadi 🕔Minggu 29 Mei 2022, 07:15 WIB
PERINGATAN Hari Lanjut Usia (HLUN) tahun 2022 siap digelar hari ini, Minggu (29/5), di Tasikmalaya dihadiri Menteri Sosial Tri...
dok.ist

Harlah ke-51, Hikmahbudhi Ajak Kader Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Mei 2022, 07:10 WIB
PANCASILA yang merupakan dasar negara, menurut dia harus terus dibumikan dan merupakan sesuatu yang sudah final serta tidak bisa diganggu...
Fanny Laurensia

Kegigihan sang Juara Debat

👤Nike Amalia Sari 🕔Minggu 29 Mei 2022, 06:20 WIB
DEBAT menjadi ajang pertukaran pendapat mengenai suatu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya