Kamis 16 Desember 2021, 17:35 WIB

Forkom KBI Tinjau Renovasi Rumah Proklamator Bung Hatta

Muhammad Fauzi | Humaniora
Forkom KBI Tinjau Renovasi Rumah Proklamator Bung Hatta

dok.ist
Prof Sri Edi Swasono menantu Bung Hatta menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian Forkom KBI, Kamis (16/12)

 

FORUM Komunikasi Koperasi Besar Indonesia (Forkom KBI) memenuhi undangan keluarga besar almarhum Bung Hatta di rumah kediaman, Jalan Diponegoro 57 Jakarta Pusat. Undangan itu terkait dengan telah selesainya renovasi atau perbaikan sebagian ruangan yang sudah lapuk di rumah bersejarah tersebut.

Renovasi rumah, kata Mutia Farida Hatta, putri sulung Bung Hatta, sebenarnya sudah selesai sejak beberapa bulan lalu, namun karena masih terkendala pandemi covid-19 dan PPKM, pihaknya urung mengundang Forkom KBI untuk bersilaturahmi sambil mengabarkan rumah telah selesai.  

Pada kesempatan itu pemrakarsa renovasi rumah Bung Hatta, Hasanuddin Bsy merasa lega bahwa rumah bersejarah itu telah selesai diperbaiki.

"Memang belum semua ruangan dalam rumah ini yang bisa kami perbaiki, namun beberapa ruangan penting seperti ruang perpustakaan, lantai dan tiang-tiang yang mulai lapuk, kini sudah dalam kondisi baik,” ujar Hasanuddin yang juga Ketua Umum Koperasi Pegawai Pemda DKI Jakarta, Kamis (16/12/2021).

Menurut Hasanuddin renovasi rumah tokoh sejarah dan bapak bangsa itu seyogyanya menjadi tanggungjawab negara, namun upaya tersebut  baru sebatas wacana dan tak kunjung terlaksana.

"Karenanya saya mengajak Forkom KBI yang merupakan kumpulan para pegiat koperasi besar tingkat nasional untuk bersama-sama kumpulkan dana memperbaiki rumah bapak koperasi yang kita cintai ini,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui itikad baik itu, akhirnya terwujud ketika pada 20 Juni 2020, Hasanuddin bersama Sekjen Forkom KBI Irsyad Muchtar menyerahkan donasi perbaikan rumah Bung Hatta sebesar Rp825.000.000 ( delapan ratus dua puluh lima juta rupiah). Dana tersebut bersumber dari sejumlah koperasi yang menjadi komunitas Forkom KBI, sebuah kelompok koperasi skala besar tingkat nasional yang tersebar dari provinsi Aceh hingga Sulawesi Selatan.

"Renovasi rumah Bung Hatta adalah manifestasi dari rasa terima kasih kita terhadap Bung Hatta, yang tidak hanya tokoh sejarah tetapi beliau juga mewariskan ilmu koperasi kepada anak bangsa ini,” kata Hasanuddin.

Rumah Bung Hatta sudah berusia 63 tahun sejak dibangun tahun 1930. Pertama kali direnovasi tahun 1957 oleh seorang ahli beton. Rumah yang terletak di atas tanah seluas lebih dari 1.000 meter itu memiliki dua lantai dan terdapat tiga sekat ruang.

Sekat pertama adalah diperuntukan untuk ruang kerja Bung Hatta, ruang tamu, dan toilet yang berada di tembok yang dipasangi lukisan yang biasa disebut Hatta 'Cah Angon dan Kerbau'. Toilet tampak apik dan kering tanda jarang digunakan.

Sekat kedua  ruang tidur. Di luar ruangan terdapat beberapa kursi tempo dulu yang berjajar kiri ke kanan yang biasa digunakan untuk jamuan tamu Bung Hatta.

Sementara sekat ketiga menjadi ruang santai dan ruang makan Bung Hatta beserta keluarga. Ketiga sekat tersebut memiliki akses masuk. Namun, hanya pintu di sekat ketiga yang selalu terbuka. Selebihnya terkunci rapat setiap hari.

Saat para pegiat koperasi tergerak untuk membantu memperbaiki rumah tersebut, Mutia Farida Hatta Swasono didampingi suaminya, Sri Edi Swasono beserta dua putri Bung Hatta lainnya, Gemala Hatta dan Halida Hatta merasa terharu karena justru orang-orang koperasi yang tergerak dan peduli untuk merenovasi rumah bersejarah Bung Hatta.

Forkom KBI merupakan wadah berkumpul koperasi yang tergolong besar dengan indikator besaran aset, omset/volume usaha dan jumlah anggota. Keanggotaannya tersebar di berbagai pelosok Tanah Air.

Sejumlah koperasi yang ikut memberikan donasi renovasi rumah Bung Hatta antara lain Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia ; Kospin Jasa Pekalongan, Jawa Tengah;  Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia Tangerang, Banten;  KSP Sejahtera Bersama Bogor, Jawa Barat; Pusat Koperasi Pegawai RI DKI Jakarta, Koperasi Pegawai Pemda DKI Jakarta (KPPD), KSP Makmur Mandiri Bekasi, Jawa Barat; KSP Utama Karya Jepara, Jawa Tengah dan KSP Kodanua Jakarta.

Selain itu, Kopkar Tankers Pertamina Perkapalan Jakarta, Koperasi Garuda Maintenace Facility (GMF) Aero Asia Tangerang, Koperasi Setia Bhakti Wanita Surabaya, Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia (KOAPGI) Tangerang, Koperasi Telekomunikasi Selular (KISEL) Jakarta, Koperasi Setia Budi Wanita Malang, Koperasi Peternak Susu Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Koperasi Serba Usaha Tunas Jaya, Koperasi Simpan Pinjam Kowika Jaya serta sejumlah donatur pribadi. (OL-13)

Baca Juga

Dok MI

Satgas Sebut Tidak Terjadi Lonjakan Kasus Usai Libur Lebaran

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Rabu 18 Mei 2022, 23:44 WIB
Wiku menyebut kondisi tersebut menujukkan kasus covid-19 dapat terkendali di tengah...
Dok. handout Youtube Satgas Covid-19

Indonesia Siap Gelar Pertemuan Internasional Penanggulangan Risiko Bencana

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 18 Mei 2022, 23:26 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, GPDRR merupakan pertemuan internasional terkait...
Dok. Kemenkominfo

Siapkan SDM Digital Unggul Berdaya Saing, Kemenkominfo Sediakan Pelatihan dan Beasiswa

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 23:21 WIB
“Melalui pendidikan non-formal, berupa pelatihan pada tiga level keterampilan digital yakni Basic Digital Skill, Intermediate...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya