Jumat 11 Juni 2021, 06:00 WIB

Mendengkur Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Termasuk Kardiovaskular

Mediaindonesia.com | Humaniora
Mendengkur Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Termasuk Kardiovaskular

greatergood.berkeley.edu
Ilustrasi

 

Dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan (THT) konsultan kepala dan leher di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Niken Lestari P. mengingatkan agar tidak menyepelekan mendengkur atau mengorok karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya memunculkan masalah pada kardiovaskular.

Tak hanya itu, mendengkur juga bisa berdampak pada masalah pernapasan (mudah terserang selesma), masalah serebrovaskular (stroke), gangguan kualitas hidup (adanya risiko jatuh, kecelakaan), serta masalah kognitif (gangguan konsentrasi dan daya ingat).

Kualitas dan kuantitas tidur pun bisa terganggu akibat mendengkur. Akibatnya, mereka yang mendengkur dapat mengalami gangguan pada fungsi dan aktivitasnya sehari-hari.

"Jika seseorang mengalami perubahan kuantitas dan kualitas tidur, maka dapat mengakibatkan gangguan pada fungsi dan aktivitas sehari-hari, oleh karena itu langkah awal yang penting untuk dilakukan adalah mengetahui apa yang menyebabkan gangguan tidur tersebut," kata Niken dalam siaran pers RSUI, dikutip Kamis (10/6).

Seseorang mendengkur biasanya karena dua sebab yakni adanya kelainan di otak dan adanya gangguan saluran napas atas (penyempitan hidung-tenggorok). Gangguan saluran napas dapat terjadi akibat adanya perubahan struktur (cuping hidung jatuh, tenggorok makin panjang), serta adanya perubahan fungsi otot tenggorok yang melemah.

Penjelasan ini sekaligus menampik mitos yang beredar di masyarakat mengenai mendengkur, antara lain sebagai tanda tidurnya nyenyak atau karena kondisi tubuh yang sedang lelah.

Niken menyarankan mereka yang mendengkur segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan dini agar tidak terlanjur berdampak pada kesehatan.

"Jika gangguan tersebut dapat dideteksi sejak dini, maka dapat diberikan penanganan yang sesuai, sehingga dampak-dampak tersebut dapat dicegah," tutur dia.

Di sisi lain, seperti dikutip dari Mayo Clinic, perubahan gaya hidup, seperti menurunkan berat badan, menghindari minuma beralkohol menjelang waktu tidur dapat membantu menghentikan dengkuran. (Ant/OL-12)

Baca Juga

DOK GSM

Pengelolaan Anggaran Pendidikan Harus Diubah

👤Widhoroso 🕔Jumat 25 Juni 2021, 01:08 WIB
Salah satu penyebab kebocoran anggaran pendidikan adalah pengelolaan pendidikan yang teknokratis dan cenderung...
Antara

Cegah Stunting, Pemprov Kepri Sosialisasi Gerakan Makan Ikan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 23:55 WIB
Kasus stunting di Kepri paling banyak tersebar di Kota Batam, sekitar 3.000...
MI/Ardi T hardi

PP Muhammadiyah Ingatkan Covid-19 Meningkat, Semua Agar Waspada

👤Ardi T hardi 🕔Kamis 24 Juni 2021, 23:50 WIB
KETUA Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, keadaan pandemi Covid-19 sangat memprihatinkan dan perlu semakin waspada bagi semua...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Talenta Muda Curi Perhatian

PIALA Eropa 2020 dipastikan telah menjadi ajang kemunculan pemain-pemain muda yang punya kemampuan mengejutkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya