Minggu 04 Juli 2021, 10:30 WIB

Pemerintah Antisipasi Lonjakan Covid Jelang Idul Adha

Atalya Puspa | Humaniora
Pemerintah Antisipasi Lonjakan Covid Jelang Idul Adha

medcom.id
Ilustrasi kasus covid-19

 

PEMERINTAH terus memperkuat upaya kolaborasi antar-kementerian/lembaga dan pihak-pihak terkait guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus menjelang dan saat peringatan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah atau yang dimungkinkan jatuh pada 20 Juli.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjabarkan beberapa rekomendasi kepada masing-masing pihak untuk dapat melakukan langkah efektif di dalam upaya penegakan aturan di lapangan.

"Saya kira apa yang akan kita lakukan ini sangat penting agar target penyebaran covid-19 bisa berkurang di bawah 10 ribu per hari seperti sebelumnya. Karena kita tahu, per hari ini saja angkanya melonjak sangat signifikan di atas 25 ribu dan angka kematian kita juga sudah di atas 50 ribu untuk Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (4/7).

Salah satu yang perlu menjadi perhatian, menurut Menko PMK, yaitu pentingnya menambah jumlah tracer. Jumlah tracer dalam dua bulan ke belakang baru sebanyak 5 ribu untuk seluruh Indonesia.

"Kemenkes dan TNI/Polri sebenarnya sudah mengambil langkah, tapi itu kan surveillance. Kita peru tracer yang memang dari tenaga medis. Meskipun peran Babinkamtibmas dan Satpol Pp juga harus karena kadang-kadang diperlukan tindakan koersif apalagi saat PPKM Darurat sekarang ini," ucapnya.

Lebih lanjut, uuntuk penguatan PPKM Darurat, Kemenko PMK mengusulkan penguatan Satgas Covid-19 hingga di tingkat desa dan kelurahan dan bahkan tingkat RW/ RT, Perlunya gerakan memakai masker dan sedekah masker utk penguatan prokes dasar bagi masyarakat yang sudah mulai abai, pengawalan penjualan obat-obatan sesuai HET, percepatan vaksinasi, penanganan berita hoaks, serta penanganan public panic.

baca juga: Ada PPKM Darurat, Kemenag Atur Ulang Penyelenggaraan Idul Adha

Sementara itu, berkaca dari Idul Adha tahun lalu, Ketua Bidang Data dan IT Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah melaporkan kenaikan kasus terjadi mulai H-3 hingga H-1. Hanya, puncak lonjakan kasus yaitu pada H-1 dengan range kenaikan antara 3 sampai 57%.

Ia menyebut hal itu terjadi di 31 provinsi terutama dengan mobilitas masyarakat ke pusat-pusat perbelanjaan dan tempat wisata. Walhasil, potensi penularan menjadi sangat tinggi sehingga perlu adanya kebijakan lebih ketat terhadap aktivitas dan mobilitas dari masyarakat.

"Penetapan PPKM Darurat ini sudah sangat tepat, di samping juga tetap harus dilakukan optimalisasi 3T untuk menekan angka positivity rate maupun memantau varian-varian yang memang sudah tersebar di Indonesia. Pemantauan hingga ke level RT kemudian kolaborasi menjadi sangat penting," tuturnya.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mempertegas PPKM Darurat sebagai salah satu instrumen penting melihat lonjakan kasus yang eksponensial, terutama akibat masuknya varian baru Delta dari India. Akan tetapi, ia menjelaskan bahwa kebijakan PPKM Darurat tidak akan serta merta langsung menurunkan jumlah kasus covid-19 yang terjadi di lapangan.

"Ini yang perlu dikomunikasikan ke publik. Karena adanya masa inkubasi sebelum PPKM Darurat diberlakukan, maka penurunan kasus baru akan terjadi atau terlihat pada 7 sampai 10 hari mendatang. Sekarang masih akan terus naik dan tentu kita antisipasi," jelasnya.

Ia pun menekankan agar masyarakat dapat membatasi mobilitas termasuk menjelang dan saat Hari Raya Idul Adha. Selain itu, dengan menambah jumlah testing juga diharapkan positivity rate bisa kurang dari 10% serta target jumlah tracing bisa mencapai 15 kontak erat per-1 kasus.

"Berbagai upaya terus kita lakukan, termasuk meningkatkan jumlah vaksinasi. Mudah-mudahan pada akhir masa term yang sekarang PPKM Darurat sampai 20 Juli ini kita akan bisa mencapai apa yang telah ditargetkan," tukas Wamenkes.(OL-5)

Baca Juga

MI/ Abdillah m Marzuqi

YAICI dan PP Aisyiyah Edukasi Pangan Bergizi di Bantargebang

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:35 WIB
Selain edukasi, juga ada demo pengolahan pangan bergizi dan...
MI/ Depi Gunawan

Bima Arya: Lonjakan Kasus Covid-19 di Bogor Sudah Dipredikai

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:17 WIB
Bima menyatakan pihaknya sudah melakukan semua hal yang bisa dilakukan sebagai langkah...
Dok Setwapres

Wapres Borong Hasil Laut di Pulau Cangkir

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 22:50 WIB
Beberapa hasil laut yang dibeli Wapres antara lain bandeng, kakap merah, cumi-cumi dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya