Senin 01 November 2021, 12:50 WIB

COP26 Dimulai, Ini Poin Penting yang Akan Dibahas Indonesia

Atalya Puspa | Humaniora
COP26 Dimulai, Ini Poin Penting yang Akan Dibahas Indonesia

Ant/Dhemas Rheviyanto
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya

 

AGENDA Conference of the Parties (COP26) telah resmi dibuka pada Minggu (31/10). Dalam agenda pertemuan pembahasan perubahan iklim tingkat global tersebut, Indonesia memiliki sejumlah poin penting yang akan dibahas.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan, Indonesia akan mengemukakan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29% dengan upaya sendiri dan hingga 41% dengan bantuan negara lain, serta target FOLU net sink di tahun 2030 dan Indonesia rendah karbon dan berketahanan iklim di tahun 2060 atau lebih cepat.

Selain itu, Indonesia juga akan menyampaikan dokumen nationally determined contribution (NDC) dan Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) 2050.

Adapun, Siti menyebutkan, agenda paling krusial yang belum tuntas sejak COP24 di Katowice tahun 2018 adalah pengaturan teknis implementasi Article 6 of the Paris Agreement, operasionalisasi kerjasama internasional sukarela untuk pemenuhan NDC melalui mekanisme pasar dan non-pasar.

"Arti penting negosiasi agenda tersebut bagi Indonesia sebut Menteri Siti adalah bahwa Indonesia sudah sangat siap dengan semua infrastruktur pendukung kebijakan. Indonesia telah mempersiapkan infrastruktur regulasi di dalam negeri, seperti Peraturan Presiden mengenai Nilai Ekonomi Karbon. Selain itu, Menteri Keuangan juga telah menetapkan Pajak Karbon sebagai bagian penguatan regulasi, serta mempersiapkan implikasinya pada sektor perdagangan internasional," kata Siti dalam keterangannya, Senin (1/11).

Selanjutnya, Indonesia pun telah sepakat akan menjalin kolaborasi yang baik dengan Brazil dalam isu hutan tropis di Glasgow nanti, hal ini sudah didiskusikan oleh Menteri Siti dengan Menteri Lingkungan Hidup Brazil sebagai negara yang sama-sama memiliki hutan tropis terluas di dunia, pada pertemuan virtual 22 Oktober 2021.

Sebagaimana pada COP-COP sebelumnya, Delegasi Indonesia juga terdiri dari unsur Pemerintah dan Non-Party Stakeholders (NPS). Adapun, dalam COP26 kali ini, selain dilaksanakan secara langsung di Glasgow Skotlandia, Gedung Manggala Wanabakti, KLHK menjadi salah satu tempat untuk menyelenggarakan pameran dan rangkaian acara. (OL-13)

Baca Juga: Presiden Jokowi Desak G-20 Setop Diskriminasi Vaksin

Baca Juga

ANTARA/Moch Asim

Tim Mahasiswa ITS Raih Juara Umum IRC 2022 di Florida AS

👤 Faustinus Nua 🕔Minggu 03 Juli 2022, 11:10 WIB
Penghargaan yang telah diraih dapat memantik tumbuhnya talenta muda nasional lainnya yang menginspirasi di bidang sains dan...
Ist

Deforestasi Karena Kelapa Sawit Jauh Lebih Kecil daripada Komoditas Lain

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 11:06 WIB
Satelligence sudah memetakan tren deforestasi yang terkait dengan ekspansi perkebunan kelapa sawit dengan cara mengombinasikan kecanggihan...
ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya

Kementan Kebut Penanganan PMK Jelang Iduladha

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 03 Juli 2022, 11:00 WIB
Akselerasi penanganan PMK penting menjelang Iduladha. Pasalnya, penyakit itu sudah tersebar di 19 provinsi dan 223...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya