Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA mendapatkan apresiasi dari negara-negara ASEAN karena behasil menihilkan kabut asap lintas negara yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Menanggapi hal itu, Guru Besar IPB University Bambang Hero Saharjo mengungkapkan, hal itu merupakan buah dari upaya pemerintah Indonesia untuk mencegah karhutla selama ini.
Namun demikian, ia menegaskan, jangan sampai pemerintah berpuas diri terhadap apresiasi yang telah diberikan kepada Indonesia.
"Ke depan saya berharap, apa yang sudah dicapai saat ini hendaknya tetap dipertahankan dan bukan tidak mungkin bisa ditingkatkan lagi dan justru jangan membuat lengah dan lupa diri, karena ancaman bahaya kebakaran itu akan timbul kapan saja," kata Bambang kepada Media Indonesia, Rabu (1/12).
"Karena kebakaran hutan dan lahan juga berimbas pada kita semua, maka tidak salah bila dikatakan bahwa tanggung jawab kebakaran adalah tanggung jawab kita semua," lanjut dia.
Sepintas, kata dia, apresiasi tersebut memang tampak seperti pencitraan. Namun ia meyakini, keberhasilan Indonesia mengendalikan karhutla memang benar adanya. Pasalnya, apa yang dihasilkan dan dirasakan saat ini merupakan produk dari usaha yang telah melalui proses panjang dan dengan berbagai dinamika.
Baca juga : Revitalisasi Sungai Sekanak Lambidaro Ditarget Selesai Januari 2022
Bambang menyatakan, apa yang dihasilkan sekarang merupakan usaha semua pihak yang bersama-sama mempunyai keinginan untuk menciptakan lingkungan yang baik yang menjadi hak konstitusinya, dan itu bukti nyata bahwa kebersamaan yang tidak dibuat-buat itu membuahkan hasil yang patut diapresiasi.
Ia melanjutkan, hal seperti itu terlihat saat teman-teman kepolisian menunjukkan kemampuannya tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan early warning system saat paparan di paviliun Indonesia pada COP26 di Glasgow, Skotlandia, bulan lalu. Hal itu menjadi bukti bahwa makin cepat diketahuinya indikasi terjadinya kebakaran dan ditindaklanjuti dengan aksi nyata merupakan suatu pembelajaran yang sangat baik yang dapat kita lihat saat ini.
Tentu saja, lanjut dia, pada akhirnya peran stakeholders di tingkat tapak menjadi penting karena dari sanalah semua tindakan berawal.
"Kehadiran masyarakat peduli api yang disupport oleh berbagai pihak karena keterbatasannya, yang kemudian di back up oleh manggala agni dan peran desa yang bahu membahu dengan TNI dan Polri yang saat ini kita lihat bukanlah cerita tetapi fakta yang bisa kita lihat dimanapun terjadinya kebakaran," ujar Bambang.
"Tentu saja seperti saya sampaikan tadi bahwa kondisi seperti itu telah melalui suatu proses yang panjang dan dengan berbagai corrective action," pungkas dia. (OL-7)
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved