Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Indeks Kota Islami Kontradiktif

*/H-2
18/5/2016 09:05
Indeks Kota Islami Kontradiktif
(Direktur Riset Maarif Institute Ahmad Imam Mujadid Rais -- MI/M. Irfan)

PENELITIAN yang dilakukan Maarif Institute tentang indeks kota islami (IKI) di 29 kota utama di Indonesia pada periode penelitian 8 Januari-31 Maret 2016 menemukan beberapa kota yang mengklaim sebagai kota agamais ternyata mendapatkan skor yang tidak tinggi, dilihat dari sisi keislamannya.

Kota-kota besar yang mengklaim diri sebagai kota islami justru mendapatkan skor IKI yang rendah dari segi keamanan, kesejahteraan, serta kebahagiaan seperti Banda Aceh, Padang Panjang, Tasikmalaya, Tangerang, Palu, dan Makassar. “Kami sempat terkejut ketika mendapatkan fakta-fakta tersebut, tetapi kami harus profesional menyikapinya dan tidak bisa mengada-ngada ketika melaporkan hasil penelitian,” ungkap Direktur Riset Maarif Institute Ahmad Imam Mujadid Rais dalam konferensi pers di Hotel Alia, Jakarta Pusat, kemarin.

Ahmad mengatakan penelitian itu didasari ayat-ayat Alquran sebagai pedoman untuk mendefinisikan kota islami. “Kota islami yang kami maksud di sini ialah kota-kota yang sudah memenuhi ciri-ciri seperti di ayat-ayat Alquran, kota aman, sejahtera, dan bahagia.”

Ahmad juga menambahkan, dalam menentukan islami atau tidaknya suatu kota, tim peneliti telah merumuskan tiga indikator, yaitu keamanan, kesejahteraan, serta kebahagiaan masyarakat kota tersebut.

Cendekiawan muslim sekaligus pengamat politik Yudi Latief mengapresiasi temuan-temuan penelitian tersebut. “Sebenarnya kota-kota itu tidak dapat memberikan layanan yang memenuhi harapan-harapan keamanan, kesejahteraan, dan kebahagiaan warganya,” tegas Yudi.

Ia juga melihat tak jarang klaim-klaim tersebut dijadikan tameng menutupi pelayanan publik yang tidak islami atau tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

Hal senada disampaikan jurnalis senior Nasihin Masha. Menurutnya, diferensiasi yang membedakan ajaran Islam dengan ajaran lainnya perlu disajikan. “Hal ini berguna untuk menentukan sudah seberapa jauh pemerintahan dapat menerapkan nilai-nilai baik yang dianjurkan maupun dilarang di Islam.” (*/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya