Rabu 23 Juni 2021, 01:00 WIB

Program Kampus Merdeka Jadi Penilaian Kegigihan Mahasiswa

Mediaindonesia.com | Humaniora
Program Kampus Merdeka Jadi Penilaian Kegigihan Mahasiswa

MI/Syarief Oebaidillah
Direktur Jenderal pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Nizam

 

DIREKTUR Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nizam mengatakan, program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM) tidak melihat kampus negeri atau swasta melainkan kegigihan mahasiswa.

“Minggu lalu Presiden Jokowi telah meluncurkan program MBKM untuk semester depan dengan menyediakan lebih dari 80.000 kuota bagi mahasiswa untuk mengikuti berbagai program yang disediakan pemerintah,” ujarnya dalam taklimat media secara daring yang dipantau di Jakarta.

Berbagai program tersebut, di antaranya magang bersertifikat, pertukaran mahasiswa, Kampus Mengajar, dan magang dengan industri. Mahasiswa yang ingin mendaftar harus mendapatkan rekomendasi dari kampusnya.

“MBKM yang bersifat kompetitif, kita tidak melihat kualitas perguruan tingginya. Melainkan kerja keras mahasiswa untuk bisa mengikuti program MBKM. Jadi kuncinya pada kegigihan setiap mahasiswa, dan bukan pada besar atau kecilnya perguruan tinggi,” kata dia.

Dia mengakui banyak mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi negeri, hal itu karena sebagian besar kampus negeri memiliki jumlah mahasiswa yang banyak.

Baca juga : UNJ Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana Banjir

“Kuncinya terletak pada masing-masing mahasiswa. Mereka yang gigih dan yang bekerja keras yang akan bisa lolos dalam. program ini. Mahasiswa mendapatkan kesempatan yang sama,” kata dia.

Pihaknya berupaya mengakselerasi perkuliahan tatap muka. Pembelajaran daring tidak sepenuhnya menggantikan pembelajaran tatap muka di perguruan tinggi.

“Pendidikan tidak sekadar mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi kecakapan kemampuan nonteknis dan interaksi sosial tidak bisa tergantikan dengan daring,” kata dia.

Di sisi lain, Nizam menegaskan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di kampus diutamakan bagi program studi yang membutuhkan kompetensi teknis atau hardskill.

“Pembelajaran tatap muka, kita utamakan untuk prodi yang membutuhkan kompetensi hardskill yang sulit didapatkan melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)," pungkasnya. (Ant/OL-7)

Baca Juga

Dok. Biro Pers Setpres

Jokowi: Kasus Covid-19 di Jawa Turun, Namun Luar Jawa Mulai Naik

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 30 Juli 2021, 13:47 WIB
Menurut Kepala Negara, penurunan kasus covid-19 di wilayah Jawa salah satunya tecermin dari tingkat BOR di RSDC Wisma Atlet, yang saat ini...
AFP/GEOFF CADDICK

1 Dosis Vaksin AstraZeneca 82% Efektif Tangkal Varian Baru Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 30 Juli 2021, 13:47 WIB
"Vaksin ini juga menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi terhadap varian Delta dan Alpha dengan pengurangan rawat inap atau...
Ist

Promosi Pariwisata, Seorang Milenial Gelar Ekspedisi Solo Keliling Danau Toba

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Juli 2021, 13:27 WIB
Agar pariwisata Danau Toba serta adat istiadat dan budaya yang mendukungnya semakin dikenal masyarakat, Marco menggelar ekspedisi solo...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya