Rabu 01 Desember 2021, 20:51 WIB

Penanganan Karhutla RI DIapresiasi, Pakar : Jangan Cepat Berpuas Diri 

Atalya Puspa | Humaniora
Penanganan Karhutla RI DIapresiasi, Pakar : Jangan Cepat Berpuas Diri 

MI.Rudi Kurniawansyah
Manggala Agni melakukan penanganan Karhutka di Pekanbaru, Riau

 

INDONESIA mendapatkan apresiasi dari negara-negara ASEAN karena behasil menihilkan kabut asap lintas negara yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Menanggapi hal itu, Guru Besar IPB University Bambang Hero Saharjo mengungkapkan, hal itu merupakan buah dari upaya pemerintah Indonesia untuk mencegah karhutla selama ini. 

Namun demikian, ia menegaskan, jangan sampai pemerintah berpuas diri terhadap apresiasi yang telah diberikan kepada Indonesia. 

"Ke depan saya berharap, apa yang sudah dicapai saat ini hendaknya tetap dipertahankan dan bukan tidak mungkin bisa ditingkatkan lagi dan justru jangan membuat lengah dan lupa diri, karena ancaman bahaya kebakaran itu akan timbul kapan saja," kata Bambang kepada Media Indonesia, Rabu (1/12). 

"Karena kebakaran hutan dan lahan juga berimbas pada kita semua, maka tidak salah bila dikatakan bahwa tanggung jawab kebakaran adalah tanggung jawab kita semua," lanjut dia. 

Sepintas, kata dia, apresiasi tersebut memang tampak seperti pencitraan. Namun ia meyakini, keberhasilan Indonesia mengendalikan karhutla memang benar adanya. Pasalnya, apa yang dihasilkan dan dirasakan saat ini merupakan produk dari usaha yang telah melalui proses panjang dan dengan berbagai dinamika. 

Baca juga : Revitalisasi Sungai Sekanak Lambidaro Ditarget Selesai Januari 2022

Bambang menyatakan, apa yang dihasilkan sekarang merupakan usaha semua pihak yang bersama-sama mempunyai keinginan untuk menciptakan lingkungan yang baik yang menjadi hak konstitusinya, dan itu bukti nyata bahwa kebersamaan yang tidak dibuat-buat itu membuahkan hasil yang patut diapresiasi. 

Ia melanjutkan, hal seperti itu terlihat saat teman-teman kepolisian menunjukkan kemampuannya tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan early warning system saat paparan di paviliun Indonesia pada COP26 di Glasgow, Skotlandia, bulan lalu. Hal itu menjadi bukti bahwa makin cepat diketahuinya indikasi terjadinya kebakaran dan ditindaklanjuti dengan aksi nyata merupakan suatu pembelajaran yang sangat baik yang dapat kita lihat saat ini. 

Tentu saja, lanjut dia, pada akhirnya peran stakeholders di tingkat tapak menjadi penting karena dari sanalah semua tindakan berawal. 

"Kehadiran masyarakat peduli api yang disupport oleh berbagai pihak karena keterbatasannya, yang kemudian di back up oleh manggala agni dan peran desa yang bahu membahu dengan TNI dan Polri yang saat ini kita lihat bukanlah cerita tetapi fakta yang bisa kita lihat dimanapun terjadinya kebakaran," ujar Bambang. 

"Tentu saja seperti saya sampaikan tadi bahwa kondisi seperti itu telah melalui suatu proses yang panjang dan dengan berbagai corrective action," pungkas dia. (OL-7)

Baca Juga

Dok. R Wisnu Nurcahyo

Konsorsium Peduli Gajah

👤R Wisnu Nurcahyo 🕔Kamis 27 Januari 2022, 06:10 WIB
GAJAH sumatra tersebar di tujuh provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, dan...
Dok. R Wisnu Nurcahyo

Menyelamatkan Gajah Sumatra

👤R Wisnu Nurcahyo 🕔Kamis 27 Januari 2022, 06:00 WIB
GAJAH merupakan spesies asli Nusantara yang sekaligus satwa kebanggan...
Antara

Mencapai Net Zero Emission 2030-2035 Mengunakan Teknologi Nuklir

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:32 WIB
Dewasa kini stigma negatif yang timbul di masyarakat tentang nuklir memang masih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya