Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA tengah menyusun regulasi mengenai pengelolaan karbon biru. Salah satu instrumen yang akan dimasukkan yakni serapan karbon biru dalam ekosistem mangrove.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong mengungkapkan, serapan karbon pada ekosistem mangrove menjadi hal penting dalam rangka pencapaian NDC.
"Dalam hitungan sekarang karbon mangrove belum kita masukan, tapi akan kita integrasikan ke depan," kata Alue dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Senin (11/10).
Ia mengungkapkan, pihaknya kini tengah menginvetarisir kandungan karbon yang ada dalam ekosistem mangrove, baik yang ada di batang pohon, ranting, akar, hingga tanahnya.
"Termasuk juga nanti untuk konversi ke tambak, berapa nanti konversi yang terjadi. Lalu pada kayu yang menjadi arang, berapa emission factornya. Ini akan kita integrasikan ke NDC untuk FOLU dan net sink 2030," pungkas dia.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono melaporkan progres rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan di 2021 sudah mencapai 89%. Adapun, ia memperkirakan target rehabilitasi magrove 2021 selesai pada akhir November 2021 mendatang.
"Mudah-mudahan target yang dilaksanakan untuk percepatan rehabilitasi mangrove dapat diselesaikan pada akhir November tahun ini. Dan mudah-mudahan hasil rehabilitasi tahun ini bisa menjadi titik awal bagi pulihnya mangrove dan ekosistem bagi kita semua," kata Hartono.
Ia menjabarkan, pada 2021 BRGM menargetkan untuk melakukan rehabilitasi pada 33 ribu hektar lahan mangrove. Secara rinci, 29.500 ribu hektar dilakukan di sembilan provinsi priroritas, yakni Sumatera Utara (Sumut), Bangka Belitung, Kepulauan Riau (Kepri), Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kalut), Papua, dan Papua Barat. Sementara itu 3.500 hektar lainnya berada di 23 provinsi.
Baca juga : Sandiaga Uno: Inovasi Pariwisata Buka Lapangan Kerja Berkelanjutan
Ia menyatakan berbagai upaya percepatan yang dilakukan diantaranya melibatkan peran aktif masyarakat dengan pendekatan pemulihan ekonomi nasional.
"Strategi BRGM dan KLHK dalam rehabilitasi dan pengelolaan mangrove mendorong peran serta dan partisipapsi masyarakat. Dengan keterlibatan masyarakat, gambut dan mangrove akan lebih terkelola dan bisa memberikan manfaat yang lebih luas," beber dia.
Untuk ke depannya, apabila mangrove yang dikelola masyarakat telah direhabilitasi, pengelolaan lahan tersebut akan dilanjutkan oleh KPH sebagai unit terkecil dalam pengelolaan hutan di tingkat tapak.
"Ini menjadi PR esktra dari kelembagaan KPH untuk bisa lebih diperkuat sehingga punya kemampuan yang lebih memadai dalam memfasilitasi dan mengordinir masyarakat," jabar Hartono.
Pada kesempatan tersebut, Deputi Perencanaan dan Evaluasi BRGM Satyawan Pudyatmoko menjabarkan target rehabilitasi magrove yang akan dilakukan hingga 2024.
Seperti diketahui, pemerintah menargetkan sebanyak 630 ribu hektar dapat direhabilitasi hingga 2024. Secara rinci, pada 2021 akan dilakukan rehabilitasi pada 33 ribu hektar lahan mangrove. Selanjutnya, pada 2022 rehabilitasi akan dilakukan pada 228.200 hektar lahan mangrove. Berikutnya pada 2023 rehabilitasi akan dilakukan pada 199.676 hektar lahan mangrove dan pada 2024 pada 142.625 hektar lahan mangrove.
"Pada 2024 integrasi rehabilitasi mangrove dalam pengelolaan hutan dan lahan diharapkan dapat tuntas," pungkas dia. (OL-2)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Para peserta Mangrove Impact Fellowship tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung aplikasi teknologi dalam konservasi melalui peluncuran Platform Mandara milik KLHK.
Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) menggelar rakornas Kelompok Kerja Mangrove Daerah 2026.
Kementerian Kehutanan resmi meluncurkan Platform Mangrove Data Nusantara (Mandara) sebagai sistem integrasi data mangrove nasional.
Hingga tahun 2025, capaian rehabilitasi mangrove M4CR di Provinsi Kalimantan Utara seluas 6.543 hektare.
Upaya menjaga keberlanjutan hutan dan mangrove Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan dan anggaran, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan aparatur negara.
Upaya pemulihan lingkungan pesisir di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai menunjukkan hasil konkret.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved