Sabtu 25 Desember 2021, 17:15 WIB

Budaya Riset Kedokteran Indonesia Perlu Ditingkatkan

M Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Budaya Riset Kedokteran Indonesia Perlu Ditingkatkan

AFP
Ilustrasi

 

DI tengah pandemi covid-19 dan ancaman penyakit menular, dukungan riset dan penelitian di bidang kedokteran menjadi penting. Hal itu sekaligus mendorong inovasi dan kemandirian di bidang pelayanan kesehatan maupun industri pendukungnya.

Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Daeng M Faqih mengatakan kemajuan riset bidang kesehatan juga perlu dilakukan karena selama pandemi covid-19 ini kebijakan pemerintah Indonesia hanya mengekor dari negara lain belum menjadi trend centre dan belum mandiri.

"Misalnya di pelayanan penatalaksanaan pastinya kita menunggu arahan dari mana-mana yang dipraktikkan di beberapa negara baru kita mengikuti termasuk alat-alat kesehatan atau obat sama sekali kita belum mandiri. Dengan terobosan riset ke depan inovasi dan kemandirian itu bisa didorong," kata Daeng dalam konferensi pers Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia 2021 dari PT Kalbe Farma Tbk dan IDI secara daring, pekan lalu.

"Dengan mendorong semangat dan budaya dokter Indonesia untuk melakukan riset sehingga tumbuh kembangnya riset Indonesia bisa membantu kemajuan bidang kesehatan di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu Direktur PT Kalbe Farma Tbk Mulialie mengatakan riset dalam dunia kedokteran sangat dibutuhkan apalagi saat ini berkembang banyak perubahan, obat, dan penyakit yang harus diteliti. Sayangnya di Indonesia sokongan penelitian masih kurang tidak seperti di luar negeri.

"Sehingga banyak WNI justru berkembang di negara lain. Dan budaya riset ini sangat kurang sehingga perlu menumbuhkan minat atau pun budaya penelitian agar Indonesia memiliki suatu kemandirian dan berperan dalam kancah internasional melalui penelitian yang bisa dibawa ke luar negeri," ujar Mulialie.

Dalam hal ini perlu dilihat bahwa IDI dan Kalbe Farma berupaya menumbuhkan minat dan penelitian terutama dari kalangan dokter-dokter yang ada di Indonesia.

"Mangka dari itu kita selalu komitmen berkontribusi mendukung IDI untuk bisa menyelenggarakan Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia 2021 ini hal yang baik kita bisa melihat perkembangan riset dari tahun ke tahun, kualitas setiap tahun terus bertambah," ujarnya.

Penghargaan
Untuk tahun ini, Penghargaan Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia dimenangkan 3 juara dari masing-masing kategori. Dari kategori Naskah yang Belum Dipublikasi dimenangkan oleh Karya Dokter Taufik Akbar yang berjudul Efektivitas Implantasi Sekretom Sel Punca Mesenkimal Asal Jaringan Adiposa, Sumsum Tulang, Dan Tali Pusat Terhadap Pertumbuhan Kalus Pada Defek Kritis Tulang Panjang Di Tikus Sprague Dawley.

"Kemudian pada juara pada kategori Naskah yang Sudah Dipublikasi karya Zulvikar Syambani Ulhaq yang berjudul The Level of Ig Anti-Rbd Sars-Cov-2 After Two Doses of Coronavac Vaccine," kata Ketua Lembaga Riset IDI dr. Marhaen Hardjo, M. Biomed, PhD.

Naskah tersebut dipilih karena bersangkutan memiliki reputasi dan melakukan penelitian di masa covid-19 dan akhirnya saat ini menulis dalam dalam bentuk riset.

Terakhir dalam kategori Evidence-based case report (EBCR) IDI dan Kalbe Farma memilih naskah karya Talita Clarissa Sinatra dengan judul Hubungan Defisiensi Vitamin D (25(OH)D) terhadap Enterokolitis Nekrotikans dan Respiratory Distress Syndrome pada Bayi Prematur.

"Jadi ketiga naskah ini yang berhasil keluar sebagai juara di masing-masing kategori pada Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia 2021 selamat kepada juara," pungkasnya. (H-2)

Baca Juga

Ist

Polimedia dan BRIN Teken Kerja Sama Perkuat Pusat Kolaborasi Riset

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 15:12 WIB
Melalui kerja sama ini harapannya adalah tercipta kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan,...
Dok MI

PWI Dukung Pengusulan Tokoh Pers MH Manulang Sebagai Pahlawan Nasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 14:57 WIB
Tuan Manulang merupakan salah seorang tokoh pers dan pendiri lembaga...
ANTARA

Kerja Sama Menurunkan Prevalensi Stunting 3% di Tahun 2022

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 14:45 WIB
Dengan membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan juga penguatan tim implementasi Posyandu diharapkan target tersebut dapat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya